Pemkot Bekasi Imbau Pelajar Tidak Rayakan Valentine

Kompas.com - 13/02/2020, 18:27 WIB
Pedagang merapikan bunga mawar yang dijual di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta, Rabu (13/2/2019). Menjelang Hari Kasih Sayang (Valentine Day), harga bunga mawar naik hingga dua kali lipat dari harga biasanya Rp 30 ribu menjadi Rp 50 ribu - Rp 70 ribu per ikat. ANTARA FOTO/PUTRA HARYO KURNIAWAPedagang merapikan bunga mawar yang dijual di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta, Rabu (13/2/2019). Menjelang Hari Kasih Sayang (Valentine Day), harga bunga mawar naik hingga dua kali lipat dari harga biasanya Rp 30 ribu menjadi Rp 50 ribu - Rp 70 ribu per ikat.
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi mengimbau pelajar di Bekasi untuk tidak merayakan Valentine atau hari kasih sayang yang biasa dirayakan setiap 14 Februari.

Imbauan itu tertuang dalam surat edaran Dinas Pendidikan Kota Bekasi nomor 800/816/Disdik yang dikeluarkan pada Kamis (12/2/2020).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, surat edaran tersebut meneruskan surat edaran yang dikeluarkan Disdik Pemprov Jawa Barat.

Baca juga: Pemkot Depok Imbau Pelajar Tak Rayakan Valentine

Isi surat edaran tersebut mengimbau agar para pelajar di Bekasi untuk tidak merayakan Valentine.

Larangan itu dibuat untuk merealisasikan nilai-nilai karakter kepribadian bagi pelajar di Bekasi yang cerdas, kreatif, sejahtera, ihsan, dan maju.

"Imbauan ini agar seluruh perangkat sekolah untuk melestarikan nilai-nilai luhur di lingkungan," tulis Inayatullah dalam surat edarannya.

Dengan adanya surat edaran ini, ia meminta agar para guru terus mengawasi murid-muridnya untuk tidak merayakan hari kasih sayang.

"Kami juga telah melakukan pencegahan di sekolah agar tidak ada siswa-siswi yang merayakan hari Valentine," ucap dia.

Baca juga: Pemkot Depok Juga Minta Warga, Hotel, hingga Mal Tak Rayakan Valentine

Inaya mengatakan, larangan perayaan Valentine rutin dilakukan tiap tahun.

"Jadi tujuannya agar lebih mengedepankan pendidikan karakter, karena Valentine bukan budaya kita juga," tutur dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X