Batan Lakukan Dekontaminasi Radiasi Nuklir di Perumahan Tangsel Selama 20 Hari

Kompas.com - 17/02/2020, 19:02 WIB
Proses dekontaminasi tanah yang terpapar radiasi radioaktif caesium 137 di lahan kosong kawasan Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu,Tangerang Selatan, Senin (17/2/2020), dihentikan sementara karena hujan. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiProses dekontaminasi tanah yang terpapar radiasi radioaktif caesium 137 di lahan kosong kawasan Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu,Tangerang Selatan, Senin (17/2/2020), dihentikan sementara karena hujan.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapetan) masih melakukan pemeriksaan terhadap tanah yang terpapar radiasi nuklir dengan jenis radioaktif Caesium 137 di lahan kosong kawasan Perunahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan.

Rencananya proses dekontaminasi tersebut dilakukan dalam waktu 20 hari dihitung dari lima hari lalu.

"Saat ini memang, prediksi kita 20 hari. Kalau bisa diselesaikan di bawah 20 hari alhamdulillah. Ini sekarang hari ke lima," kata Kepala Hukum Humas dan Kerjasama Batan Heru Umbara di Perumahan Batan Indah, Senin (17/2/2020).

Baca juga: Hujan Guyur Lokasi Radiasi Nuklir di Perumahan Batan Indah, Proses Dekontaminasi Dihentikan Sementara

Sementara Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan berharap pemulihan daerah terpapar radioaktif bisa kurang dari 20 hari setelah adanya bantuan alat berat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel dalam proses dekontaminasi.

"Prosesnya kalo statement dari tim Batan itu 20 hari tapi kita sudah dapat bantuan dari Pemda Tangsel jadi sekarang mudah mudahan tidak sampai 20 hari," katanya.

Terkait dugaan adanya oknum yang tak bertanggung jawab membuang radioaktif tersebut, Indra mengaku sedang melakukan investigasi.

"Asal usul (radioaktif) masih kita lakukan investigasi, belum diketahui asal usulnya," tutupnya.

Temuan radiasi nuklir itu bermula pada akhir Januari lalu saat Bapeten mencoba alat pendeteksi radiasi yang baru dibeli.

Baca juga: Batan Bentuk Tim Bersihkan Radiasi Nuklir di Perumahan Batan Indah

Uji coba meliputi wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong, pada 30 dan 31 Januari 2020.

Saat alat itu dibawa ke kompleks Perumahan Batan Indah, muncul indikasi adanya radiasi di lokasi itu.

Di kawasan Serpong memang ada reaktor nuklir skala kecil. Anehnya, di sekitar reaktor itu tidak ada indikasi radiasi. Indikasi radiasi justru muncul di perumahan warga yang letaknya tiga kilometer dari rekator.

Bapeten akhirnya menemukan benda-benda yang pernah berhubungan dengan produk nulir terkubur di sebuah tanah kosong di sela-sela rumah penduduk di Perumahan Batan Indah itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X