Diduga Hendak Tawuran, 5 Pemuda Diamankan di Kebon Jeruk

Kompas.com - 13/02/2020, 22:42 WIB
Pemuda yang hendak tawuran diamankan di Polsek Kebon Jeruk, Kamis (13/2/2020) malam Dok. Humas Polres Jakarta Barat Pemuda yang hendak tawuran diamankan di Polsek Kebon Jeruk, Kamis (13/2/2020) malam

JAKARTA, KOMPAS.com - Diduga hendak tawuran, lima pemuda di Kebon Jeruk diamankan Tim Pemburu Preman (TPP) Polres Metro Jakarta Barat.

Kelimanya diamankan karena adanya dugaan keterlibatan dalam kelompok gangster.

Berdasarkan laporan dari masyarakat tim 2 TPP Polres Metro Jakarta Barat langsung menyisir lokasi di sekitar wilayah Kebon Jeruk.

“Mereka diduga kelompok gangster, kita amankan sebelum terjadi tawuran hingga menimbulkan adanya korban," kata Ketua Tim 2 TPP Polres Jakbar Brigadir Helmi, Kamis (13/2/2020) malam.

Baca juga: Dibubarkan Warga, Empat Remaja yang Tawuran di Bekasi Ditangkap Polisi

Para pemuda tersebut kerap nongkrong di suatu tempat di Kebon Jeruk yang mereka jadikan basecamp.

Saat pemeriksaan, polisi menemukan dua buah senjata tajam berupa celurit di sana.

Kini, kelima pemuda itu dibawa ke Polsek Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Sementara itu Kapolsek Kebon Jeruk Kompol R Sigit membenarkan peristiwa tersebut dan akan terus menyisir lokasi-lokasi yang rawan tawuran.

Terlebih tawuran biasa terjadi pada tengah malam menuju dini hari.

"Kami akan selalu menyisir ke tempat-tempat rawan sampai, khususnya Kebon Jeruk bersih dari preman," kata Sigit.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Megapolitan
Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Megapolitan
Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X