Sempat Dilarang Mandi, Bocah 10 Tahun Hanyut dan Tewas di Cisadane

Kompas.com - 16/02/2020, 19:41 WIB
Ilustrasi bocah tenggelam. KOMPAS.com/IKA FITRIANAIlustrasi bocah tenggelam.

BOGOR, KOMPAS.com - Seorang bocah laki-laki berinisial MZ (10) meninggal dunia setelah hanyut terseret arus aliran Sungai Cisadane, Minggu (16/2/2020).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Priyatna menjelaskan, peristiwa itu berawal ketika korban sedang asyik bermain di bibir sungai bersama teman-temannya.

"Korban kemudian terseret aliran sungai dan hanyut," kata Priyatna, saat dikonfirmasi.

Baca juga: Bocah Tewas Tenggelam di Kolong Tol Cengkareng Saat Cari Ikan

Saat itu, aliran sungai cukup deras akibat hujan di wilayah hulu.

Setelah mendapatkan informasi itu, masyarakat pun berbondong-bondong mencari MZ dengan menyusuri aliran sungai.

Pencarian terkendala aliran sungai yang cukup deras.

Sekitar dua jam kemudian, warga menemukan MZ yang sudah tidak bernyawa. Titik penemuan bocah malang itu berada sekitar 200 meter dari lokasi hanyut.

Baca juga: Bocah Tewas Usai Pamer Ular Weling, Ini Pelajaran Penting bagi Kita

"Korban ditemukan tersangkut di bebatuan, kami langsung evakuasi," lanjut Priyatna.

Camat Bogor Selatan Hidayatullah mengatakan, sebenarnya warga sudah memperingatkan MZ dan rekan-rekannya untuk tidak bermain di bibir sungai lantaran arus yang deras.

"Tadi ada warga yang sedang mancing sudah melarang, suruh mereka naik. Tapi katanya dia (korban) tetap keukeuh mandi," ujar Hidayatullah.

Baca juga: Terseret Arus Saat Berenang, Bocah Tewas Tenggelam di Kali Palayangan

Atas kejadian itu, Hidayatullah mengimbau kepada para orangtua untuk selalu mengawasi anak-anaknya ketika bermain.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar peristiwa bocah hanyut serupa tidak terulang kembali.

"Setelah ditemukan jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka karena permintaan dari orangtuanya dengan menggunakan mobil ambulans," lanjut dia.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X