Polisi Ungkap Kronologi Intimidasi Berbau Rasis yang Viral di Medsos

Kompas.com - 24/02/2020, 22:54 WIB
RK di Polres Metro Jakarta Selatan,  Senin (24/2/2020) KOMPAS.COM/WALDA MARISONRK di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Budi Sartono mengungkap kronologi terjadinya intimidasi dengan ucapan berbau rasis yang dilakukan oleh RK (34) kepada AISE (33).

Video aksi intimidasi ini sempat direkam dan viral di media sosial.

Kejadian intimidasi berbau rasis ini berawal ketika korban sedang berjalan kaki dari Pasar Kebayoran Lama menuju rumahnya di Jalan Bendi Raya pada Minggu (23/2/2020) siang.

Baca juga: Polisi Usut Video Seorang Pria Berkebutuhan Khusus Diintimidasi

Saat di tengah perjalanan, AISE diberhentikan, tepat di tempat pencucian mobil dan motor di Jalan Bendi Raya.

Tanpa alasan yang jelas, pelaku langsung menghina AISE dengan ujaran berbau rasis.

"Tanpa alasan yang jelas pelaku inisialnya atas nama RK langsung mendatangi dan langsung mengata-ngatai korban dengan bahasa yang ujaran kebencian berdasarkan SARA," kata Budi Sartono saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020). 

Baca juga: Polisi Tangkap Orang yang Lontarkan Ujaran Kebencian terhadap Pria Berkebutuhan Khusus

Setelah itu, korban berusaha melarikan diri. Namun, pelaku tetap mengejar, bahkan sempat melayangkan bogem mentah ke kepala korban.

"Pada saat itu kemudian korban dibantu oleh orang tua yang lewat dan dibonceng pulang," kata dia.

Keesokan harinya, polisi menangkap pelaku dirumahnya yang juga berkawasan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Baca juga: Polisi Periksa Kejiwaan Orang yang Lakukan Intimidasi Rasis ke Pria Berkebutuhan Khusus

Ketika diperiksa penyidik, polisi menduga tersangka mengalami gangguan mental lantaran kerap memberikan jawaban yang berubah-ubah.

"Memang mengakui tapi bahasanya mungkin yang perlu kita dalami lagi maknanya. Sore ini kita kirim ke bagian  kejiwaan untuk mengecekan. Istilahnya mau diobservasi," ucap Budi Sartono.

Sembari menunggu proses yang pemeriksaan di RS Jiwa, sementara proses pidana di Polres Metro Jakarta Selatan tetap berlanjut.

Baca juga: Polisi: Korban Intimidasi dengan Ujaran Rasis di Tanah Kusir Bukan Seorang Berkebutuhan Khusus

Atas perbuatannya, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 45 Ayat 2 UU RI Tahun 2019 dan perubahan pada UU RI tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 16 Jo Pasal 4 UU RI 40 tahun 2008 tentang Pengapusan Ras dan Etnis atau Pasal 157.

RK terancam hukuman maksimal enam tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kembali Langgar PPKM, Tiga Restoran di Bekasi Timur Disegel

Kembali Langgar PPKM, Tiga Restoran di Bekasi Timur Disegel

Megapolitan
Tim DVI Pakai Data CCTV di Bandara untuk Identifikasi Korban Sriwijaya Air

Tim DVI Pakai Data CCTV di Bandara untuk Identifikasi Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
PPKM di Bekasi, 120 Orang Ditegur karena Tak Pakai Masker, Tempat Hiburan Ditutup Sementara

PPKM di Bekasi, 120 Orang Ditegur karena Tak Pakai Masker, Tempat Hiburan Ditutup Sementara

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5000 Orang

UPDATE 18 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5000 Orang

Megapolitan
Update Identifikasi Korban Sriwijaya Air, Tim DVI Terima 438 Sampel DNA dan 308 Kantong Jenazah

Update Identifikasi Korban Sriwijaya Air, Tim DVI Terima 438 Sampel DNA dan 308 Kantong Jenazah

Megapolitan
Penghuni Indekos di Cipete Utara Ditemukan Meninggal

Penghuni Indekos di Cipete Utara Ditemukan Meninggal

Megapolitan
Sepekan PSBB, Lalu Lintas Pesepeda di Jakarta Meningkat, Kendaraan Bermotor Menurun

Sepekan PSBB, Lalu Lintas Pesepeda di Jakarta Meningkat, Kendaraan Bermotor Menurun

Megapolitan
Kerumunan di Camden Bar Menteng, Polisi Periksa 9 Saksi dan Segera Tentukan Tersangka

Kerumunan di Camden Bar Menteng, Polisi Periksa 9 Saksi dan Segera Tentukan Tersangka

Megapolitan
Tim SAR Persempit Wilayah Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 di Bawah Laut

Tim SAR Persempit Wilayah Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 di Bawah Laut

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Pemprov DKI Diminta Waspadai Kerumunan Saat Pembagian BST

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Pemprov DKI Diminta Waspadai Kerumunan Saat Pembagian BST

Megapolitan
Geng 'Gemtas' dan 'Tuyul' Saling Lempar Batu di Manggarai, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Geng "Gemtas" dan "Tuyul" Saling Lempar Batu di Manggarai, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Megapolitan
Daftar 29 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Diidentifikasi, Salah Satunya Bayi Berusia 11 Bulan

Daftar 29 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Diidentifikasi, Salah Satunya Bayi Berusia 11 Bulan

Megapolitan
Daftar Temuan Penting Selama 10 Hari Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Daftar Temuan Penting Selama 10 Hari Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Hari-10, Kelanjutan Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Ditentukan Senin Ini

Hari-10, Kelanjutan Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Ditentukan Senin Ini

Megapolitan
Tambah 48 Kasus Covid-19 di Tangsel, 562 Pasien Masih Dirawat

Tambah 48 Kasus Covid-19 di Tangsel, 562 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X