Sulap Sirkuit dan Hitungan Politik di Balik Balapan Formula E di Jakarta

Kompas.com - 17/02/2020, 08:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (19/7/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (19/7/2019).

 

Husain yakin, tapi anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anggara Wicitra tidak yakin.

"Saya sangat tidak yakin bahwa pekerjaan ini bisa selesai dalam waktu 3 bulan," kata Anggara Wicitra yang merupakan cicit dari Mantan Perdana Menteri Indonesia Ali Sastroamidjojo.

Anggara bahkan meminta Gubernur Anies Baswedan membatalkan formula E. Alasannya, banyak prioritas pembangunan di DKI Jakarta yang masih menjadi pekerjaan rumah dan mendesak, seperti pembangunan sekolah yang rusak hingga penanganan banjir.

Saya kembali bertanya, bukankah perhelatan Formula E nanti tidak hanya membawa nama baik Jakarta tapi juga Indonesia?

Anggara menilai itu tidak signifikan karena tidak melibatkan banyak orang Indonesia, atlet misalnya.

Berbeda dengan Anggara, anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra Syarif menampik semua keraguan ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Semua sudah dalam perhitungan baik waktu maupun anggaran. Event ini bisa mengangkat nama Jakarta bahkan Indonesia, selain juga memulai kampanye soal kendaraan listrik!" ungkap Syarif.

Hitung-hitungan politik

Dalam kaca mata politik, ini tidak bisa dipandang hanya sebagai acara balapan mobil. Anies yang kerap digadang-gadang punya peluang besar maju dalam Pilpres mendatang akan mendapat keuntungan besar.

Jika acara berlangsung sukses, nama Anies akan melambung tinggi, mendapat simpati, dan melaju meninggalkan nama-nama pesaingnya.

Sebaliknya, jika pelaksanaannya gagal namanya akan jatuh dan catatan buruk akan melekat rekat.

Kegaduhan di dunia maya antar-para pendukung jagoannya masing-masing bisa kita lihat dalam konteks ini.

Pro kontra soal langkah Pemprov DKI Jakarta menyiapkan acara ini begitu riuh di media sosial, dari yang receh hingga yang substantif.

Lepas dari masalah rencana balap maupun hitung-hitungan politik, yang terpenting adalah sejauh mana masyarakat Indonesia khususnya Jakarta akan mendapat keuntungan dari pelaksanaan Formula E?

Itu adalah jawaban yang paling mendasar dari semua kegaduhan ini.

Saya Aiman Witjaksono...
Salam!

 

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Reaktif Covid-19, 1 Demonstran di Balai Kota Tangsel Diisolasi di Pusat Karantina

Reaktif Covid-19, 1 Demonstran di Balai Kota Tangsel Diisolasi di Pusat Karantina

Megapolitan
Kota Bogor Catat 30 Kematian akibat Covid-19 Hari Ini

Kota Bogor Catat 30 Kematian akibat Covid-19 Hari Ini

Megapolitan
Pengantar Makanan Online Meninggal Dalam Perjalanan, Bungkusan Jus Itu Masih Tergantung di Motor

Pengantar Makanan Online Meninggal Dalam Perjalanan, Bungkusan Jus Itu Masih Tergantung di Motor

Megapolitan
Kebutuhan Plasma Konvalesen Tinggi, PMI Kota Tangerang Siap Jemput Bola ke Kediaman Penyintas Covid-19

Kebutuhan Plasma Konvalesen Tinggi, PMI Kota Tangerang Siap Jemput Bola ke Kediaman Penyintas Covid-19

Megapolitan
Timbulkan Masalah dan Rugikan Masyarakat, Pemkot Bogor Peringati Kontraktor Proyek Rel Ganda Bogor-Sukabumi

Timbulkan Masalah dan Rugikan Masyarakat, Pemkot Bogor Peringati Kontraktor Proyek Rel Ganda Bogor-Sukabumi

Megapolitan
Mobil Ford Mustang 1966 Terbakar di Margaguna Raya, Pondok Indah

Mobil Ford Mustang 1966 Terbakar di Margaguna Raya, Pondok Indah

Megapolitan
Wagub DKI: Pasar Sangat Rentan Terjadi Penularan Covid-19 Dibanding Mal

Wagub DKI: Pasar Sangat Rentan Terjadi Penularan Covid-19 Dibanding Mal

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambar 278, Pasien Dirawat Sebanyak 7.171 Orang

UPDATE 26 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambar 278, Pasien Dirawat Sebanyak 7.171 Orang

Megapolitan
Wagub DKI: Penyaluran Bansos Tunai Sudah Capai 90 Persen

Wagub DKI: Penyaluran Bansos Tunai Sudah Capai 90 Persen

Megapolitan
Viral, Video Seorang Wanita Tipu Pemilik Warung Kelontong di Tambora dan Bawa Kabur Barang

Viral, Video Seorang Wanita Tipu Pemilik Warung Kelontong di Tambora dan Bawa Kabur Barang

Megapolitan
Penimbun Alkes di Jakbar Juga Naikkan Harga Obat Terapi Covid-19 Hampir 19 Kali Lipat

Penimbun Alkes di Jakbar Juga Naikkan Harga Obat Terapi Covid-19 Hampir 19 Kali Lipat

Megapolitan
Demonstran di Balai Kota Tangsel Tuntut agar Satpol PP yang Arogan terhadap Pedagang Ditindak

Demonstran di Balai Kota Tangsel Tuntut agar Satpol PP yang Arogan terhadap Pedagang Ditindak

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Klaim Keterisian RS Menurun, Kini di Angka 65,5 Persen

Wali Kota Bekasi Klaim Keterisian RS Menurun, Kini di Angka 65,5 Persen

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 281 Kasus Baru Covid-19, 515 Pasien Sembuh

UPDATE 26 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 281 Kasus Baru Covid-19, 515 Pasien Sembuh

Megapolitan
Hingga Lusa, Sudah Ada Antrean Jenazah Pasien Covid-19 yang Akan Dikremasi di TPU Tegal Alur

Hingga Lusa, Sudah Ada Antrean Jenazah Pasien Covid-19 yang Akan Dikremasi di TPU Tegal Alur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X