Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Kompas.com - 18/02/2020, 19:43 WIB
Polisi menggerebek praktik home industry (industri rumahan) kosmetik ilegal di kawasan Depok, Jawa Barat. Foto diambil saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAPolisi menggerebek praktik home industry (industri rumahan) kosmetik ilegal di kawasan Depok, Jawa Barat. Foto diambil saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pelaku industri rumahan kosmetik ilegal di Depok memproduksi kosmetik hanya berdasarkan pengalaman.

Dua tersangka yang ditangkap, yakni NK dan MF, merupakan mantan pegawai perusahaan kosmetik di Jakarta.

Tersangka NK merupakan lulusan fakultas Kimia di salah satu universitas di Jakarta.

"Kosmetik dibuat tanpa ukuran, hanya berdasar pengalaman kerja di salah satu perusahaan kosmetik," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020).

Baca juga: Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Sementara itu, Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Kresno Wisnu Putranto mengatakan, para tersangka mengetahui bahan pembuatan kosmetik saat bekerja di perusahaan kosmetik.

Selanjutnya, mereka membeli bahan-bahan dasar pembuatan kosmetik dari toko bahan kimia di Jakarta.

"Jadi, mereka sebenarnya tahu bahan bahan apa yang digunakan, cuma bahan-bahan yang digunakan itu kan tetap ada takarannya. Dari takaran yang sudah dibuat itu kan harusnya diuji di BPOM, apakah ini sudah layak atau belum," ungkap Kresno.

"Untuk bahan (dasar produksi kosmetik), sementara ini kami masih melakukan uji laboratorium dan hasilnya belum keluar. Sementara yang sudah jelas tindak pidananya adalah mengedarkan kosmetik tanpa izin edar," lanjutnya.

Baca juga: Industri Kosmetik Ilegal di Depok Raup Keuntungan Rp 200 Juta Per Bulan

Hasil pemeriksaan, kosmetik ilegal tersebut diedarkan ke toko kosmetik dan dokter kulit di klinik kecantikan di wilayah Jakarta.

Kosmetik itu diedarkan tanpa nama. Nantinya, toko kosmetik yang akan memberi nama atau merk pada kosmetik itu.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Reaktif Covid-19, 3 Polisi dan 2 PHL Polsek Kemayoran Langsung Jalani Swab Test

Reaktif Covid-19, 3 Polisi dan 2 PHL Polsek Kemayoran Langsung Jalani Swab Test

Megapolitan
Dulu Gunakan Toa untuk Peringatan Dini Banjir, Anies: Kenapa Kita Pakai Alat Ini?

Dulu Gunakan Toa untuk Peringatan Dini Banjir, Anies: Kenapa Kita Pakai Alat Ini?

Megapolitan
Viral Video Warga Berkerumun Kepung Sepasang Pencuri di Cengkareng

Viral Video Warga Berkerumun Kepung Sepasang Pencuri di Cengkareng

Megapolitan
Hasil Swab Test Keluar, Tujuh Pegawai BNN Kota Jakarta Utara Positif Covid-19

Hasil Swab Test Keluar, Tujuh Pegawai BNN Kota Jakarta Utara Positif Covid-19

Megapolitan
Satu Polisi Positif Covid-19, Anggota dan Pegawai Polsek Kemayoran Jalani Rapid Test

Satu Polisi Positif Covid-19, Anggota dan Pegawai Polsek Kemayoran Jalani Rapid Test

Megapolitan
Sedang Ada Upacara Pembebasan Lahan Sengketa, Kantor Kecamatan Pinang Digeruduk Massa

Sedang Ada Upacara Pembebasan Lahan Sengketa, Kantor Kecamatan Pinang Digeruduk Massa

Megapolitan
Hadi Pranoto Siap Penuhi Panggilan Polisi atas Kasus Video Klaim Obat Covid-19

Hadi Pranoto Siap Penuhi Panggilan Polisi atas Kasus Video Klaim Obat Covid-19

Megapolitan
Tunggu Hasil Swab Test, 85 Pengurus Rumah Ibadah di Cilincing Tak Wajib Isolasi Mandiri

Tunggu Hasil Swab Test, 85 Pengurus Rumah Ibadah di Cilincing Tak Wajib Isolasi Mandiri

Megapolitan
Lapor Balik ke Polisi, Hadi Pranoto Tuduh Muannas Lakukan Pencemaran Nama Baik

Lapor Balik ke Polisi, Hadi Pranoto Tuduh Muannas Lakukan Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
Cerita Pasien Covid-19, Terinfeksi Setelah Protokol Kesehatan Kendur

Cerita Pasien Covid-19, Terinfeksi Setelah Protokol Kesehatan Kendur

Megapolitan
Pemprov DKI Optimistis Ekonomi Jakarta Segera Pulih

Pemprov DKI Optimistis Ekonomi Jakarta Segera Pulih

Megapolitan
Sopir Meninggal Saat Mengemudi, Truk Tabrak Pembatas Jalan di Cakung

Sopir Meninggal Saat Mengemudi, Truk Tabrak Pembatas Jalan di Cakung

Megapolitan
Siap-siap, Tak Pakai Masker Berulang Kali Bisa Kena Sanksi Menyapu Jalan Seharian

Siap-siap, Tak Pakai Masker Berulang Kali Bisa Kena Sanksi Menyapu Jalan Seharian

Megapolitan
PMI: Stok Plasma Darah Masih Mencukupi Permintaan RS Covid-19

PMI: Stok Plasma Darah Masih Mencukupi Permintaan RS Covid-19

Megapolitan
Apakah Ganjil Genap Bisa Mengerem Mobilitas Warga? Ini Jawaban Pemprov DKI

Apakah Ganjil Genap Bisa Mengerem Mobilitas Warga? Ini Jawaban Pemprov DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X