Ketua PA 212 Mengaku Rumahnya Dilempari Batu oleh Orang Tak Dikenal

Kompas.com - 18/02/2020, 11:52 WIB
Sisa-sisa pelemparan batu terhadap kediaman Ketua Umum Presidium Alumni 212, Slamet Maarif di bilangan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (18/2/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANSisa-sisa pelemparan batu terhadap kediaman Ketua Umum Presidium Alumni 212, Slamet Maarif di bilangan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (18/2/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, mengaku rumahnya di Jalan Gatotkaca, Cimanggis, Depok, Jawa Barat dilempari batu oleh orang tak dikenal pada Selasa (18/2/2020) dini hari.

"Dilempari dua buah batu yang cukup besar yang menyebabkan kaca jendela rumah hancur," kata Slamet dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Selasa pagi.

Dalam keterangan itu, ia menyebut bahwa peristiwa pelemparan tersebut terjadi dua kali secara terpisah.

"Dini hari sekitar jam 03.00 dilempar 2 buah batu yang cukup besar menyebabkan kaca jendela rumah hancur. Pelaku 2 orang mengendarai motor berwarna putih, menurut kesaksian tetangga," ujar Slamet.

Baca juga: PA 212 Klaim Dapat Izin Anies Selenggarakan Reuni Akbar di Monas, DKI Bilang Masih Akan Dibahas

"Tidak berapa lama teror kembali terjadi ketika (Slamet) sedang jamaah subuh di masjid, mereka kembali lagi dan melempar 2 batu bata ke arah pintu," tambah dia dalam keterangan itu.

Slamet menengarai, pelemparan batu itu merupakan teror sehubungan dengan rencana aksi antikorupsi yang rencananya diadakan PA 212 pada Jumat mendatang.

Ketika berita ini disusun, jajaran Polsek Cimanggis, Depok, tengah memantau keadaan di sekitar rumah Slamet.

Dari pantuan Kompas.com pada Selasa siang di kediaman Slamet, kaca jendela yang pecah masih teronggok di garasi rumah. Jendela yang sempat pecah sudah diperbaiki.

Baca juga: Ahok Jadi Komisaris Pertamina, PA 212: Tidak Masalah...

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah 18 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh di RSPI Sulianti Saroso

Sudah 18 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh di RSPI Sulianti Saroso

Megapolitan
Sempat Jadi PDP, Status Dokter Tirta Turun Jadi ODP

Sempat Jadi PDP, Status Dokter Tirta Turun Jadi ODP

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Komplotan Pengedar Sabu Seberat 11,1 Kilogram

Kronologi Penangkapan Komplotan Pengedar Sabu Seberat 11,1 Kilogram

Megapolitan
Sudinsos Jakbar Pastikan Stok Pangan Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk Terpenuhi Selama Isolasi

Sudinsos Jakbar Pastikan Stok Pangan Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk Terpenuhi Selama Isolasi

Megapolitan
RSPI Sulianti Saroso Isolasi 25 Pasien, 15 Positif, 2 PDP Meninggal Dunia

RSPI Sulianti Saroso Isolasi 25 Pasien, 15 Positif, 2 PDP Meninggal Dunia

Megapolitan
UPDATE: 36 Orang Positif Covid-19 dan 1 Sembuh di Bekasi

UPDATE: 36 Orang Positif Covid-19 dan 1 Sembuh di Bekasi

Megapolitan
Wali Kota Minta Perkantoran di Depok Terapkan Kerja dari Rumah sampai 11 April

Wali Kota Minta Perkantoran di Depok Terapkan Kerja dari Rumah sampai 11 April

Megapolitan
Politisi PDI-P Nilai Lockdown Belum Perlu Diterapkan di Jakarta

Politisi PDI-P Nilai Lockdown Belum Perlu Diterapkan di Jakarta

Megapolitan
Depok Belum Dapat Restu Pemprov Jawa Barat untuk Local Lockdown

Depok Belum Dapat Restu Pemprov Jawa Barat untuk Local Lockdown

Megapolitan
14 RW di Kelurahan Pondok Kelapa Batasi Akses Keluar Masuk Lingkungan

14 RW di Kelurahan Pondok Kelapa Batasi Akses Keluar Masuk Lingkungan

Megapolitan
Ini Peran Tiga Tersangka Penyebar Hoaks Covid-19 di Food Street Kelapa Gading

Ini Peran Tiga Tersangka Penyebar Hoaks Covid-19 di Food Street Kelapa Gading

Megapolitan
Bekasi Tetapkan Status Siaga Bencana Covid-19, Apa Dampaknya Bagi Warga?

Bekasi Tetapkan Status Siaga Bencana Covid-19, Apa Dampaknya Bagi Warga?

Megapolitan
Enam Penyelundup 11,1 Kilogram Sabu Beraksi di Tengah Sepinya Jakarta karena Covid-19

Enam Penyelundup 11,1 Kilogram Sabu Beraksi di Tengah Sepinya Jakarta karena Covid-19

Megapolitan
Lebih Besar dari Angka Kematian Nasional, 283 Jenazah di DKI Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Lebih Besar dari Angka Kematian Nasional, 283 Jenazah di DKI Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
3 Penyebar Hoaks Terkait Covid-19 di Jakarta Utara Ditangkap

3 Penyebar Hoaks Terkait Covid-19 di Jakarta Utara Ditangkap

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X