Wanita yang Gugurkan Kandungan di Klinik Paseban Umumnya Berusia di Bawah 24 Tahun

Kompas.com - 18/02/2020, 13:53 WIB
Klinik aborsi di Jalan Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2020). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAKlinik aborsi di Jalan Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, sebagian besar pasien yang mendatangi klinik aborsi di Paseban, Jakarta Pusat, merupakan perempuan yang hamil di luar nikah.

Menurut Yusri, para perempuan yang hamil di luar nikah itu diperkirakan berusia di bawah 24 tahun.

"(Usia) masa-masa produktif ya, bisa jadi mulai 24 ke bawah karena hamil di luar nikah. Mereka belum nikah tetapi sudah hamil," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020).

Baca juga: Praktik Aborsi Ilegal di Paseban Libatkan 50 Bidan, Janin Dihancurkan Pakai Bahan Kimia

Saat ini, lanjut Yusri, polisi masih mendalami kemungkinan adanya pasien aborsi yang meninggal dunia pascamenggugurkan janin. Pasalnya, para pasien melakukan aborsi di tempat yang tidak steril.

"Kami susuri pasien sebanyak 903 orang karena hampir semua enggak ada data lengkap, hanya kartu saja dengan identitas nama dan umur. Ini masih kami dalami ya (kemungkinan adanya pasien yang meninggal dunia)," ungkap Yusri.

Polda Metro Jaya mengungkap keberadaan klinik aborsi ilegal di daerah Paseban, Jakarta Pusat pada 11 Februari 2020. Awalnya polisi tangkap tiga tersangka yakni MM alias Dokter A, RM, dan SI.

Selanjutnya, polisi kembali mengamankan tiga bidan. Ketiganya juga sudah berstatus tersangka terkait praktik aborsi ilegal itu.

Baca juga: Begini Cara Promosi Klinik Aborsi Ilegal di Paseban yang Libatkan Bidan dan Calo

Polisi kini masih memburu keberadaan seorang dokter berinisial S dan 47 bidan yang turut mempromosikan praktik aborsi ilegal di Klinik Paseban itu.

Klinik aborsi ilegal itu meraup keuntungan hingga Rp 5,5 miliar selama beroperasi sejak 21 bulan lalu. Sedikitnya 1.632 pasien telah mendatangi klinik aborsi ilegal itu dengan rincian 903 pasien telah menggugurkan janinnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasar Masih Ramai, Camat Kembangan Mengaku Sulit Ajak Warga untuk Physical Distancing

Pasar Masih Ramai, Camat Kembangan Mengaku Sulit Ajak Warga untuk Physical Distancing

Megapolitan
Satu Mahasiswa IPB yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Satu Mahasiswa IPB yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Megapolitan
Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

Megapolitan
Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

Megapolitan
Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

Megapolitan
Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

Megapolitan
51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

Megapolitan
[UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

[UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

Megapolitan
Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

Megapolitan
1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

Megapolitan
Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

Megapolitan
Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X