Jeritan Hati Pedagang Pasar Kita Pamulang yang Sepi, Kalah Saing dengan Pasar Ilegal...

Kompas.com - 14/02/2020, 09:24 WIB
Sejumlah pedagang Pasar Kita Pamulang, Tangerang Selatan mengeluhkan tentang sepinya pembeli dalam waktu beberapa tahun terakhir. Mereka berharap adanya program pasar yang dapat meramaikan hingga mendatangkan pembeli. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiSejumlah pedagang Pasar Kita Pamulang, Tangerang Selatan mengeluhkan tentang sepinya pembeli dalam waktu beberapa tahun terakhir. Mereka berharap adanya program pasar yang dapat meramaikan hingga mendatangkan pembeli.

Tidak ada pembeli yang datang sebagaimana situasi di pasar lainnya. 

"Saya cuma mengandalkan langganan saja buat jualan di sini karena sebagian sudah pada tahu. Pembeli jadi datang ke sini. Sehari enggak sampai Rp 100 ribu," ujarnya. 

Noni mengingat masa-masa pasar ramai pasca-diresmikan dua tahun lalu. 

Pembeli datang silih berganti memadati lapak para pedagang dengan menggenggam kupon diskon yang menjadi program pasar pada saat itu.

"Dulu mah enak karena ada program voucher itu. Vouchernya setiap pembeli belanja Rp 100.000 cuma bayar Rp 90.000. Terus kita tukarkan kepala pasar. Ya jadi ingin ada yang kayak gitu-gitu lagi," katanya.

Bukan cuma Noni yang berkeluh kesah terhadap kondisi pasar yang sepi. Hanya berjarak selangkah dari Noni, seorang wanita bernama Mardalena mengeluhkan yang sama. 

Baca juga: Harga Bawang Putih Naik, PD Pasar Jaya Tangerang Pastikan Stok Masih Aman

Pedagang sayur itu duduk di bangkunya dengan tatapan kosong.

Keluhannya pun sama. Berharap ada program dan kegiatan untuk memancing datangnya pembeli.

"Sama harapannya pasar biar maju, biar ramai lagi di sini ya, apapun lah kegiatannya," ujar Mardalena.

Mardalena merupakan satu-satunya pedagang yang direlokasi dari Pasar Mandiri.

Dia menceritakan ramainya pembeli di pasar itu setiap pagi. Hal itu menjadi daya tarik para pedagang untuk memilih ke jalan yang tidak resmi.

"Jadi orang pada ke sana. Padahal itu kan bukan pasar, cuma jalanan yang dibuat seperti pasar. Cuma ada ormas yang menjaga di sana," paparnya.

Sambil memijat kaki kanannya, Mardalena berharap para pedagang di Pasar Mandiri dapat direlokasi seluruhnya ke Pasar Kita.

"Karena selama masih ada pasar di sana saya rasa masih sepi terus di sini. Sepi pembeli, sepi pedagang," tutupnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Tembok Rumah Roboh di Benhil yang Tewaskan 2 Pekerja Berakhir Damai

Kasus Tembok Rumah Roboh di Benhil yang Tewaskan 2 Pekerja Berakhir Damai

Megapolitan
Mulai Senin Besok, MRT Jakarta Ubah Jam Operasional Kereta

Mulai Senin Besok, MRT Jakarta Ubah Jam Operasional Kereta

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Maghrib Wilayah Depok Hari Ini, 18 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Maghrib Wilayah Depok Hari Ini, 18 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Tangerang Raya Hari Ini, 18 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Tangerang Raya Hari Ini, 18 April 2021

Megapolitan
Mayat Laki-laki Ditemukan di Saluran Air di Pasar Rebo Jaktim

Mayat Laki-laki Ditemukan di Saluran Air di Pasar Rebo Jaktim

Megapolitan
Bayi Laki-Laki Terbungkus Kain Ditemukan di Pinggir Jalan Ciputat Timur

Bayi Laki-Laki Terbungkus Kain Ditemukan di Pinggir Jalan Ciputat Timur

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Magrib di Bekasi Hari Ini, 18 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Magrib di Bekasi Hari Ini, 18 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Bogor Hari Ini, 18 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Bogor Hari Ini, 18 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 18 April 2021

Jadwal Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 18 April 2021

Megapolitan
Pengendara Motor Sport yang Curi Kambing di Bekasi Beraksi saat Pemilik Shalat

Pengendara Motor Sport yang Curi Kambing di Bekasi Beraksi saat Pemilik Shalat

Megapolitan
Target Kerja Sama DKI dan Gapoktan Cilacap Capai 1.000 Hektar Sawah pada 2021

Target Kerja Sama DKI dan Gapoktan Cilacap Capai 1.000 Hektar Sawah pada 2021

Megapolitan
Viral Video Pengendara Motor Sport Curi Kambing Warga Di Bekasi Utara, Polisi Kejar Pelaku

Viral Video Pengendara Motor Sport Curi Kambing Warga Di Bekasi Utara, Polisi Kejar Pelaku

Megapolitan
TMII Gelar Bazar Selama Ramadhan, Pengunjung Gratis Tiket Masuk

TMII Gelar Bazar Selama Ramadhan, Pengunjung Gratis Tiket Masuk

Megapolitan
Remaja yang Diperkosa Anak DPRD Bekasi Ditawari Bantuan agar Berdamai

Remaja yang Diperkosa Anak DPRD Bekasi Ditawari Bantuan agar Berdamai

Megapolitan
Polisi Amankan 40 Pemuda yang Hendak Balap Liar di Kembangan Jakbar

Polisi Amankan 40 Pemuda yang Hendak Balap Liar di Kembangan Jakbar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X