Siap Dilamar, Eks Calon Independen di Pilkada Depok 2020 Akan Dekati Elite Parpol

Kompas.com - 21/02/2020, 12:59 WIB
Yurgen dan Zaki sempat ingin mencalonkan diri menjadi calon wali kota dan wakil wali kota Depok lewat jalur independen. Namun keduanya gagal memenuhi syarat dukungan KTP. Tangkapan layar dari akun instagram @rezaszakiYurgen dan Zaki sempat ingin mencalonkan diri menjadi calon wali kota dan wakil wali kota Depok lewat jalur independen. Namun keduanya gagal memenuhi syarat dukungan KTP.

DEPOK, KOMPAS.com - Politikus muda, Yurgen Sutarno dan Reza Zaki yang urung mencalonkan diri sebagai calon independen di Pilkada Depok 2020 kini siap dilamar partai politik.

Untuk memuluskan langkah tersebut, mereka mengaku bakal melakukan safari politik ke semua partai.

"Saya dengan Yurgen sepakat bahwa kami membuka peluang untuk partai dari kanan maupun dari kiri asal gagasannya bertemu," ujar Zaki kepada Kompas.com, Kamis (20/2/2020).

Baca juga: Eks Calon Independen: Butuh Usaha Luar Biasa Rebut Kekuasaan Wajah Lama di Depok

"Kami berharap bisa ada konstelasi baru, mudah-mudahan Yurgen bisa ditarik oleh salah satu kekuatan partai politik," ia menambahkan.

Zaki berujar, maju lewat independen atau lewat partai politik hanyalah perbedaan metode atau perahu saja untuk menuju kekuasaan.

Namun, mengingat seluruh partai politik di Depok masih menunggu keputusan para elitenya di tingkat pusat, Zaki berujar bahwa mereka akan lebih intens bersafari ke elite-elite partai politik.

Kebetulan, Zaki dan Yurgen yang sempat jadi calon anggota DPR RI pada Pileg 2019 silam mengaku lebih dekat dengan para pengurus pusat partai politik, ketimbang pengurus daerahnya di Kota Depok.

Baca juga: Eks Calon Independen: Depok Butuh Sosok Kejutan untuk Dongkrak Partisipasi Politik

"Habis ini safari politiknya lebih elitis, karena ini tinggal beberapa hari lagi. Di pusat kami coba terus komunikasi, karena sebetulnya justru kami lebih banyak punya jaringan dan kenalan di DPP (dewan pimpinan pusat)," jelas mantan kader Partai Nasdem itu.

"Saya sebut ada PKS, ada PKB, ada PSI yang dekat DPP-nya dengan kami. PDIP juga kami dekat dengan Mas Budiman Sudjatmiko di DPP," ia menambahkan.

Hingga hari ini, dua poros utama koalisi partai politik jelang Pilkada Depok 2020 yang digelar September nanti sudah mulai terbentuk.

Poros petahana dimotori oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sudah 3 periode menempatkan usungannya sebagai penguasa Depok. Belakangan, Partai Golkar terus merapat ke poros petahana.

Baca juga: Himpun 69.000 KTP Warga Depok dalam 1,5 Bulan, Reza Zaki: Bisa Jadi Pertimbangan Parpol

Sementara itu, oposisi PKS jelang Pilkada Depok 2020 merupakan koalisi gemuk yang terdiri dari kubu Gerindra-PDIP dan kubu partai lain seperti Demokrat, PKB, PAN, dan PPP. Namun, kini kedua kubu sepakat berpisah.

Berbekal 20 kursi di parlemen Depok, Gerindra dan PDI-P sepakat bergandengan. Koalisi dua partai yang bentrok pada Pilpres 2019 lalu itu diyakini jadi penantang serius buat menggempur kemapanan PKS.

Namun, sampai sekarang belum ada satu pun poros yang mendeklarasikan jagoannya. Semuanya masih menanti arahan serta keputusan final para elitenya di tingkat pusat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Megapolitan
Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Megapolitan
Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Megapolitan
17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

Megapolitan
Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Megapolitan
Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Megapolitan
Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X