Banjir Kembali Landa Jakarta, Politisi PDI-P: Percuma Trotoar Bagus Sementara Warga Kebanjiran

Kompas.com - 24/02/2020, 18:48 WIB
Sejumlah warga menaiki perahu saat banjir di Pulomas, Jakarta Timur, Minggu (23/2/2020). Curah hujan yang tinggi dan kualitas drainase yang buruk membuat daerah tersebut terendam banjir. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc. Fakhri HermansyahSejumlah warga menaiki perahu saat banjir di Pulomas, Jakarta Timur, Minggu (23/2/2020). Curah hujan yang tinggi dan kualitas drainase yang buruk membuat daerah tersebut terendam banjir. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi PDI-Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Gembong Warsono mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas banjir yang kembali menggenangi beberapa wilayah di Jakarta pada Minggu (23/2/2020) hingga Senin (24/2/2020).

Gembong mengingatkan pekerjaan yang paling pokok Anies saat ini adalah mengentaskan masalah banjir.

Ia pun menyindir bahwa Anies lebih banyak melakukan beautifikasi seperti revitalisasi trotoar dan membuat jembatan penyeberangan orang (JPO) "Instagrammable".

Baca juga: Konsep Penataan Kawasan Sabang, Parkir Paralel hingga Revitalisasi Trotoar

"Ya sebetulnya pekerjaan rumah pak Anies itu paling prioritas harus ditangani itu kan persoalan banjir. Percuma trotoar bagus, sementara warga kebanjiran," ucap Gembong saat dihubungi, Senin (24/2/2020).

Terkait foto-foto dan tanda pagar (tagar) 'wajah baru Jakarta' yang diunggah Anies di media sosial instagram, Gembong menilai pernyataan itu hanya untuk menutupi masalah banjir Jakarta.

"Ya bisa jadi, (wajah baru Jakarta) buat nutup masalah banjir," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, Anies memang tak serius menangani masalah banjir di Jakarta.

Buktinya dia lebih memprioritaskan program beautifikasi ketimbang memutar otak mencari jalan keluar untuk masalah banjir.

"Prioritas utama adalah bagaimana pak Anies bisa menuntaskan persoalan banjir, walaupun kita sadar bahwa Jakarta enggak mungkin 100 persen.Tapi bagaimana upaya pak Anies bagaimana bisa meminimalisir genangan-genangan di Jakarta," ungkapnya.

Diketahui, pada Minggu pagi, banjir diinformasikan terjadi di 55 rukun warga (RW) di Jakarta. RW yang terendam banjir tersebar di 36 kelurahan di 23 kecamatan.

Banjir disebabkan curah hujan tinggi, luapan Kali Ciliwung, luapan Kali Item, luapan Kali Sunter, dan luapan Kali Semongol.

Baca juga: DPRD DKI Akhirnya Sepakat Bentuk Pansus Banjir

Ketinggian air banjir di 55 RW yang terendam pun beragam, mulai dari 5 sentimeter sampai 120 sentimeter.

Sedangkan pada Senin pagi tersisa 35 RW yang masih terendam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

23 Warga Koja Keracunan Setelah Konsumsi Nasi Kotak Berlogo Parpol

23 Warga Koja Keracunan Setelah Konsumsi Nasi Kotak Berlogo Parpol

Megapolitan
Bocah Hanyut di Kali Angke Serpong Ditemukan Tewas, Terseret Arus hingga 5 Km

Bocah Hanyut di Kali Angke Serpong Ditemukan Tewas, Terseret Arus hingga 5 Km

Megapolitan
1.800 PMKS di Jakarta Barat Ikut Vaksinasi Dosis 1

1.800 PMKS di Jakarta Barat Ikut Vaksinasi Dosis 1

Megapolitan
Selidiki Penyebab Kecelakaan Bus Transjakarta di Cawang, Polisi Tes Darah Sopir

Selidiki Penyebab Kecelakaan Bus Transjakarta di Cawang, Polisi Tes Darah Sopir

Megapolitan
LRT Jabodebek Tabrakan di Jakarta Timur, Warga Dengar Dentuman

LRT Jabodebek Tabrakan di Jakarta Timur, Warga Dengar Dentuman

Megapolitan
Fakta Kecelakaan Bus Transjakarta, Dua Tewas dan 37 Luka-luka

Fakta Kecelakaan Bus Transjakarta, Dua Tewas dan 37 Luka-luka

Megapolitan
Hasil Pemeriksaan Dinas LH DKI, Teluk Jakarta Masih Tercemar Parasetamol

Hasil Pemeriksaan Dinas LH DKI, Teluk Jakarta Masih Tercemar Parasetamol

Megapolitan
Evaluasi Ganjil Genap di 13 Lokasi di Jakarta, Polisi: 90 Persen Masyarakat Sudah Patuh

Evaluasi Ganjil Genap di 13 Lokasi di Jakarta, Polisi: 90 Persen Masyarakat Sudah Patuh

Megapolitan
Imbas Pandemi, Pengajuan Paspor Baru di Bekasi Turun Drastis pada 2021

Imbas Pandemi, Pengajuan Paspor Baru di Bekasi Turun Drastis pada 2021

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, 50 RPTRA di Jakarta Pusat Kembali Dibuka

PPKM Level 2 Jakarta, 50 RPTRA di Jakarta Pusat Kembali Dibuka

Megapolitan
Perpanjang Kerja Sama TPST Bantargebang, Pemprov DKI Beri Hibah Rp 379,5 Miliar Per Tahun ke Pemkot Bekasi

Perpanjang Kerja Sama TPST Bantargebang, Pemprov DKI Beri Hibah Rp 379,5 Miliar Per Tahun ke Pemkot Bekasi

Megapolitan
Polisi Belum Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 10 Ruas Jalan pada Senin-Rabu

Polisi Belum Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 10 Ruas Jalan pada Senin-Rabu

Megapolitan
Kantin SD yang Gelar PTM di Kota Tangerang Dilarang Buka

Kantin SD yang Gelar PTM di Kota Tangerang Dilarang Buka

Megapolitan
Kerja Sama Pemprov DKI Kelola TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diperpanjang 5 Tahun

Kerja Sama Pemprov DKI Kelola TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diperpanjang 5 Tahun

Megapolitan
Polisi Selidiki Sebab Kecelakaan 2 Bus Transjakarta di Cawang, dari Dugaan Sopir Mengantuk hingga Rem Blong

Polisi Selidiki Sebab Kecelakaan 2 Bus Transjakarta di Cawang, dari Dugaan Sopir Mengantuk hingga Rem Blong

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.