Cegah Banjir Saat Hujan Deras, Sudin SDA Jaktim Kuras Saluran Air di Utan Kayu

Kompas.com - 18/02/2020, 12:42 WIB
Petugas SDA Jakarta Timur saat menguras saluran air di wilayah RW 010, Kelurahan Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur, Senin (17/2/2020). Dokumentasi Kominfotik Jakarta TimurPetugas SDA Jakarta Timur saat menguras saluran air di wilayah RW 010, Kelurahan Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur, Senin (17/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur menguras dan membersihkan saluran air di wilayah RW 010, Kelurahan Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur.

Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut usulan warga setempat pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Utan Kayu Utara tahun 2020.

Adapun kondisi saluran air tersebut sebelumnya sudah penuh sedimentasi dan menjadi dangkal.

Baca juga: Warga Paling Banyak Usulkan Perbaikan Saluran Air saat Musrenbang Kelurahan Cipinang Muara

Sehingga kerap menimbulkan genangan hingga banjir di wilayah RW 010 saat hujan deras.

Kepala Satuan Pelayanan SDA Kecamatan Matraman Jeri Widian mengatakan, sebanyak 10 petugas dikerahkan untuk menguras saluran air sejak Senin (17/2/2020) kemarin.

"Kita langsung tindaklanjut usulan warga dalam Musrenbang Kelurahan Utan Kayu Utara, yang kita teruskan tahun 2020," kata Jeri dalam keterangannya, Selasa (18/2/2020).

Menurut Jeri, pengurasan saluran air itu merupakan tindakan preventif atau pencegahan, sebab jika hujan deras turun, menimbulkan genangan di sekitar saluran air.

"Kita langsung tindaklanjuti agar genangan pada saat hujan tidak terjadi lagi, sehingga warga merasa lebih nyaman dan aktivitas tidak terganggu," ujar Jeri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Megapolitan
Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Megapolitan
Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Megapolitan
17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

Megapolitan
Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Megapolitan
Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Megapolitan
Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X