Kompas.com - 14/02/2020, 20:49 WIB
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Retno Listyarti usai sebuah diskusi di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaKomisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Retno Listyarti usai sebuah diskusi di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk memutasi I, guru yang memukuli anak muridnya di SMAN 12.

KPAI menyarankan agar proses mutasi itu dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku, tidak terpengaruh dengan banyak hal.

Saran tersebut merupakan tanggapan atas pernyataan Dinas Pendidikan Jawa Barat yang masih terus mempertimbangkan nasib dari I. Baik mempertimbangkan pernyataan dari pihak sekolah terkait keseharian I, hingga pembelaan murid-murid yang meminta agar I terus mengajar.

Baca juga: Polisi Siap Tindaklanjuti Guru Pukul Murid di SMAN 12 jika...

"Dinas juga jangan mikirin oh kalau dipindah anak-anak tidak setuju nanti didemo, ya enggaklah kan pakai aturan. Aturan aja yang ditegakkan kalau menurut saya, ada Undang-Undang kok, kecuali tidak ada dasarnya," kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti saat ditemui di SMAN 12, Jumat (14/2/2020).

Retno menilai sikap dan tindakan I yang melakukan kekerasan tetap salah, meski niatnya untuk mendisiplinkan anak muridnya.

Sebab, saat ini ada Undang-Undang Perlindungan Anak untuk menlindungi anak dari tindak kekerasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mau gimana pun sikap dari guru ini salah, bukan begini dengan kekerasan mendidiknya. Kalau dulu kan tidak ada Undang-undang perlindungan anak sekarangkan ada," ujarnya.

Baca juga: Polisi Selidiki Pengunggah dan Perekam Video Guru Pukul Murid di Bekasi

"Dulu juga saya dibesarkan dengan situasi seperti (kekerasan) itu, tapi saya tidak bisa bilang eh dulu ibu guru juga sama dipukul, kalau dulu pengajaran salah kan tidak begitu dendamnya sama anak anak, toh pelaku guru kita. Lagipula dulu tidak ada peraturan perlindungan anak apa yang mau dipakai? Kalau sekarang kan sudah ada," imbuhnya.

Guru SMA Negeri 12 Bekasi berinisial I memukul muridnya di tengah lapangan pada Selasa lalu. Kejadian direkam salah satu siswa lalu diunggah oleh mantan siswa ke akun Facebook.

Dalam video tersebut tampak sang guru memukul pundak dan kepala dua anak muridnya beberapa kali.

Pemukulan itu juga disaksikan murid-murid lainnya. Di lapangan itu tampak barisan siswi yang tengah berdiri, sementara barisan siswa tengah jongkok.

I memang dikenal temperamental tetapi sangat disiplin. Selama ini, I diberi tugas menjadi wakil kepala sekolah menagani bidang kesiswaan.

Namun, belakangan jabatan itu dicopot lantaran kasus menimpanya.

Baca juga: Guru Pukul Murid, Jabatan Wakil Kepala Sekolah Pun Dicopot



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

LPSK Datangi Rumah Korban Pelecehan Seksual di KPI, Kuasa Hukum Sebut Semoga Itu Bisa Jadi Obat Penenang

LPSK Datangi Rumah Korban Pelecehan Seksual di KPI, Kuasa Hukum Sebut Semoga Itu Bisa Jadi Obat Penenang

Megapolitan
Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Ciputat Belum Juga Direlokasi hingga Tenggat Waktu Hari Ini

Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Ciputat Belum Juga Direlokasi hingga Tenggat Waktu Hari Ini

Megapolitan
Video Dugaan Pungli oleh Tukang Parkir di Pasar Induk Kramatjati Viral

Video Dugaan Pungli oleh Tukang Parkir di Pasar Induk Kramatjati Viral

Megapolitan
Lapangan Utama Jakarta International Stadium Mulai Dipasangi Rumput Hybrid

Lapangan Utama Jakarta International Stadium Mulai Dipasangi Rumput Hybrid

Megapolitan
Banggakan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Anies: Dunia Tercengang

Banggakan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Anies: Dunia Tercengang

Megapolitan
Polda Metro Jaya Catat 1,9 Juta Pelanggaran Lalu Lintas di Jakarta Sepanjang 2020

Polda Metro Jaya Catat 1,9 Juta Pelanggaran Lalu Lintas di Jakarta Sepanjang 2020

Megapolitan
Ketahuan Curi Motor di Warakas, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Ketahuan Curi Motor di Warakas, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Megapolitan
Polda Metro Tak Gelar Razia di Jalan Saat Operasi Patuh Jaya karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Polda Metro Tak Gelar Razia di Jalan Saat Operasi Patuh Jaya karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya 2021, Pengguna Knalpot Bising hingga Pebalap Liar Akan Ditindak

Operasi Patuh Jaya 2021, Pengguna Knalpot Bising hingga Pebalap Liar Akan Ditindak

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya Digelar sampai 3 Oktober 2021, Sasar Pelanggar Lalu Lintas hingga Protokol Kesehatan

Operasi Patuh Jaya Digelar sampai 3 Oktober 2021, Sasar Pelanggar Lalu Lintas hingga Protokol Kesehatan

Megapolitan
GOR Rorotan Berganti Nama Jadi GOR Sekda Saefullah, Anies Bagikan Momen Bersama Mendiang

GOR Rorotan Berganti Nama Jadi GOR Sekda Saefullah, Anies Bagikan Momen Bersama Mendiang

Megapolitan
Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

Megapolitan
Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat 'Live' di TikTok hingga Jawaban Polisi

Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat "Live" di TikTok hingga Jawaban Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.