Tinjau Lokasi Radiaksi Nuklir, Ketua DPRD Tangsel Bakal Panggil Batan dan Bapetan

Kompas.com - 19/02/2020, 19:18 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan, Abdul Rasyid turut meninjau lokasi titik radiasi nuklir dengan jenis radioaktif ceasium 137 di kawasan Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan, Rabi (19/2/2020). KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiKetua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan, Abdul Rasyid turut meninjau lokasi titik radiasi nuklir dengan jenis radioaktif ceasium 137 di kawasan Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan, Rabi (19/2/2020).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan Abdul Rasyid turut meninjau lokasi radiasi nuklir dengan jenis radioaktif caesium-137 di kawasan Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan.

Abdul Rasyid yang tiba di lokasi, langsung melihat proses pembersihan paparan radiasi radioaktif tersebut yang saat ini sudah berlangsung selama 7 hari.

Untuk selanjutnya, Abdul Rasyid bakal memanggil pihak Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapetan) mengenai keberadaan radiasi radioaktif tersebut.

Baca juga: Pantau Radiasi Nuklir, Bapeten Akan Pasang 126 Detektor

"Kami akan undang Batan dan Bapeten untuk memberikan informasi ini secara komprehensif," kata Abdul Rasyid di Lokasi, Rabu (19/2/2020).

Pemanggilan kedua lembaga ahli nuklir tersebut akan dilakukan guna mengetahui informasi tentang penanganan pembersihan radiasi.

"Sekarang sudah 7 hari proses sudah bagus. Jadi (tujuan) mengundang itu intinya kami ingin dapat informasi seutuhnya. Jangan sampai berdampak tidak baik, kita kan harus mendapat informasi yang utuh," ucapnya.

Abdul Rasyid menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada tim ahli dalam hal ini Bapetan dan Batan untuk melakukan pembersihan radiasi.

Baca juga: Batan Akan Tebang Pohon Buah di Titik Radiasi Nuklir di Serpong

"Berkaitan penanganan secara kewenangan, bahwa lembaga yang memiliki otoritas bisa terselesaikan dengan baik. Informasi itu kita tunggu, Batan sebagai pelaksana hasilnya secara kelembagaan," katanya.

Sebelumnya, Batan dan Bapeten sudah melakukan pembersihan radiasi radioaktif selama enam hari dengan mendapatkan 119 drum tanah dengan volume 100 liter per drum yang diangkut ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Batan.

Untuk temuan radiasi nuklir itu bermula pada saat Bapeten mencoba alat pendeteksi radiasi yang baru dibeli. Uji coba meliputi wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong, pada 30 dan 31 Januari 2020.

Saat alat itu di bawa ke kompleks Perumahan Batan Indah, muncul indikasi adanya radiasi di lokasi itu.

Di kawasan Serpong memang ada reaktor nuklir skala kecil. Anehnya, di sekitar reaktor itu tidak ada indikasi radiasi. Indikasi radiasi justru muncul di perumahan warga yang letaknya tiga kilometer dari rekator.

Bapenten akhirnya menemuka benda-benda yang pernah berhubungan dengan produk nulir terkubur di sebuah tanah kosong di sela-sela rumah penduduk di Perumahan Batan Indah itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X