Sulap Sirkuit dan Hitungan Politik di Balik Balapan Formula E di Jakarta

Kompas.com - 17/02/2020, 08:12 WIB
Konferensi pers Formula E 2020 di Monas, Jakarta pusat, Jumat (20/9/2019) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIKonferensi pers Formula E 2020 di Monas, Jakarta pusat, Jumat (20/9/2019)


TAK terasa, tiga bulan lagi akan ada sejarah baru terukir di Jakarta: ajang balap internasional formula E akan berlangsung di jalanan Ibu Kota. Formula E adalah balap mobil listrik. Pertama kali digelar pada 2014.

Ada tantangan besar, terutama membangun sirkuit di kawasan cagar budaya Monas (Monumen Nasional). Sungguh pekerjaan luar biasa jelang ajang yang akan dilihat dunia.

Rute balapan

Saya mendatangi kawasan Monas, Jakarta. Saya mendapat informasi pasti soal rencana lintasan sirkuit Formula E yang akan digelar.

Titik start adalah di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Searah jarum jam, kendaraan dengan kecepatan hingga 280 kilometer/jam akan bergerak menuju pintu selatan dekat patung Arjuna Wijaya, lalu masuk ke arah silang Monas bagian selatan.

Ada yang tak biasa di jalur silang Monas sisi selatan ini. Mendekat puncak Monas setinggi 132 meter, jalan aspal halus berganti menjadi jalan batu.

Tentu jalan batu ini tidak bisa digunakan sebagai sirkuit lintasan Formula E. Ada sekitar hampir setengah dari lintasan masih terdiri dari jalan batu yang tentu harus diubah ke Jalan aspal halus standar lintasan formula.

Masalahnya, mungkinkah pekerjaan mengganti jalan diselesaikan dalam waktu 3 bulan?

1 hari dan 45 menit yang menentukan

Acara akan berlangsung satu hari. Balapannya sendiri hanya akan berlangsung 45 menit. Setelah itu apa? Mengubah kembali jalan halus menjadi jalan batu?

Pertanyaan ini saya ajukan kepada penasihat sekaligus juru bicara Formula E Husain Abdullah.

Husain menyampaikan kepada saya, betul jalan batu di sejumlah wilayah Monas akan disulap menjadi jalan aspal standar balap formula.

Lantas, setelah balap selesai apakah jalan halus itu akan kembali dibongkar menjadi jalan batu?

"Semua sudah dalam perhitungan. Dari hasil komitmen dengan pihak penyelenggara Formula, mereka sangat yakin bisa!" ungkap Husain kepada saya di Program AIMAN yang tayang Senin (17/2/2020) pukul 20.00 wib di KompasTV.

Mungkinkah dalam tiga bulan?

Tidak hanya mengubah jalan, penyelenggara juga perlu membangun tribun penonton di kawasan Monas di tengah taman dan pepohonan yang rapat. Rencana yang tidak mudah dan memancing kontroversi masif di depan.

Mungkinkah semua itu akan diselesaikan dalam tiga bulan?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Firli Bahuri: Jumat Tengah Malam, KPK Tangkap Tangan Pelaku Korupsi di Sulsel

Firli Bahuri: Jumat Tengah Malam, KPK Tangkap Tangan Pelaku Korupsi di Sulsel

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Mandiri, 6.644 Perusahaan Daftar hingga Diharapkan Harga Terjangkau

Vaksinasi Covid-19 Mandiri, 6.644 Perusahaan Daftar hingga Diharapkan Harga Terjangkau

Megapolitan
TV hingga Motor Rusak akibat Terendam Banjir Hampir Sepekan, Warga Periuk: Rugi Kira-kira Rp 40 Juta

TV hingga Motor Rusak akibat Terendam Banjir Hampir Sepekan, Warga Periuk: Rugi Kira-kira Rp 40 Juta

Megapolitan
Kala Tunanetra Pedagang Kerupuk Tabrak Truk yang Rampas Jalurnya di Trotoar...

Kala Tunanetra Pedagang Kerupuk Tabrak Truk yang Rampas Jalurnya di Trotoar...

Megapolitan
Gerakan Sayur Gantung, Cara Warga Cilalung Tangsel Bantu Sesama di Tengah Pandemi Covid-19

Gerakan Sayur Gantung, Cara Warga Cilalung Tangsel Bantu Sesama di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Fakta Pengendara Moge yang Dilumpuhkan Paspampres, Terobos Kawasan Ring 1 hingga Dianggap Ancaman

Fakta Pengendara Moge yang Dilumpuhkan Paspampres, Terobos Kawasan Ring 1 hingga Dianggap Ancaman

Megapolitan
Pengendara Moge Terobos Kawasan Ring 1, Disebut Ancaman hingga Dilumpuhkan Paspampres

Pengendara Moge Terobos Kawasan Ring 1, Disebut Ancaman hingga Dilumpuhkan Paspampres

Megapolitan
BMKG: Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

BMKG: Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Megapolitan
Pengusaha Mal Sebut Vaksinasi Covid-19 Mandiri Langkah Awal Kembalikan Tingkat Kunjungan

Pengusaha Mal Sebut Vaksinasi Covid-19 Mandiri Langkah Awal Kembalikan Tingkat Kunjungan

Megapolitan
Kadin DKI Minta Pemerintah Jamin Kemanan dan Kehalalan Vaksin Mandiri

Kadin DKI Minta Pemerintah Jamin Kemanan dan Kehalalan Vaksin Mandiri

Megapolitan
Syahbandar Tanjung Priok Dukung Penerapan GeNose C19 di Pelabuhan

Syahbandar Tanjung Priok Dukung Penerapan GeNose C19 di Pelabuhan

Megapolitan
Kabel di Jalan Barito 1 Semrawut dan Menjuntai ke Jalan, Sopir: Truk Enggak Akan Muat

Kabel di Jalan Barito 1 Semrawut dan Menjuntai ke Jalan, Sopir: Truk Enggak Akan Muat

Megapolitan
Kabel Semrawut dan Menjuntai di Jalan Barito 1 Bakal Dipindahkan ke Bawah Tanah

Kabel Semrawut dan Menjuntai di Jalan Barito 1 Bakal Dipindahkan ke Bawah Tanah

Megapolitan
UPDATE 26 Februari: Bertambah 154 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 7.589

UPDATE 26 Februari: Bertambah 154 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 7.589

Megapolitan
Raih Penghargaan STA, Anies: Kita Berhasil Mengungguli Kota Lainnya di Dunia

Raih Penghargaan STA, Anies: Kita Berhasil Mengungguli Kota Lainnya di Dunia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X