Pemerintah Akan Pulangkan Anak-anak Eks ISIS, Yenny Wahid: Sudah Siap Tampung Mereka?

Kompas.com - 17/02/2020, 16:37 WIB
Yenny Wahid, putri kedua eks Presiden RI Abdurrahman Wahid di FISIP Universitas Indonesia, Senin (17/2/2020). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANYenny Wahid, putri kedua eks Presiden RI Abdurrahman Wahid di FISIP Universitas Indonesia, Senin (17/2/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid mengatakan, dilema soal pemulangan anak-anak eks kombatan ISIS tidak hanya terjadi di Indonesia.

Banyak negara di dunia juga tengah menghadapi dilema yang sama.

Menurut dia, dilema itu terletak pada kewajiban etis negara melindungi anak-anak eks kombatan ISIS yang menjadi korban pilihan orangtuanya.

Lalu, di sisi lain, kata Yenny, negara-negara itu belum punya model deradikalisasi bagi anak-anak yang diduga telah terpapar ide kekerasan selama menahun di ISIS.

Baca juga: Mahfud MD: Pemerintah Tak Ambil Langkah Hukum terhadap WNI Eks ISIS

Maka, tak heran jika sampai saat ini belum ada satu pun negara yang mantap memutuskan pemulangan anak-anak eks kombatan ISIS.

"Pertanyaannya, sudah siap belum menampung mereka?" jelas Yenny kepada wartawan di Balai Poernomo Prawiro, FISIP Universitas Indonesia, Senin (17/2/2020) siang.

"Karena membutuhkan sumber daya yang banyak sekali dan kapasitas yang besar untuk mampu menampung anak-anak eks kombatan ISIS, agar bisa berpikir normal kembali seperti warga negara lainnya," ungkap dia.

Pemerintah Indonesia sudah menyatakan menutup pintu pemulangan 689 WNI eks ISIS.

Menkop Polhukam Mahfud MD menyebut mereka sebagai foreign terrorist fighter (FTF). Berangkat dari cap tersebut, Mahfud berujar bahwa pemerintah tak akan memulangkan teroris.

Namun demikian, pemerintah Indonesia masih membuka kemungkinan pendataan (profiling) lebih detail.

Baca juga: Wapres: WNI Terduga Teroris Pelintas Batas dan Eks ISIS Lepaskan Status Kewarganegaraannya Sendiri

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pak Ogah Tewas Ditusuk di Rel Bandengan, Korban dan Pelaku Disebut Musuh Bebuyutan

Pak Ogah Tewas Ditusuk di Rel Bandengan, Korban dan Pelaku Disebut Musuh Bebuyutan

Megapolitan
Gadis 18 Tahun Tewas Ditabrak Bus di Cipondoh, Kota Tangerang

Gadis 18 Tahun Tewas Ditabrak Bus di Cipondoh, Kota Tangerang

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 16 April 2021

Megapolitan
Kasus Koboi Pengemudi Fortuner Tabrak Pemotor di Duren Sawit Berujung Damai

Kasus Koboi Pengemudi Fortuner Tabrak Pemotor di Duren Sawit Berujung Damai

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 16 April 2021

Megapolitan
Setelah Tak Menjabat Wali Kota, Airin Fokus Kuliah S3 dan Urus Partai Golkar

Setelah Tak Menjabat Wali Kota, Airin Fokus Kuliah S3 dan Urus Partai Golkar

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 16 April 2021

Megapolitan
UPDATE 15 April: Total Ada 10.565 Kasus Covid-19 di Tangsel, 536 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 15 April: Total Ada 10.565 Kasus Covid-19 di Tangsel, 536 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Pemkot Jakpus Rutin Pangkas Pohon demi Cegah Pohon Tumbang

Pemkot Jakpus Rutin Pangkas Pohon demi Cegah Pohon Tumbang

Megapolitan
Pekan Ini, Pemprov DKI Berencana Uji Coba Tahap Pertama Flyover Cakung

Pekan Ini, Pemprov DKI Berencana Uji Coba Tahap Pertama Flyover Cakung

Megapolitan
Alat Bukti Tak Lengkap, Berkas Kasus Video Syur Gisel dan Nobu Belum Rampung

Alat Bukti Tak Lengkap, Berkas Kasus Video Syur Gisel dan Nobu Belum Rampung

Megapolitan
Bantah Sandiaga, Bandara Soekarno-Hatta Belum Akan Terapkan Tes GeNose C19 pada Mei 2021

Bantah Sandiaga, Bandara Soekarno-Hatta Belum Akan Terapkan Tes GeNose C19 pada Mei 2021

Megapolitan
Pesinetron Berinisial JS Ditangkap Polisi karena Tersangkut Kasus Narkoba

Pesinetron Berinisial JS Ditangkap Polisi karena Tersangkut Kasus Narkoba

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X