Polisi Curigai Jaringan yang Lebih Luas Usai Bekuk Pria Diduga Bandar Sabu di Bojonggede

Kompas.com - 24/02/2020, 19:05 WIB
Kapolres Metro Kota Depok, Kombespol Azis Andriansyah katakan kamar yang dijadikan lokasi prostitusi online dipasangi police line guna penyidikan, Jumat (31/1/2020) KOMPAS.com/ANGGITA NURLITASARIKapolres Metro Kota Depok, Kombespol Azis Andriansyah katakan kamar yang dijadikan lokasi prostitusi online dipasangi police line guna penyidikan, Jumat (31/1/2020)

DEPOK, KOMPAS.com - Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah mencurigai adanya jaringan yang lebih luas di balik penangkapan tiga pria yang terlibat peredaran narkoba jenis sabu di Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Indikasi tersebut muncul setelah polisi memeriksa AR (27), pria yang diduga sebagai bandar narkoba.

AR mengaku, ia dan 2 orang lain berinisial A dan MI sudah cukup lama menggeluti bisnis gelap ini.

"Mereka sudah cukup lama ini, lebih dari enam bulan dan satu tahun untuk mengoperasikan," kata Azis dalam konferensi pers di Mapolres Metro Depok, Senin (24/2/2020).

Baca juga: 7 Begal Remaja di Depok Anggota Geng Motor, Mengaku Akan Balas Dendam Tawuran

Kecurigaan juga mengemuka lantaran MI yang berperan sebagai kurir AR diduga menerima paket sabu dalam jumlah besar, sebelum membaginya ke dalam paket-paket kecil guna diedarkan.

"Tersangka ini rutin melakukan penjualan di daerah Bojonggede, ya. Sudah siap beberapa paket, plastik plastik paket, sudah siap alat," jelas Azis.

"Artinya mereka sudah biasa menerima paket yang bukan dalam bentuk begini, tetapi memecah sendiri nih. Mereka sendiri yang menghitung nih. Seharusnya dia dapat yang lebih besar," ia menambahkan.

Baca juga: Siswa SMP dan SMK Jadi Tersangka Pembegalan di Depok

Azis mengklaim, jajarannya akan mendalami dan mengungkapnya lebih lanjut. Sementara, lanjut dia, polisi menengarai bahwa kediaman AR menjadi lokasi bagi mereka mempersiapkan paket-paket sabu ini.

"Kemungkinan di rumah AR karena dia siap timbangan dan siap plastik. Artinya, dia dapat bukan dalam bentuk plastikan, berbeda dengan tersangka pertama (A, ditangkap polisi lebih dulu), dia sudah dapat bentuk paketan," tutur dia.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku disangkakan Pasal 112 dan 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman hukumannya penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun," tutup Azis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolda Metro: 310 Kilogram Sabu yang Diselundupkan dari Iran Bernilai Rp 400 Miliar

Kapolda Metro: 310 Kilogram Sabu yang Diselundupkan dari Iran Bernilai Rp 400 Miliar

Megapolitan
Wali Kota Tangerang: Pemudik yang Kembali Harus Bawa Surat Bebas Covid-19, atau Pulang Lagi

Wali Kota Tangerang: Pemudik yang Kembali Harus Bawa Surat Bebas Covid-19, atau Pulang Lagi

Megapolitan
Selama Larangan Mudik, Sekitar 400 Calon Penumpang Kereta Api Ditolak

Selama Larangan Mudik, Sekitar 400 Calon Penumpang Kereta Api Ditolak

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Imbau Warganya Tidak Takbiran Keliling

Wali Kota Tangerang Imbau Warganya Tidak Takbiran Keliling

Megapolitan
Transjakarta Siapkan 11 Layanan Tambahan 14-16 Mei

Transjakarta Siapkan 11 Layanan Tambahan 14-16 Mei

Megapolitan
Kasus Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Polisi: Produsen dari Iran, Jaringan Pengedar dari Nigeria

Kasus Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Polisi: Produsen dari Iran, Jaringan Pengedar dari Nigeria

Megapolitan
Baznas Kota Tangerang Terima Pembayaran Zakat hingga Rabu Malam

Baznas Kota Tangerang Terima Pembayaran Zakat hingga Rabu Malam

Megapolitan
Beragam Antisipasi demi Cegah Takbiran Keliling di Jakarta, Ada Filterisasi hingga Penindakan dengan Sanksi

Beragam Antisipasi demi Cegah Takbiran Keliling di Jakarta, Ada Filterisasi hingga Penindakan dengan Sanksi

Megapolitan
Preman Minta THR ke Pedagang Pasar Ciputat, Korban: 5 Orang Datang dalam 5 Menit

Preman Minta THR ke Pedagang Pasar Ciputat, Korban: 5 Orang Datang dalam 5 Menit

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Penyekatan di Bekasi-Karawang Dibuka |Pangdam Jaya Bertekad Tumpas Premanisme

[POPULER JABODETABEK] Penyekatan di Bekasi-Karawang Dibuka |Pangdam Jaya Bertekad Tumpas Premanisme

Megapolitan
Fauzi dan Siasat Lolos dari Pos Penyekatan Mudik

Fauzi dan Siasat Lolos dari Pos Penyekatan Mudik

Megapolitan
UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 202 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 202 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 76 Kasus di Depok, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 76 Kasus di Depok, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
UPDATE: Tambah 15 Kasus di Kabupaten Bekasi, 312 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 15 Kasus di Kabupaten Bekasi, 312 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Kemungkinan Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Kemungkinan Hujan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X