Kompas.com - 24/02/2020, 20:32 WIB
Arus lalu lintas tersendat di Jalan Margonda, Depok, Kamis (11/4/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAArus lalu lintas tersendat di Jalan Margonda, Depok, Kamis (11/4/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Pembangunan sistem transportasi massal berbasis rel di Depok, Jawa Barat, akan didukung Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Direktur Prasarana BPTJ Edi Nursalim menyatakan, dukungan itu layak diberikan karena proyek itu sudah sesuai dengan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) dalam Perpres Nomor 55 Tahun 2018.

"Ada dua dukungan yang akan kami berikan. Pertama, proyek ini kami perjuangkan masuk dalam proyek strategis nasional. Kedua, kami akan bantu untuk studi OBC," kata Edi kepada pers di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Senin (24/2/2020).

Baca juga: Empat Kebijakan yang Diusulkan untuk Atasi Kemacetan di Depok

"Studi OBC hampir sama dengan studi kelayakan. Nanti bisa dibaca oleh calon investor dari sisi finansial bagaimana, lingkungannya bagaimana. Menguntungkan atau tidak," kata dia.

Kedua dukungan tersebut dinilai penting karena kemungkinan besar proyek ini bakal digarap dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Skema KPBU dilirik karena proyek itu diprediksi bakal menyedot anggaran besar yang kecil kemungkinan bisa ditanggung dari kas daerah. Menurut hitungan kasar Edi, anggarannya Rp 4-10 triliun.

Karena itu, lanjut dia, BPTJ akan mengupayakan proyek tersebut masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN) agar Pemkot Depok dapat dibantu pemerintah pusat.

"Mudah-mudahan masuk PSN sehingga ada peran pemerintah pusat di situ. Jadi kami mesti berjuang untuk masuk PSN. Anggarannya kami harapkan dari investor. Tetapi nanti akan dibantu oleh pemerintah pusat," ungkap Edi.

"KPBU ini kan tidak mudah, karena artinya proyek ini dijamin oleh pemerintah tidak boleh macet," tambah dia.

Sejauh ini, rencana sistem transportasi massal berbasis rel di Depok akan terdiri dari 4 koridor, yakni:

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Naik Kereta Belum Diperketat Sesuai Aturan Addendum Satgas Covid-19

Syarat Naik Kereta Belum Diperketat Sesuai Aturan Addendum Satgas Covid-19

Megapolitan
UPDATE 23 April: RS Wisma Atlet Kemayoran Rawat 1.579 Orang

UPDATE 23 April: RS Wisma Atlet Kemayoran Rawat 1.579 Orang

Megapolitan
Rika Andiarti, Penerus Semangat Kartini yang Bergelut di Dunia Penerbangan dan Antariksa

Rika Andiarti, Penerus Semangat Kartini yang Bergelut di Dunia Penerbangan dan Antariksa

Megapolitan
Kasus Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat: Mulanya Pelaku Tak Mampu Bayar Jasa Kencan

Kasus Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat: Mulanya Pelaku Tak Mampu Bayar Jasa Kencan

Megapolitan
Pembacokan Pria di Kalideres Bermula dari Pertandingan Futsal

Pembacokan Pria di Kalideres Bermula dari Pertandingan Futsal

Megapolitan
Gelapkan Dana BOS Rp 7,8 Miliar, Mantan Kepsek SMKN 53 Jadi Tersangka

Gelapkan Dana BOS Rp 7,8 Miliar, Mantan Kepsek SMKN 53 Jadi Tersangka

Megapolitan
Beragam Cerita Pengendara Motor Masuk Tol, dari Ikut Penunjuk Arah hingga Mabuk

Beragam Cerita Pengendara Motor Masuk Tol, dari Ikut Penunjuk Arah hingga Mabuk

Megapolitan
Pengakuan Dokter Kevin Samuel soal Konten TikTok Kontroversial dan Sanksi dari IDI

Pengakuan Dokter Kevin Samuel soal Konten TikTok Kontroversial dan Sanksi dari IDI

Megapolitan
Beragam Pengetatan Aturan Keluar Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Beragam Pengetatan Aturan Keluar Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Megapolitan
Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan 'Disalahkan' dan Harus Ditutup

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan "Disalahkan" dan Harus Ditutup

Megapolitan
Lokasi dan Biaya Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan Selama Larangan Mudik

Lokasi dan Biaya Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan Selama Larangan Mudik

Megapolitan
[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

Megapolitan
Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Sebuah Mobil Tabrak Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman karena Gagal Menyalip

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X