Pemkot Tangerang Akui Tak Bisa Apa-apa Terkait Temuan Terminal Bayangan Pengiriman Ganja

Kompas.com - 19/02/2020, 17:48 WIB
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat ditemui di UPTD Kendaraan Bermotor Jalan Daan Mogot Kota Tangerang, Rabu (19/2/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOWali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat ditemui di UPTD Kendaraan Bermotor Jalan Daan Mogot Kota Tangerang, Rabu (19/2/2020)

TANGERANG, KOMPAS.com - Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang tak bisa melakukan apa-apa terkait terminal bayangan yang digunakan untuk pengiriman ganja di Cikokol, Kota Tangerang.

Pasalnya, kata Arief, penataan dan pengoperasian terminal yang digunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) adalah kewenangan Pemerintah Pusat.

"Terminal bayangan dari bus antar kota, bus antar kota kewenangan Pemerintah Pusat. Kami enggak bisa apa-apa," kata dia saat ditemui Kompas.com di UPTD Kendaraan Bermotor Jalan Daan Mogot Kota Tangerang, Rabu (19/2/2020).

Baca juga: Hari Keempat Banjir di Periuk Tangerang, Air Semakin Tinggi, Pemkot Hanya Bisa Berdoa

Dengan adanya terminal bayangan di Cikokol sebagai tempat pengiriman ganja, Arief mengaku hanya bisa bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk lebih giat melakukan sweeping.

"Kami sedang bekerja sama dari pihak kepolisian untuk lakukan sweeping," tutur dia.

Dia juga meminta Pemerintah Pusat untuk membenahi terminal bayangan untuk bus AKAP. Dia meminta Pemerintah Pusat untuk memperketat pengawasan di terminal bayangan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Baca juga: Ditanya soal Penanggulangan Banjir, Wakil Wali Kota Tangerang: Kita Berdoa

"Termasuk terminal bayangan kan dia AKAP, yang harus melakukan pengawasan kan Pemerintah Pusat. Karena bus AKAP kewenangan Pemerintah Pusat," kata dia.

Adapun sebelumnya, 50 paket ganja asal Aceh dengan berat masing-masing 1 kilogram disita dalam penggerebekan di Kota Tangerang.

Kepala Bidang Brantas Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten Kombes Jimmy Suatan mengatakan penggerebekan tersebut terjadi di terminal bayangan Po Bus Telaga Indah Jalan Jenderal Sudirman Cikokol Tangerang.

"(Penggerebekan) sekitar pukul 10.15 WIB," kata dia melalui sambungan telepon, Selasa (18/2/2020).

Dari penggerebekan tersebut, polisi menahan dua tersangka dan barang bukti empat keranjang buah berisi 50 paket ganja.

Dia mengatakan, 50 bungkus barang haram tersebut dikirim dari Aceh.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin Davnie Berencana Habiskan Waktu dengan Memancing

Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin Davnie Berencana Habiskan Waktu dengan Memancing

Megapolitan
Video Bocah di Bekasi Meraung-raung karena Dipukuli gara-gara Tak Kerjakan PR Viral di Medsos

Video Bocah di Bekasi Meraung-raung karena Dipukuli gara-gara Tak Kerjakan PR Viral di Medsos

Megapolitan
Kemenhub Tetap Proses Usulan Trase LRT Velodrome-Klender dari Anies meski Tak Sesuai Perpres

Kemenhub Tetap Proses Usulan Trase LRT Velodrome-Klender dari Anies meski Tak Sesuai Perpres

Megapolitan
Nasib Korban Gusuran di Cilincing, Terpaksa Angkat Kaki Pindah ke Kampung Sebelah

Nasib Korban Gusuran di Cilincing, Terpaksa Angkat Kaki Pindah ke Kampung Sebelah

Megapolitan
Anggaran Pembangunan Sekolah Baru Hanya Rp 3,8 M, sedangkan RKT DPRD DKI Rp 888 M

Anggaran Pembangunan Sekolah Baru Hanya Rp 3,8 M, sedangkan RKT DPRD DKI Rp 888 M

Megapolitan
Kasudin Pendidikan Wilayah I Jaktim Meninggal akibat Covid-19, Kantor Ditutup 3 Hari

Kasudin Pendidikan Wilayah I Jaktim Meninggal akibat Covid-19, Kantor Ditutup 3 Hari

Megapolitan
Bocah 11 Tahun Dicabuli dan Dipaksa Nonton Video Porno di Rumah Ibadah

Bocah 11 Tahun Dicabuli dan Dipaksa Nonton Video Porno di Rumah Ibadah

Megapolitan
Alasan Idris Tampil Virtual di Debat Terakhir Pilkada Depok meski Sudah Negatif Covid-19

Alasan Idris Tampil Virtual di Debat Terakhir Pilkada Depok meski Sudah Negatif Covid-19

Megapolitan
Simulasi Penanganan Banjir di Cililitan, Posko Pengungsi Positif Covid-19 Dipisah

Simulasi Penanganan Banjir di Cililitan, Posko Pengungsi Positif Covid-19 Dipisah

Megapolitan
Debat Terakhir Pilkada Depok, Idris Tampil Virtual walau Sudah Negatif Covid-19

Debat Terakhir Pilkada Depok, Idris Tampil Virtual walau Sudah Negatif Covid-19

Megapolitan
Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Sara Ingin Dirikan SLB di Tangsel

Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Sara Ingin Dirikan SLB di Tangsel

Megapolitan
Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan Ditangkap, Polisi: Motifnya untuk Menyebarkan Saja

Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan Ditangkap, Polisi: Motifnya untuk Menyebarkan Saja

Megapolitan
Pemkot Jaksel Dapat CSR 8.000 Liter Cat untuk Genteng Rumah di Sekitar Flyover Tapal Kuda

Pemkot Jaksel Dapat CSR 8.000 Liter Cat untuk Genteng Rumah di Sekitar Flyover Tapal Kuda

Megapolitan
Bentrok Pengemudi Ojol dan Dishub di Bulungan akibat Pentil Motor Dicabut Berakhir Damai

Bentrok Pengemudi Ojol dan Dishub di Bulungan akibat Pentil Motor Dicabut Berakhir Damai

Megapolitan
Ini Alasan Sara Bersedia Maju di Pilkada Tangsel 2020

Ini Alasan Sara Bersedia Maju di Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X