Sebelum Jakarta, Negara–negara Ini Sudah Gunakan Robot Pemadam Kebakaran

Kompas.com - 13/02/2020, 18:20 WIB
Robot pengurai material kebakaran jenis Dok-Ing MVF-5 U3. Foto diambil Kamis (13/1/2020). KOMPAS.COM/NURSITA SARIRobot pengurai material kebakaran jenis Dok-Ing MVF-5 U3. Foto diambil Kamis (13/1/2020).
|

JAKARTA,KOMPAS.com - Baru-baru ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelontorkan dana sebesar Rp 32 miliar untuk satu unit robot pemadam kebakaran bernama Dok-Ing MVF- U3.

Mesin ini digadang-gadang bisa membantu petugas pemadam kebakaran dalam menaklukan si jago merah di medan yang sulit dijangkau.

Mesin pabrikan Kroasia ini pun mempunyai beberapa spesifikasi yang canggih seperti dikendalikan dengan remote control, mempunyai kamera di beberapa sisi, dan alat penyemprot air dengan daya jangkau cukup jauh.

Baca juga: Pemprov DKI Punya 2 Robot Pemadam Kebakaran, Begini Spesifikasinya

 

Robot pemadam kebakaran ini juga memiliki multifungsi yaitu bisa juga digunakan untuk aksi anti-teror, penanggulangan kebakaran yang diakibatkan oleh pabrik nuklir dan penambangan, serta penanggulangan pasca bencana seperti gempa bumi.

Apabila terjadi bencana alam seperti gempa bumi, nantinya robot ini akan menyingkirkan dan membersihkan puing-puing serta membuka jalan untuk anggota damkar agar dapat mengevakuasi TKP.

Namun, tahukah Anda jika teknologi canggih ini juga digunakan di beberapa negara. Bahkan negara–negara lain menggunakan robot ini tidak hanya untuk memadamkan api saja.

Baca juga: Pemprov DKI Akan Beli Lagi 3 Robot Pemadam Kebakaran, Anggarannya Rp 44,9 M

Berikut beberapa negara yang juga menggunakan robot Dok-Ing MVF-5 U3.

Seperti di Singapura. Rupanya pembelian robot Dok-Ing MVF-5 U3 yang dilakukan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta terinspriasi dari Singapura.

Di Singapura, alat ini dapat menjangkau wilayah titik kebakaran yang sulit di jangkau seperti trowongan kereta bawah tanah dan LRT.

"Kami kan belajar ke Singapura, apa yang diperlukan dengan adanya LRT, MRT, kan tantangan nih, berarti di sana harus punya kendaraan pengurai, kami harus memiliki itu, standarisasinya itu kan harus ada," ujar Kepala Dinas Gulkarmat DKI Satriadi Gunawan saat dihubungi Kompas.com, Selasa (11/2/2020).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mal Jakarta Buka 15 Juni, Bioskop, Karaoke, hingga Arena Permainan Anak Belum Beroperasi

Mal Jakarta Buka 15 Juni, Bioskop, Karaoke, hingga Arena Permainan Anak Belum Beroperasi

Megapolitan
APPBI: Semua Mal di Jakarta Beroperasi Mulai 15 Juni 2020

APPBI: Semua Mal di Jakarta Beroperasi Mulai 15 Juni 2020

Megapolitan
BMKG: Tangerang, Depok, dan Sebagian Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

BMKG: Tangerang, Depok, dan Sebagian Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Mulai Senin, Headway MRT Saat Jam Sibuk adalah 5 Menit

Mulai Senin, Headway MRT Saat Jam Sibuk adalah 5 Menit

Megapolitan
14 Orang yang Dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan, Salah satunya Istri Lurah di Tangsel

14 Orang yang Dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan, Salah satunya Istri Lurah di Tangsel

Megapolitan
UPDATE Covid-19 6 Juni: 271 Positif, 36 Meninggal, 89 Sembuh di Tangsel

UPDATE Covid-19 6 Juni: 271 Positif, 36 Meninggal, 89 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Kantor, Mal, hingga Stasiun dan Terminal di Jakarta Wajib Siapkan Parkir Khusus Sepeda saat PSBB Transisi

Kantor, Mal, hingga Stasiun dan Terminal di Jakarta Wajib Siapkan Parkir Khusus Sepeda saat PSBB Transisi

Megapolitan
PSBB Transisi di Jakarta, Begini Protokol yang Akan Diterapkan Mal Central Park

PSBB Transisi di Jakarta, Begini Protokol yang Akan Diterapkan Mal Central Park

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 6 Juni di Depok: 1 Kasus Baru, 1 Suspect Meninggal Dunia

[UPDATE] Covid-19 6 Juni di Depok: 1 Kasus Baru, 1 Suspect Meninggal Dunia

Megapolitan
Sempat Dirawat 3 Hari di ICU, Paranormal Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia

Sempat Dirawat 3 Hari di ICU, Paranormal Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia

Megapolitan
UPDATE 6 Juni: Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 102 Orang

UPDATE 6 Juni: Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 102 Orang

Megapolitan
Sistem Ganjil Genap Belum Berlaku Pekan Depan, Dishub Tunggu Sepekan PSBB Transisi

Sistem Ganjil Genap Belum Berlaku Pekan Depan, Dishub Tunggu Sepekan PSBB Transisi

Megapolitan
Gereja Katedral Jakarta Akan Dibuka Setelah Siap dengan Protokol Kesehatan

Gereja Katedral Jakarta Akan Dibuka Setelah Siap dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Tempat Karaoke hingga Spa Kembali Beroperasi, Ketua DPRD Nilai Pemkot Bekasi Tergesa-gesa

Tempat Karaoke hingga Spa Kembali Beroperasi, Ketua DPRD Nilai Pemkot Bekasi Tergesa-gesa

Megapolitan
PSBB Transisi, Anak-anak dan Ibu Hamil Dilarang Masuk Monas

PSBB Transisi, Anak-anak dan Ibu Hamil Dilarang Masuk Monas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X