Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Himpun 69.000 KTP Warga Depok dalam 1,5 Bulan, Reza Zaki: Bisa Jadi Pertimbangan Parpol

Kompas.com - 21/02/2020, 10:47 WIB
Vitorio Mantalean,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi


DEPOK, KOMPAS.com - Eks bakal calon wakil wali kota Depok dari jalur independen, Reza Zaki menganggap bahwa 69.000 KTP yang mampu mereka himpun selama 1,5 bulan adalah capaian yang perlu disorot partai politik.

Meskipun gagal memenuhi target 85.107 KTP sebagai syarat maju independen, Zaki menilai bahwa torehan tadi tak dapat diabaikan begitu saja, karena waktu pengumpulannya terbilang singkat.

Saat ini, Zaki dan eks pasangannya, Yurgen Sutarno sudah menyatakan diri terbuka buat dipinang partai politik dalam Pilkada Depok 2020.

Baca juga: Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

"Kalau dikasih 1,5 bulan hampir 70.000 KTP apalagi dikasih setahun," ujar Zaki kepada Kompas.com pada Kamis (20/2/2020).

"Dalam 1,5 bulan bisa mencapai hampir 70.000 KTP itu menarik. Bisa dijadikan pertimbangan PKS dan parpol lain," ia menambahkan.

Pernyataan Zaki terlontar dalam rangka menanggapi pernyataan anggota tim pemenangan PKS Kota Depok, Ade Supriatna tempo hari.

Dalam wawancara dengan Kompas.com, Rabu (12/2/2020), Ade mengaku tertarik dengan gagasan-gagasan segar yang diboyong Zaki dan Yurgen dalam diskursus jelang Pilkada Depok 2020.

Namun, untuk meminang mereka, ia berujar bahwa partainya akan melihat dulu sejauh mana keduanya didukung warga Depok. Parameternya, kata Ade, ialah mampu atau tidaknya Yurgen-Zaki memenuhi target minimal jumlah KTP sebagai bentuk dukungan warga Depok.

Zaki menganggap, parameter itu terlalu sempit untuk dijadikan indikator keberhasilannya merebut perhatian warga kota belimbing itu.

Menurut dia, mestinya partai-partai politik, termasuk PKS, juga menyoroti seberapa cepat mereka sanggup meraup dukungan warga.

"Menurut saya, kalau dalam 1,5 bulan bisa mendapatkan hampir 70.000 dukungan, sementara orang-orang untuk mencapai 65.000 dukungan butuh satu tahun, itu jadi ukuran," beber mantan kader Partai Nasdem tersebut.

"Ini hitung-hitungan lapangan yang kita dalami 1 bulan ini. Artinya, kesimpulan berhasil atau tidaknya bukan berarti harus memenuhi 85.107 KTP. Itu satu kalkulasi yang terlalu sempit, menurut saya," imbuh dia.

Baca juga: Gagal di Jalur Independen, Yurgen-Zaki Tekankan Ingin Jadi Kandidat jika Dilamar Parpol di Pilkada Depok

Sebagai informasi, total fotokopi KTP sebagai syarat maju dari jalur independen yang dihimpun oleh 426 relawan Yurgen-Zaki mencapai 69.037 lembar.

Jumlah ini terpaut agak jauh dari target 85.107 lembar fotokopi KTP atau 6,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kota Depok.

Hasil ini membuat mereka menyatakan diri mundur dari jalur independen, sekaligus menyatakan diri pula terbuka untuk dipinang partai politik.

Di sisi lain, pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota Depok 2021-2026 dibuka pada 16-18 Juni 2020 mendatang.

Mereka bakal kampanye mulai 1 Juli-19 September 2020, sebelum pilkada diselenggarakan 23 September 2020 nanti, serentak dengan 224 kabupaten dan 36 kota lain di Indonesia.

