Kompas.com - 24/02/2020, 16:07 WIB
Ilustrasi pemilu SERAMBI/M ANSHARIlustrasi pemilu

DEPOK, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok telah menutup rekrutmen panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Ketua KPU Kota Depok Nana Shorbana mengatakan warga begitu antusias dengan pembukaan pendaftaran panitia ini.

"PPK yang mendaftar 272 orang. Ini di luar ekspektasi kami, karena kami hanya membutuhkan 55 orang. Kami sudah menentukan ranking 10 besar di tiap kecamatan," ujar Nana pada Kompas.com, Senin (24/2/2020).

Jumlah pendaftar yang amat banyak ini membuat sistem ranking atau pemeringkatan semakin tebal.

Baca juga: Tak Ada yang Daftar, Pilkada Depok 2020 Tanpa Calon Independen

KPU Kota Depok akan memiliki banyak stok tenaga PPK seandainya 55 PPK terpilih kelak terpaksa dicoret karena tak lagi memenuhi syarat. Misalnya karena usianya di luar ketentuan, meninggal dunia, atau melanggar kode etik.

"Nilai mereka kami peringkatkan. Ranking 1-5 yang akan dilantik, yang lainnya cadangan untuk menggantikan yang tidak memenuhi syarat," ujar Nana.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Misalnya kalau sudah tidak netral, sudah menerima uang, kami pastikan akan langsung dicoret," ia menambahkan.

Baca juga: Sowan ke Pimpinan Gerindra, Pradi Supriatna Belum Kantongi Rekomendasi Maju Pilkada Depok 2020

Sementara itu, Nana mengatakan saat ini mereka juga telah membuka pendaftaran panitia pemungutan suara (PPS).

Rekrutmen PPS hari ini memasuki hari terakhir penyerahan dokumen. Nana menyatakan, masing-masing dari 63 kelurahan di Depok diminta menyetor 6 nama calon PPS.

"PPS ini dibutuhkan 3 di setiap kelurahan, kami minta terima 6. Kami buka sudah sejak 7 hari lalu, karena kebutuhannya 189 orang," tutup dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buat SIM Harus Pakai Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Polda Metro: Info Hoaks

Buat SIM Harus Pakai Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Polda Metro: Info Hoaks

Megapolitan
Ikut Vaksin Massal, Warga Bekasi Mulai Berdatangan ke Stadion Patriot

Ikut Vaksin Massal, Warga Bekasi Mulai Berdatangan ke Stadion Patriot

Megapolitan
Jalan Terjal Sutiyoso Wujudkan Transjakarta

Jalan Terjal Sutiyoso Wujudkan Transjakarta

Megapolitan
SMKN 24 Jakarta Siap Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

SMKN 24 Jakarta Siap Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Megapolitan
Catat, Ini 6 Lokasi Sentra Vaksinasi di Jakarta

Catat, Ini 6 Lokasi Sentra Vaksinasi di Jakarta

Megapolitan
Cara Mengecek Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jabodetabek

Cara Mengecek Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Dilema Wacana Pengetatan PSBB di Jakarta: Pendapatan Daerah Seret, Pandemi Terus Memburuk

Dilema Wacana Pengetatan PSBB di Jakarta: Pendapatan Daerah Seret, Pandemi Terus Memburuk

Megapolitan
Warga Jakarta Bisa Menikmati Layanan Ambulans Gratis, Begini Caranya

Warga Jakarta Bisa Menikmati Layanan Ambulans Gratis, Begini Caranya

Megapolitan
Ketua IDI Tangsel Imbar Umar Gazali Meninggal Dunia karena Covid-19

Ketua IDI Tangsel Imbar Umar Gazali Meninggal Dunia karena Covid-19

Megapolitan
Bertambah Lagi, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Tembus 8.096 Orang

Bertambah Lagi, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Tembus 8.096 Orang

Megapolitan
IGD RSUD Cengkareng Penuh, Pasien Antre di Lorong-lorong Rumah Sakit

IGD RSUD Cengkareng Penuh, Pasien Antre di Lorong-lorong Rumah Sakit

Megapolitan
Aksi Koboi di Taman Sari: Berawal Pesta Miras, Ditegur, lalu Rusak Mobil dan Tembak Warga

Aksi Koboi di Taman Sari: Berawal Pesta Miras, Ditegur, lalu Rusak Mobil dan Tembak Warga

Megapolitan
Nasib Sekolah Tatap Muka di Tengah Lonjakan Covid-19: Tangerang Batal, Depok Masih Pantau Data

Nasib Sekolah Tatap Muka di Tengah Lonjakan Covid-19: Tangerang Batal, Depok Masih Pantau Data

Megapolitan
Secarik Asa Ibu-ibu Korban Gusuran pada Batik Tulis

Secarik Asa Ibu-ibu Korban Gusuran pada Batik Tulis

Megapolitan
Riwayat Becak di Jakarta: Dilarang Ali Sadikin-Wiyogo, Dirazia Ahok, Diizinkan Anies

Riwayat Becak di Jakarta: Dilarang Ali Sadikin-Wiyogo, Dirazia Ahok, Diizinkan Anies

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X