Wartawan Gadungan di Tangerang Juga Mengaku sebagai Aparat

Kompas.com - 20/02/2020, 16:37 WIB
Pria bernama Yosep mengaku wartawan (tengah gondrong) diciduk Satpol PP Kota Tangerang IstimewaPria bernama Yosep mengaku wartawan (tengah gondrong) diciduk Satpol PP Kota Tangerang

TANGERANG, KOMPAS.com - Seorang pria bernama Yosep yang merupakan wartawan gadungan lalu meminta uang kepada para guru di Sekolah Dasar Negeri 02 Karawaci juga mengaku sebagai aparat negara.

"Kenapa aku berani? Karena aku juga aparat," kata pria itu di hadapan guru-guru SDN 2 Karawaci Kota Tangerang dalam video yang beredar di kalangan wartawan Kota Tangerang.

Dalam video itu, pria tersebut juga mengancam seorang guru yang sedang merekam aksinya.

"Ibu merekam? Kalau ibu dilihat tentara begini, ibu pasti dimarahin," kata dia.

Baca juga: Wartawan Gadungan Bentak-bentak Guru Depan Murid di Kota Tangerang

Yosep kemudian meminta uang Rp 50.000. Setelah diberikan, Yosep malah protes karena uang tidak dimasukkan dalam amplop.

"Tidak sopan, seperti anak kecil," kata dia.

Setelah uang dimasukkan ke dalam amplop, Yosep baru mau menerima uang tersebut sambil terus memalingkan wajah dari kamera.

Aksi pria yang mengaku wartawan itu viral di media sosial setelah Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengunggah video tersebut saat mengamuk di SD 02 Karawaci Kota Tangerang.

Pria yang mengaku bernama Yosep itu meminta uang ke pihak sekolah dengan cara yang tidak sopan.

"Ia setiap bulan meminta uang dengan cara yang tidak sopan di hadapan murid-murid SD," tulis Arief.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Megapolitan
Belasan Remaja yang Hendak Gabung Unjuk Rasa di Patung Kuda Langsung Dibawa Polisi

Belasan Remaja yang Hendak Gabung Unjuk Rasa di Patung Kuda Langsung Dibawa Polisi

Megapolitan
Jelang Kedatangan PM Jepang, Akses Jalan Menuju Istana Bogor Ditutup

Jelang Kedatangan PM Jepang, Akses Jalan Menuju Istana Bogor Ditutup

Megapolitan
PT Khong Guan Kembali Datangi Warga Korban Banjir untuk Data Kerugian

PT Khong Guan Kembali Datangi Warga Korban Banjir untuk Data Kerugian

Megapolitan
Jokowi Sambut PM Jepang di Istana Bogor Sore Nanti, 1.000 Personel Disiagakan

Jokowi Sambut PM Jepang di Istana Bogor Sore Nanti, 1.000 Personel Disiagakan

Megapolitan
BEM SI Sebut 1 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Maruf seperti Negeri Dongeng

BEM SI Sebut 1 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Maruf seperti Negeri Dongeng

Megapolitan
Gelar Demo Pada Satu Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Angkat Kembali Isu Agraria

Gelar Demo Pada Satu Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Angkat Kembali Isu Agraria

Megapolitan
Dipanggil DPRD DKI Jakarta untuk Jelaskan Longsor di Ciganjur, Pengembang Melati Residence Tak Hadir

Dipanggil DPRD DKI Jakarta untuk Jelaskan Longsor di Ciganjur, Pengembang Melati Residence Tak Hadir

Megapolitan
Aturan Perda, Penetapan atau Perpanjangan PSBB Harus Minta Saran DPRD DKI

Aturan Perda, Penetapan atau Perpanjangan PSBB Harus Minta Saran DPRD DKI

Megapolitan
Pelaksanaan Perda Covid-19 Menunggu Pergub yang Lebih Rinci

Pelaksanaan Perda Covid-19 Menunggu Pergub yang Lebih Rinci

Megapolitan
Pedemo UU Cipta Kerja Bakar Ban di Sekitar Patung Kuda

Pedemo UU Cipta Kerja Bakar Ban di Sekitar Patung Kuda

Megapolitan
Kembali Demo Tolak Omnibus Law, Massa BEM SI Bawa Piagam Kegagalan untuk Pemerintah

Kembali Demo Tolak Omnibus Law, Massa BEM SI Bawa Piagam Kegagalan untuk Pemerintah

Megapolitan
Antisipasi Ambulans Dipakai Perusuh, Polisi Koordinasi dengan Dinkes DKI

Antisipasi Ambulans Dipakai Perusuh, Polisi Koordinasi dengan Dinkes DKI

Megapolitan
Massa KASBI Mulai Padati Jalan Raya Pasar Senen

Massa KASBI Mulai Padati Jalan Raya Pasar Senen

Megapolitan
Sopir Ojol Terpental Masuk Saluran Air, Damkar: Dia seperti Lihat Orang Menyeberang

Sopir Ojol Terpental Masuk Saluran Air, Damkar: Dia seperti Lihat Orang Menyeberang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X