Kompas.com - 18/02/2020, 14:06 WIB
Kepala Hukum Humas dan Kerjasama Batan Heru Umbara mengatakan, telah menyerahkan barang bukti yang merupakan hasil penelitian temuan radiasi nuklir dengan jenis radioaktif caesium 137 untuk di lahan kosong kawasan Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan. Penyerahan barang bukti tersebut guna mengetahui asal mula kemuncukan radiasi tersebut. Hal tersebut dikatakan di lokasi, Selasa (18/2/2020). KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiKepala Hukum Humas dan Kerjasama Batan Heru Umbara mengatakan, telah menyerahkan barang bukti yang merupakan hasil penelitian temuan radiasi nuklir dengan jenis radioaktif caesium 137 untuk di lahan kosong kawasan Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan. Penyerahan barang bukti tersebut guna mengetahui asal mula kemuncukan radiasi tersebut. Hal tersebut dikatakan di lokasi, Selasa (18/2/2020).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) telah menyerahkan barang bukti yang merupakan hasil penelitian temuan radiasi nuklir dengan jenis radioaktif caesium-137 untuk di lahan kosong kawasan Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan.

Penyerahan barang bukti dilakukan guna mengetahui bagaimana proses kemuncukan radiasi tersebut.

"Sudah diberikan semua. Seluruh barang bukti namanya sekarang sudah menjadi kewenangan kepolisian," kata Kepala Hukum Humas dan Kerjasama Batan Heru Umbara di lokasi, Selasa (18/2/2020).

Baca juga: Fakta Baru Pembersihan Radioaktif di Tangsel, Periksa Kesehatan 9 Warga hingga Paparan Radiasi Menurun

Heru menjelaskan, selain hasil deteksi dari dekontaminasi yang telah diperiksa di laboratorium, Batan juga menyerahkan identitas seorang yang menemukan titik radiasi radioaktif caesium-137 di lokasi.

"Iya termasuk. Semuanya jadi proses penyelidikan administrasi juga sudah. Artinya, misal, ada semacam introgasi juga sudah," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Heru tak dapat menjelaskan lebih lanjut terkait penyelidikan yang nantinya akan dilakukan oleh Kepolisian dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

Baca juga: Alasan Polri Turunkan Gegana Selidiki Limbah Radioaktif di Tangsel

"Saya tidak bisa sampaikan disini. Saya pun tidak tahu (kelanjutannya). Jadi kami dari humas cuma dikasih tau bahwa kalau itu (hasil penyelidikan) sudah keluar, kami sama seperti kalian, mendengarkan juga dari Bapeten dan teman Kepolisian yang menyampaikannya," ucapnya.

Temuan radiasi nuklir itu bermula pada akhir Januari lalu saat Bapeten mencoba alat pendeteksi radiasi yang baru dibeli.

Uji coba meliputi wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong, pada 30 dan 31 Januari 2020.

Baca juga: Airin Bakal Rapat dengan Menristek Bahas Radiasi Nuklir di Batan Indah

Saat alat itu di bawa ke kompleks Perumahan Batan Indah, muncul indikasi adanya radiasi di lokasi itu.

Di kawasan Serpong memang ada reaktor nuklir skala kecil. Anehnya, di sekitar reaktor itu tidak ada indikasi radiasi. Indikasi radiasi justru muncul di perumahan warga yang letaknya tiga kilometer dari rekator.

Bapenten akhirnya menemuka benda-benda yang pernah berhubungan dengan produk nulir terkubur di sebuah tanah kosong di sela-sela rumah penduduk di Perumahan Batan Indah itu.

Setelah melakukan proses pemeriksaan di titik tersebut, Bapeten menduga kalau keberadaan radiasi radioaktif caesium-137 tersebut dibuah oleh oknum yang tak bertanggung jawab.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pungutan Bansos Tunai di Cimanggis Depok Disebut untuk Bantu Warga yang Tak Masuk Daftar Penerima

Pungutan Bansos Tunai di Cimanggis Depok Disebut untuk Bantu Warga yang Tak Masuk Daftar Penerima

Megapolitan
Pungli BST Rp 600.000 di Depok, Warga Mengaku Diminta Rp 400.000

Pungli BST Rp 600.000 di Depok, Warga Mengaku Diminta Rp 400.000

Megapolitan
16 Kg Sabu Diselundupkan lewat Pengiriman Patung dari Afrika, Polisi Tangkap 2 Tersangka

16 Kg Sabu Diselundupkan lewat Pengiriman Patung dari Afrika, Polisi Tangkap 2 Tersangka

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Transjakarta Lakukan Penyesuaian Jumlah Operasional Armada

PPKM Level 4 Diperpanjang, Transjakarta Lakukan Penyesuaian Jumlah Operasional Armada

Megapolitan
Babak Belur karena Pandemi Covid-19, Pengusaha Warteg: Mau sampai Kapan PPKM Level 4?

Babak Belur karena Pandemi Covid-19, Pengusaha Warteg: Mau sampai Kapan PPKM Level 4?

Megapolitan
Temukan Pungli Parkir di Jakarta, Adukan ke Nomor Ini

Temukan Pungli Parkir di Jakarta, Adukan ke Nomor Ini

Megapolitan
Anggaran Pengadaan Bahan Pakaian DPRD Kota Tangerang 2021 Capai Rp 675 Juta, Naik Dua Kali Lipat dari 2020

Anggaran Pengadaan Bahan Pakaian DPRD Kota Tangerang 2021 Capai Rp 675 Juta, Naik Dua Kali Lipat dari 2020

Megapolitan
Rumah Warga di Ciracas yang Roboh Akan Dibangun Lagi, Fondasi Digeser dari Bibir Kali

Rumah Warga di Ciracas yang Roboh Akan Dibangun Lagi, Fondasi Digeser dari Bibir Kali

Megapolitan
Fakta Kasus Dugaan Penipuan oleh Anak Akidi Tio yang Sempat Ditangani Polda Metro

Fakta Kasus Dugaan Penipuan oleh Anak Akidi Tio yang Sempat Ditangani Polda Metro

Megapolitan
WNA Vaksin Pakai NIK Warga Bekasi, Dukcapil Duga Petugas Salah Ketik

WNA Vaksin Pakai NIK Warga Bekasi, Dukcapil Duga Petugas Salah Ketik

Megapolitan
Kriteria Pasien Covid-19 yang Bisa Dirawat di Rumah Oksigen Gotong Royong

Kriteria Pasien Covid-19 yang Bisa Dirawat di Rumah Oksigen Gotong Royong

Megapolitan
Bangunan Ringkih dan Berada di Bibir Kali, Satu Rumah di Ciracas Roboh

Bangunan Ringkih dan Berada di Bibir Kali, Satu Rumah di Ciracas Roboh

Megapolitan
Imbas PPKM Level 4 Diperpanjang, 75 Persen Pengusaha Warteg Diprediksi Bakal Bangkrut

Imbas PPKM Level 4 Diperpanjang, 75 Persen Pengusaha Warteg Diprediksi Bakal Bangkrut

Megapolitan
Dukcapil Pastikan Lee In Wong yang Vaksin Pakai NIK Warga Bekasi adalah WNA

Dukcapil Pastikan Lee In Wong yang Vaksin Pakai NIK Warga Bekasi adalah WNA

Megapolitan
Pemkot Tindak 2 Bimbel di Jakbar yang Beroperasi Saat PPKM

Pemkot Tindak 2 Bimbel di Jakbar yang Beroperasi Saat PPKM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X