Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Kompas.com - 21/02/2020, 22:29 WIB
250 Petugas Bersihkan Reklamasi di Bantaran Kali Ciliwung, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Minggu (18/8/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI250 Petugas Bersihkan Reklamasi di Bantaran Kali Ciliwung, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Minggu (18/8/2019).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, kondisi Sungai Ciliwung lebih bersih dibandingkan sungai-sungai lainnya yang mengalir di Jakarta.

Andono menyampaikan itu menanggapi hasil riset Tim van Emmerik yang menyatakan Ciliwung berada dalam daftar sungai terkotor di dunia.

"Ciliwung itu dibanding (sungai) yang lain, sebetulnya kalau dari pemantauan kualitas, parameternya organik, anorganik, itu relatif masih lebih bagus di titik-titik yang kami pantau," ujar Andono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/2/2020).

"Ciliwung masih relatif lebih bersih dibandingkan (sungai) yang lain di DKI," lanjut dia.

Baca juga: Dato Sri Tahir: Banjir Era Anies Lebih Cepat Surut Dibanding Gubernur Sebelumnya

Sungai Ciliwung sebenarnya berada di bawah wewenang Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Meskipun demikian, Andono menuturkan, UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI selama ini tetap rutin membersihkan berbagai jenis sampah di Ciliwung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami tidak membiarkan sampah-sampah mengambang di Kali Ciliwung dan kali mana pun yang ada di Jakarta," kata Andono.

Riset Tim van Emmerik

Hasil penelitian Tim van Emmerik pada 2018 mengindikasikan bahwa Sungai Ciliwung, yang membelah Jakarta, berada dalam daftar sungai terkotor di dunia.

Baca juga: Riset Buktikan, Sungai Ciliwung Termasuk Sungai Terkotor di Dunia

Penelitian yang melibatkan ilmuwan dari Indonesia dan Belanda serta bekerja sama dengan Waste4Change tersebut menemukan bahwa sampel yang diambil dari Sungai Ciliwung tercemar lebih parah ketimbang setidaknya 20 sungai di Eropa dan Asia Tenggara yang juga menjadi subyek penelitian.

Peneliti melakukan pengawasan terhadap makroplastik, atau plastik dengan ukuran lebih dari 5 milimeter, di lima lokasi di sepanjang Sungai Ciliwung pada Mei 2018.

Hasilnya, sebanyak 20.000 barang berbahan plastik mengalir ke Laut Jawa setiap jam.

Angka ini jauh lebih tinggi daripada Sungai Chao Phraya di Thailand sebanyak 5.000 barang per jam, Sungai Seine di Perancis sebanyak 700 per jam, dan Sungai Rhine di Belanda dengan 80 per jam.

Selain itu, studi tersebut menghitung berat total sampah plastik dari seluruh kali di Jakarta mencapai 2,1 juta kilogram.

Dari lima lokasi yang disurvei, peneliti lebih banyak menemukan kantong plastik dan bungkusan makanan plastik.

Penemuan lainnya adalah jumlah sampah plastik lebih tinggi saat lebih banyak air.

Artikel tentang hasil riset tersebut tayang di Kompas.com berkat kerja sama dengan The Conversation Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tagih Anies Revisi UMP DKI 2022, Perwakilan Massa Buruh Diterima Audiensi di Balai Kota

Tagih Anies Revisi UMP DKI 2022, Perwakilan Massa Buruh Diterima Audiensi di Balai Kota

Megapolitan
Cynthiara Alona Hanya Divonis 10 Bulan Penjara, PN Tangerang Ungkap Alasannya

Cynthiara Alona Hanya Divonis 10 Bulan Penjara, PN Tangerang Ungkap Alasannya

Megapolitan
Jaksa Banding atas Vonis 10 Bulan Penjara terhadap Cynthiara Alona

Jaksa Banding atas Vonis 10 Bulan Penjara terhadap Cynthiara Alona

Megapolitan
Setengah Ton Ganja Kering Siap Edar Diamankan dari Pengedar Jaringan Lintas Sumatera

Setengah Ton Ganja Kering Siap Edar Diamankan dari Pengedar Jaringan Lintas Sumatera

Megapolitan
Pastikan Ajukan Eksepsi Usai Didakwa Gerakkan Terorisme, Munarman: Saya Makin Tidak Mengerti...

Pastikan Ajukan Eksepsi Usai Didakwa Gerakkan Terorisme, Munarman: Saya Makin Tidak Mengerti...

Megapolitan
Buruh Padati Balai Kota DKI, Tagih Janji Anies Tinjau Ulang UMP 2022

Buruh Padati Balai Kota DKI, Tagih Janji Anies Tinjau Ulang UMP 2022

Megapolitan
Omicron Masuk Indonesia: Terdeteksi di Cikarang, Jangkiti 4 Warga Jakarta

Omicron Masuk Indonesia: Terdeteksi di Cikarang, Jangkiti 4 Warga Jakarta

Megapolitan
Duduk Perkara Munarman Didakwa Pasal Terorisme, Menciptakan Suasana Teror Berkait Kemunculan ISIS 2014

Duduk Perkara Munarman Didakwa Pasal Terorisme, Menciptakan Suasana Teror Berkait Kemunculan ISIS 2014

Megapolitan
Pukul 15.10 WIB, Massa Buruh di Patung Kuda Bergeser ke Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup

Pukul 15.10 WIB, Massa Buruh di Patung Kuda Bergeser ke Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup

Megapolitan
Cythiara Alona Divonis 10 Bulan Penjara atas Kasus Prostitusi Anak di Hotelnya

Cythiara Alona Divonis 10 Bulan Penjara atas Kasus Prostitusi Anak di Hotelnya

Megapolitan
Selesai Audiensi dengan MK, Massa Buruh Lanjutkan Demo di Kantor Anies

Selesai Audiensi dengan MK, Massa Buruh Lanjutkan Demo di Kantor Anies

Megapolitan
Kisah Orang Jujur Kembalikan Barang Temuan, Cek Rp 35 Miliar hingga Uang Rp 500 Juta

Kisah Orang Jujur Kembalikan Barang Temuan, Cek Rp 35 Miliar hingga Uang Rp 500 Juta

Megapolitan
Dapur Umum Dibuka di Kelurahan Ancol untuk Warga Terdampak Banjir Rob

Dapur Umum Dibuka di Kelurahan Ancol untuk Warga Terdampak Banjir Rob

Megapolitan
Siap Ikuti Aturan soal PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Wali Kota Tangerang: Tak Ada Pilihan

Siap Ikuti Aturan soal PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Wali Kota Tangerang: Tak Ada Pilihan

Megapolitan
Munarman Didakwa dengan 3 Pasal Terkait Terorisme

Munarman Didakwa dengan 3 Pasal Terkait Terorisme

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.