Cerita Petugas Pondok Pengayom Satwa, Menjaga Hewan yang Ditelantarkan hingga Temukan Keluarga Baru

Kompas.com - 15/02/2020, 13:43 WIB
Tukidjo membawa jasad anjing dibungkus kain untuk proses kremasi di Pondok Pengayom Satwa, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019). Selain krematorium di tempat ini terdapat sekitar 700 makam hewan peliharaan serta shelter hewan. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOTukidjo membawa jasad anjing dibungkus kain untuk proses kremasi di Pondok Pengayom Satwa, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019). Selain krematorium di tempat ini terdapat sekitar 700 makam hewan peliharaan serta shelter hewan.

JAKARTA, KOMPAS.COM - Seorang pria berusia paruh baya duduk santai di halaman depan pintu masuk Pondok Pengayom Satwa yang berlokasi di Jl. Harsono RM No.10, RT.9/RW.4, Ragunan, Jakarta Selatan.

Pria itu nampak asyik bermain dengan beberapa ekor anjing dan kucing. Pria bernama Sutopo itu merupakan petugas keamanan di Pondok Pengayom Satwa.

Sutopo sudah bekerja sejak tahun 1992. Lebih dari seperempat abad, dirinya berdedikasi di Pondok Pengayom Satwa.

Baca juga: Kisah Juru Kremasi Hewan di Ragunan, Haru saat Keluarga Lepas Kepergiaan Peliharaannya

“Keluarga saya udah enggak ada kabarnya. Paling sisa adik saya aja, itu juga jarang banget ketemu,” ujar Sutopo.

Sutopo sudah mencintai tempat ini dengan segala hal di dalamnya. Sesekali ia membantu Tukidjo, petugas kremasi sekaligus pemakaman dengan membantu menguburkan jasad hewan.

Tak hanya itu saja, Sutopo juga sesekali membersihkan kandang atau membantu dokter memegangi hewan yang akan dioperasi atau dirawat.

Dalam sebulan, Sutopo hanya menerima upah sebesar Rp 1,8 juta. Selain upah dari yayasan, tak jarang Sutopo juga mendapat uang tips dari tamu pemilik hewan yang datang.

Di Jakarta, Sutopo hidup sebatang kara. Ia belum menikah dan jauh dari kampungnya di Magelang, Jawa Tengah.

Sutopo tak punya tempat tinggal, meski hanya kontrakan.

Sehari-harinya, ia tidur di kursi besi di ruang tunggu atau di pos keamanan di depan Pondok Pengayom Satwa.

Meskipun sudah ditawari untuk tinggal di kamar yang layak oleh yayasan, Sutopo lebih memilih tidur di ruang tunggu Pondok.

“Saya lebih senang tidur di sini, karena saya biasa ditemani sama hewan di sini. Mereka semua sudah saya anggap anak,” ujar Sutopo.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasar Masih Ramai, Camat Kembangan Mengaku Sulit Ajak Warga untuk Physical Distancing

Pasar Masih Ramai, Camat Kembangan Mengaku Sulit Ajak Warga untuk Physical Distancing

Megapolitan
Satu Mahasiswa IPB yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Satu Mahasiswa IPB yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Megapolitan
Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

Megapolitan
Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

Megapolitan
Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

Megapolitan
Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

Megapolitan
51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

Megapolitan
[UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

[UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

Megapolitan
Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

Megapolitan
1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

Megapolitan
Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

Megapolitan
Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X