Hingga hari ini, dua poros utama koalisi partai politik jelang Pilkada Depok 2020 sudah terbentuk, namun belum satu pun yang resmi mendeklarasikan jagoannya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Berkoalisi dengan Gerindra di Pilkada Bogor, PKB: Ini Cinta Lama Bersemi Kembali

Berkoalisi dengan Gerindra di Pilkada Bogor, PKB: Ini Cinta Lama Bersemi Kembali

Megapolitan
Maju-Mundur Pedagang Jual Foto Prabowo-Gibran: Ada yang Curi 'Start' dan Ragu-ragu

Maju-Mundur Pedagang Jual Foto Prabowo-Gibran: Ada yang Curi "Start" dan Ragu-ragu

Megapolitan
Pagi Ini, Lima RT di Jakarta Terendam Banjir akibat Hujan dan Luapan Kali

Pagi Ini, Lima RT di Jakarta Terendam Banjir akibat Hujan dan Luapan Kali

Megapolitan
Cek Psikologi Korban Pencabulan Ayah Tiri, Polisi Gandeng UPTP3A

Cek Psikologi Korban Pencabulan Ayah Tiri, Polisi Gandeng UPTP3A

Megapolitan
Hampir Lukai Warga dan Kakaknya, ODGJ di Cengkareng Dievakuasi Dinsos

Hampir Lukai Warga dan Kakaknya, ODGJ di Cengkareng Dievakuasi Dinsos

Megapolitan
Saat Pedagang Kecil Jaga Marwah Kebangsaan, Belum Jual Foto Prabowo-Gibran meski Sudah Jadi Pemenang

Saat Pedagang Kecil Jaga Marwah Kebangsaan, Belum Jual Foto Prabowo-Gibran meski Sudah Jadi Pemenang

Megapolitan
Kekecewaan Pedagang yang Terpaksa Buang Puluhan Ton Pepaya di Pasar Induk Kramatjati karena Tak Laku

Kekecewaan Pedagang yang Terpaksa Buang Puluhan Ton Pepaya di Pasar Induk Kramatjati karena Tak Laku

Megapolitan
Kehebohan Warga Rusun Muara Baru Saat Kedatangan Gibran, Sampai Ada yang Kena Piting Paspampres

Kehebohan Warga Rusun Muara Baru Saat Kedatangan Gibran, Sampai Ada yang Kena Piting Paspampres

Megapolitan
Remaja Perempuan di Jaksel Selamat Usai Dicekoki Obat di Hotel, Belum Tahu Temannya Tewas

Remaja Perempuan di Jaksel Selamat Usai Dicekoki Obat di Hotel, Belum Tahu Temannya Tewas

Megapolitan
Gibran Janji Akan Evaluasi Program KIS dan KIP agar Lebih Tepat Sasaran

Gibran Janji Akan Evaluasi Program KIS dan KIP agar Lebih Tepat Sasaran

Megapolitan
Berkunjung ke Rusun Muara Baru, Gibran Minta Warga Kawal Program Makan Siang Gratis

Berkunjung ke Rusun Muara Baru, Gibran Minta Warga Kawal Program Makan Siang Gratis

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok: Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok: Tengah Malam ini Berawan

Megapolitan
Rekam Jejak Chandrika Chika di Dunia Hiburan: Dari Joget 'Papi Chulo' hingga Terjerat Narkoba

Rekam Jejak Chandrika Chika di Dunia Hiburan: Dari Joget "Papi Chulo" hingga Terjerat Narkoba

Megapolitan
Remaja Perempuan Tanpa Identitas Tewas di RSUD Kebayoran Baru, Diduga Dicekoki Narkotika

Remaja Perempuan Tanpa Identitas Tewas di RSUD Kebayoran Baru, Diduga Dicekoki Narkotika

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pedagang di Pasar Induk Kramatjati Buang Puluhan Ton Pepaya | Tante di Tangerang Bunuh Keponakannya

[POPULER JABODETABEK] Pedagang di Pasar Induk Kramatjati Buang Puluhan Ton Pepaya | Tante di Tangerang Bunuh Keponakannya

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com