3 Pencuri Modus Geser Tas di Restoran Ditangkap, Beraksi Sampai Malaysia dan Singapura

Kompas.com - 18/02/2020, 18:29 WIB
Polisi menangkap sindikat pencuri lintas negara Indonesia, Malaysia, dan Singapura dengan modus menggeser tas korban dan membawa lari. Foto diambil saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAPolisi menangkap sindikat pencuri lintas negara Indonesia, Malaysia, dan Singapura dengan modus menggeser tas korban dan membawa lari. Foto diambil saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap sindikat pencuri lintas negara Indonesia, Malaysia, dan Singapura dengan modus menggeser tas korban dan membawa lari.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, sindikat pencuri yang terdiri dari tiga tersangka itu biasa beraksi di restoran atau kafe.

"Pelaku ini pencurian lintas negara, bukan cuma di Indonesia, mereka melakukan di Singapura dan Malaysia dengan modus yang sama," ujar Yusri dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020).

Baca juga: BNN Temukan Sekitar 1 Ton Ganja Saat Gerebek Pool Truk di Bambu Apus

Yusri mengatakan, masing-masing tersangka berinisial PA, RH, dan HAY. Ketiganya merupakan warga negara Indonesia.

Ketiganya memiliki peran berbeda-beda saat menjalankan aksinya.

Tersangka PA berperan mengambil barang korban yang tengah makan di restoran. Sementara tersangka RH berusaha mengalihkan perhatian korban.

"HAY berperan memasukan barang (korban) kemudian memasukan barang ke dalam tas yang lebih besar dan membawa pergi," ungkap Yusri.

Baca juga: 50 Kg Ganja Asal Aceh Lolos Sampai Tangerang, Granat: Polda dan BNN se-Sumatera Kecolongan

Saat ini, kata Yusri, polisi masih mendalami dugaan keterkaitan sindikat pencuri tersebut dengan sindikat pencuri lainnya.

"Memang sejak tahun 2015 sering melakukan (pencurian) di Malaysia dan Singapura. Kami masih mendalami kemungkinan adanya kelompok lain," ungkap Yusri.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 5 tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantau Langsung Operasi Yistisi di Bogor, Kapolda Jabar Lihat Masih Banyak Warga Tak Pakai Masker

Pantau Langsung Operasi Yistisi di Bogor, Kapolda Jabar Lihat Masih Banyak Warga Tak Pakai Masker

Megapolitan
Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI soal Kebijakan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang Berubah-ubah

Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI soal Kebijakan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang Berubah-ubah

Megapolitan
Seorang Pria yang Bawa Sabu Ditangkap Saat Operasi Yustisi

Seorang Pria yang Bawa Sabu Ditangkap Saat Operasi Yustisi

Megapolitan
PHRI Ajak Pengusaha agar Bersedia Hotelnya Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

PHRI Ajak Pengusaha agar Bersedia Hotelnya Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Megapolitan
Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Megapolitan
Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Megapolitan
Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Megapolitan
PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

Megapolitan
Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Megapolitan
Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Megapolitan
Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Megapolitan
3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

Megapolitan
Wagub DKI: Aparat Pengawas PSBB 20.000 Tak Sebanding dengan 11 Juta Warga Jakarta

Wagub DKI: Aparat Pengawas PSBB 20.000 Tak Sebanding dengan 11 Juta Warga Jakarta

Megapolitan
Tersangka Pelecehan dan Pemerasan di Bandara Soetta Ditangkap Saat Bersama Istri

Tersangka Pelecehan dan Pemerasan di Bandara Soetta Ditangkap Saat Bersama Istri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X