Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dibela Muridnya, Bagaimana Nasib Guru yang Pukul Siswa di SMAN 12 Bekasi?

Kompas.com - 14/02/2020, 09:55 WIB
Cynthia Lova,
Jessi Carina

Tim Redaksi

BEKASI, KOMPAS.com - Idiyanto, seorang guru SMAN 12 memukul anak muridnya di tengah lapangan lantaran terlambat datang sekolah.

Kejadian ini direkam salah satu siswa lalu diunggah oleh mantan siswa ke akun Facebook hingga akhirnya viral.

Dalam video tersebut tampak sang guru memukul pundak dan kepala dua anak muridnya beberapa kali.

Pemukulan itu juga disaksikan murid-murid lainnya. Di lapangan itu tampak barisan siswi yang tengah berdiri, sementara barisan siswa tengah jongkok.

Baca juga: Dibela Murid Lain, Guru SMAN 12 Bekasi yang Pukul Siswa Dipertimbangkan Mengajar Lagi

Idiyanto memang dikenal temperamental tetapi sangat disiplin. Selama ini, Idiyanto diberi tugas menjadi wakil kepala sekolah menangani bidang kesiswaan.

Namun, belakangan jabatan itu dicopot lantaran kasus menimpanya. Setelah pencopotan jabatan itu ternyata status Idiyanto dipertimbangkan untuk mengajar di sekolah itu lagi.

Lalu bagaimana nasib Idiyanto?

Disarankan tidak mengajar lagi

Kasus yang menimpa Idiyanto kemudian jadi perhatian banyak orang termasuk pemerintah.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzie pun menyarankan agar Idiyanto, guru yang memukul anak muridnya itu, dipindahkan dari SMAN 12.

Baca juga: Guru yang Pukul Murid di SMAN 12 Bekasi Disarankan untuk Pindah Mengajar

"Itu sudah kita sampaikan, itu jadi kewenangan pihak provinsi tapi kami sudah sampaikan juga kepada pihak sekolah, Pak Wali Kota, karena ini menyangkut masalah ketenangan," ujar Ali saat ditemui di SMAN 12, Kranji, Bekasi, Kamis kemarin.

Ali mengatakan, usul untuk memindahkan Idiyanto itu juga merupakan permintaan salah satu orangtua murid.

Orangtua murid khawatir Idiyanto akan mengulangi kesalahan yang sama jika tetap berada di sekolah itu.

Dibela murid

Kabar mutasi dari Idiyanto pun terdengar oleh murid-murid SMAN 12.

Sejumlah murid kemudian menggelar unjuk rasa di tengah lapangan pada saat acara hari ulang tahun sekolahnya.

Baca juga: Sejumlah Murid SMAN 12 Bekasi Demo Bela Gurunya yang Pukul Siswa Terlambat

Murid-murid menyatakan Idiyanto tak bersalah dalam kasus itu. Idiyanto memang dikenal sebagai guru yang tegas dalam menegakkan disiplin. Sejumlah murid bahkan menangis meminta gurunya itu untuk tetap mengajar.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Masih Marak Parkir Liar, DPRD DKI Sarankan Pemprov Beri Lapangan Pekerjaan untuk Jukir

Masih Marak Parkir Liar, DPRD DKI Sarankan Pemprov Beri Lapangan Pekerjaan untuk Jukir

Megapolitan
Cegah Judi Online, Kapolsek Pondok Aren Razia Ponsel Seluruh Anggotanya

Cegah Judi Online, Kapolsek Pondok Aren Razia Ponsel Seluruh Anggotanya

Megapolitan
PKB Komunikasi dengan Banyak Parpol untuk Usung Anies di Pilkada Jakarta, termasuk PDI-P dan PSI

PKB Komunikasi dengan Banyak Parpol untuk Usung Anies di Pilkada Jakarta, termasuk PDI-P dan PSI

Megapolitan
Jakarta International Marathon 2024 Sukses, Warga Ketagihan Maraton di Jakarta

Jakarta International Marathon 2024 Sukses, Warga Ketagihan Maraton di Jakarta

Megapolitan
Hendak Lompati Portal Komplek, Betis Pria di Pondok Aren Tertusuk Besi

Hendak Lompati Portal Komplek, Betis Pria di Pondok Aren Tertusuk Besi

Megapolitan
Tak Masalah PKS Usung Sohibul Iman pada Pilkada Jakarta, PKB: Wajar, Partai Pemenang

Tak Masalah PKS Usung Sohibul Iman pada Pilkada Jakarta, PKB: Wajar, Partai Pemenang

Megapolitan
Warga Sudah Laporkan Dugaan Pungli di Jalan Samping RPTRA Kalijodo ke Polisi

Warga Sudah Laporkan Dugaan Pungli di Jalan Samping RPTRA Kalijodo ke Polisi

Megapolitan
Bus yang 'Digetok' Tarif Parkir Liar di Istiqlal Ternyata Bawa Rombongan Pondok Pesantren dari Bandung

Bus yang "Digetok" Tarif Parkir Liar di Istiqlal Ternyata Bawa Rombongan Pondok Pesantren dari Bandung

Megapolitan
Antisipasi Judi Online, Wali Kota Tangsel Cek Ponsel Para ASN

Antisipasi Judi Online, Wali Kota Tangsel Cek Ponsel Para ASN

Megapolitan
Virgoun Suruh Kru Band Beli Sabu, 1 Gram Seharga Rp 1,6 Juta

Virgoun Suruh Kru Band Beli Sabu, 1 Gram Seharga Rp 1,6 Juta

Megapolitan
Bus Digetok Tarif Parkir Liar Rp 300.000 di Depan Masjid Istiqlal, padahal Hanya Turunkan Penumpang

Bus Digetok Tarif Parkir Liar Rp 300.000 di Depan Masjid Istiqlal, padahal Hanya Turunkan Penumpang

Megapolitan
Sebelum Ditangkap Polisi, Virgoun Akui Pernah Konsumsi Narkoba pada 2012

Sebelum Ditangkap Polisi, Virgoun Akui Pernah Konsumsi Narkoba pada 2012

Megapolitan
Ulah Sopir Taksi 'Online' di Ancol, Serempet Mobil Seorang Wanita lalu Berupaya Kabur hingga Bikin Korban Terseret

Ulah Sopir Taksi "Online" di Ancol, Serempet Mobil Seorang Wanita lalu Berupaya Kabur hingga Bikin Korban Terseret

Megapolitan
Kronologi Dua Bus Digetok Tarif Parkir Liar Rp 300.000 di Masjid Istiqlal

Kronologi Dua Bus Digetok Tarif Parkir Liar Rp 300.000 di Masjid Istiqlal

Megapolitan
Warga: Kami Sudah Lapor ke Dishub Terkait Pungli di Jalan Samping RPTRA Kalijodo, tapi Tak Ditanggapi

Warga: Kami Sudah Lapor ke Dishub Terkait Pungli di Jalan Samping RPTRA Kalijodo, tapi Tak Ditanggapi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com