Sepakat Jauhi Perayaan Valentine, Ketua DPRD Depok: Agar Tidak Ada Penyalahgunaan Kamar

Kompas.com - 13/02/2020, 17:28 WIB
Penjual menyelesaikan pengemasan bunga mawar merah asal Malang di kawasan Pasar Bunga Rawa Belong, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (10/2/2020). Menjelang valentine, harga bunga mawar merah di Pasar Rawa Belong naik. KOMPAS.com/M ZAENUDDINPenjual menyelesaikan pengemasan bunga mawar merah asal Malang di kawasan Pasar Bunga Rawa Belong, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (10/2/2020). Menjelang valentine, harga bunga mawar merah di Pasar Rawa Belong naik.

DEPOK, KOMPAS.com - Ketua DPRD Kota Depok, Teungku Muhammad Yusufsyah Putra mengaku sepakat dengan langkah Pemerintah Kota Depok menerbitkan berbagai edaran agar warga menjauhi perayaan Hari Valentine.

Menurut politisi PKS itu, langkah tersebut agar para remaja berkumpul yang bermanfaat.

"Dan segala sesuatunya diatur untuk menghindari suasana kebahagiaan dengan berkumpul yang ramai dan berbuat sesuatu yang tidak berguna," ujar pria yang akrab dipanggil Putra itu kepada wartawan di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (13/2/2020).

"Mendukung lah (langkah Pemkot Depok). Perkumpulan itu yang berguna, untuk kaum remaja, ya, tentunya," ia menambahkan.

Baca juga: Pemkot Depok Imbau Pelajar Tak Rayakan Valentine

Putra beranggapan, Hari Valentine rentan jadi ajang muda-mudi melakukan tindakan pergaulan bebas.

Secara spesifik, ia mengaku risau muda-mudi memanfaatkan Valentine melakukan hal-hal di luar norma agama sebelum sah.

Sehingga, menurut dia, langkah pemerintah yang meminta warga menjauhi perayaan Hari Valentine dapat menekan tindakan asusila.

"RT dan RW-nya harus berfungsi 1 x 24 jam, yang punya kontrakan dan kos-kosan harus melapor agar tidak ada penggunaan kamar yang tidak pada tempatnya," kata Putra.

"Seperti prostitusi dan hubungan lain yang tidak sepantasnya, sehingga tidak terjadi alat kontrasepsi yang menyebabkan pergaulan bebas," tambah dia.

Baca juga: Pemkot Depok Juga Minta Warga, Hotel, hingga Mal Tak Rayakan Valentine

Sebelumnya, tepatnya akhir Januari lalu, polisi pernah mengungkap jaringan bisnis prostitusi daring yang menggurita di berbagai apartemen di Depok yang turut melibatkan anak-anak.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Punya SIKM, 82 Penumpang Bus Dikarantina di GOR Pulogadung

Tak Punya SIKM, 82 Penumpang Bus Dikarantina di GOR Pulogadung

Megapolitan
Jika New Normal Berlaku, Taman Margasatwa Ragunan Terapkan Pembelian Tiket Online

Jika New Normal Berlaku, Taman Margasatwa Ragunan Terapkan Pembelian Tiket Online

Megapolitan
Pemohon SIM di Jaktim Membeludak, tapi DIbatasi Hanya 200 Orang per Hari

Pemohon SIM di Jaktim Membeludak, tapi DIbatasi Hanya 200 Orang per Hari

Megapolitan
Orangtua Siswa di Kota Tangerang Khawatir jika Sekolah Kembali Dibuka

Orangtua Siswa di Kota Tangerang Khawatir jika Sekolah Kembali Dibuka

Megapolitan
Protokol Kesehatan Kemenkes: Karyawan Diminta Olahraga Bersama dan Berjemur Saat Istirahat Kerja di Kantor

Protokol Kesehatan Kemenkes: Karyawan Diminta Olahraga Bersama dan Berjemur Saat Istirahat Kerja di Kantor

Megapolitan
Jelang Akhir PSBB Jakarta Jilid 3, Tercatat Ada 4.493 Pelanggar di Jakarta Timur

Jelang Akhir PSBB Jakarta Jilid 3, Tercatat Ada 4.493 Pelanggar di Jakarta Timur

Megapolitan
Sidang Tuntutan Aulia Kesuma, Istri Pembunuh Suami dan Anak Tiri Berlangsung Hari Ini

Sidang Tuntutan Aulia Kesuma, Istri Pembunuh Suami dan Anak Tiri Berlangsung Hari Ini

Megapolitan
PSBB Depok Bisa Berakhir 4 Juni, Jika...

PSBB Depok Bisa Berakhir 4 Juni, Jika...

Megapolitan
Bersiap Hadapi New Normal, Taman Margasatwa Ragunan Siapkan Keset dengan Disinfektan

Bersiap Hadapi New Normal, Taman Margasatwa Ragunan Siapkan Keset dengan Disinfektan

Megapolitan
Wali Kota Depok Minta Warga Ibadah di Rumah agar PSBB Tak Diperpanjang

Wali Kota Depok Minta Warga Ibadah di Rumah agar PSBB Tak Diperpanjang

Megapolitan
Masjid Istiqlal Masih Persiapkan Protokol Kesehatan untuk New Normal

Masjid Istiqlal Masih Persiapkan Protokol Kesehatan untuk New Normal

Megapolitan
Garuda Indonesia PHK Sejumlah Pilot

Garuda Indonesia PHK Sejumlah Pilot

Megapolitan
Jelang Akhir PSBB Jilid 3 Jakarta, Ada 998 Pasien Positif Covid-19 di Jakut

Jelang Akhir PSBB Jilid 3 Jakarta, Ada 998 Pasien Positif Covid-19 di Jakut

Megapolitan
Depok Terapkan PSBB Level RW jika Penularan Covid-19 Terus Berkurang

Depok Terapkan PSBB Level RW jika Penularan Covid-19 Terus Berkurang

Megapolitan
Saat 'New Normal', TM Ragunan Batasi Pengunjung 5.000 per Hari

Saat "New Normal", TM Ragunan Batasi Pengunjung 5.000 per Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X