Daripada Rayakan Valentine, Disdik DKI Minta Pelajar Beribadah dan Belajar

Kompas.com - 13/02/2020, 21:52 WIB
Jelang hari Valentine yang identik dengan hari kasih sayang membuat mendatangkan rezeki bagi para pedagang bunga yang berada di wilayah Pondok Aren dan Pamulang, Tangerang Selatan. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiJelang hari Valentine yang identik dengan hari kasih sayang membuat mendatangkan rezeki bagi para pedagang bunga yang berada di wilayah Pondok Aren dan Pamulang, Tangerang Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan DKI Jakarta meminta para pelajar mengisi waktu dengan kegiatan positif pada hari kasih sayang atau hari Valentine pada Jumat (14/2/2020).

Dibandingkan merayakan hari Valentine, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menyebutkan para pelajar bisa mengisi waktu dengan beribadah.

"Di sekolah ada kegiatan positif, duha bareng, tadarus, dzuhur. Cara seperti itu akan lebih efektif terhadap anak-anak mengedepankan aspek spiritualnya," kata Syaefuloh di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (13/2/2020).

Baca juga: Pemkot Bekasi Imbau Pelajar Tidak Rayakan Valentine

Selain dengan beribadah, Syaefuloh menyarankan para pelajar juga bisa mengisi waktu luang dengan belajar kelompok.

"Manfaatkan waktu dengan hal-hal positif, setiap malam yang muslim ke masjid atau belajar kelompok," terang Syaefuloh.

Imbauan untuk tidak merayakan Valentine juga disampaikan Pemerintah Kota Depok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dinas Pendidikan Kota Depok menerbitkan surat edaran ke sekolah-sekolah negeri maupun swasta jelang perayaan Hari Valentine.

Surat yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin itu diterbitkan pada Rabu (12/2/2020) lalu.

Berdasarkan dokumen yang diterima Kompas.com, Kamis (13/2/2020) siang, Dinas Pendidikan Kota Depok meminta sekolah negeri maupun swasta melakukan tiga hal yang intinya tak merestui para pelajar merayakan Hari Valentine 2020.

Berikut isi imbauannya:

1. Mengimbau peserta didik tidak merayakan Valentine Day, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah;

2. Para pengawas, kepala sekolah, dan guru agar melakukan pengawasan dan pemantauan kegiatan peserta didiknya masing-masing;

3. Agar kepala sekolah dan guru serta komite sekolah untuk menanamkan sikap dan perilaku karakter/kepribadian dengan melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia.

Baca juga: Sepakat Jauhi Perayaan Valentine, Ketua DPRD Depok: Agar Tidak Ada Penyalahgunaan Kamar

Tiga langkah itu dianggap oleh Dinas Pendidikan Kota Depok sebagai upaya membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Penembakan di Taman Sari Masih Dirawat di Rumah Sakit

Korban Penembakan di Taman Sari Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Produksi Tembakau Sintetis, Perempuan Ini Ditangkap Polisi

Produksi Tembakau Sintetis, Perempuan Ini Ditangkap Polisi

Megapolitan
Kurir Sabu-sabu Ditangkap Polisi di Karawaci Tangerang

Kurir Sabu-sabu Ditangkap Polisi di Karawaci Tangerang

Megapolitan
Diduga Intimidasi Jurnalis, Kadispora Tangsel Mengaku Emosi

Diduga Intimidasi Jurnalis, Kadispora Tangsel Mengaku Emosi

Megapolitan
Setuju Tarif Parkir Naik, Pengamat: Indonesia Sudah Lama Jadi Surga Parkir

Setuju Tarif Parkir Naik, Pengamat: Indonesia Sudah Lama Jadi Surga Parkir

Megapolitan
Pemkot Bekasi Ungkap Penyebab Meninpisnya BOR di RSUD

Pemkot Bekasi Ungkap Penyebab Meninpisnya BOR di RSUD

Megapolitan
Update 23 Juni: 35.705 Pasien Covid-19 di Jakarta Dirawat, 4.693 Kasus Baru

Update 23 Juni: 35.705 Pasien Covid-19 di Jakarta Dirawat, 4.693 Kasus Baru

Megapolitan
Hasil Asesmen, Anji Segera Keluar Tahanan untuk Rehabilitasi

Hasil Asesmen, Anji Segera Keluar Tahanan untuk Rehabilitasi

Megapolitan
Amankan Pria Positif Covid-19 yang Mengamuk di RSUD Pasar Minggu, 2 Satpam Tertular

Amankan Pria Positif Covid-19 yang Mengamuk di RSUD Pasar Minggu, 2 Satpam Tertular

Megapolitan
Pemkot Tangerang Minta Perkantoran Patuhi Skema WFH dan WFO

Pemkot Tangerang Minta Perkantoran Patuhi Skema WFH dan WFO

Megapolitan
Sasar 25.000 Warga, Vaksinasi Massal di Stadion Patriot Bekasi Dilanjutkan Juli 2021

Sasar 25.000 Warga, Vaksinasi Massal di Stadion Patriot Bekasi Dilanjutkan Juli 2021

Megapolitan
Video Pria Positif Covid-19 Mengamuk Minta Dirawat di RSUD Pasar Minggu Viral di Medsos

Video Pria Positif Covid-19 Mengamuk Minta Dirawat di RSUD Pasar Minggu Viral di Medsos

Megapolitan
Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Tangsel Tersisa 4 Unit

Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Tangsel Tersisa 4 Unit

Megapolitan
Kepala Dinas Pertamanan DKI Bantah Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Diangkut Pakai Truk

Kepala Dinas Pertamanan DKI Bantah Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Diangkut Pakai Truk

Megapolitan
Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X