Banjir di Sekitar Senen dan Gunung Sahari, Sejumlah Jalan Tak Bisa Dilalui

Kompas.com - 25/02/2020, 10:56 WIB
Banjir di sekitar kawasan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020) menyebabkan sejumlah ruas jalan tak bisa dilalui. KOMPAS.com/Nicholas RyanBanjir di sekitar kawasan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020) menyebabkan sejumlah ruas jalan tak bisa dilalui.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Senin (24/2/2020) malam menyebabkan banjir di sejumlah titik, antara lain di seputar kawasan Senen, Jalan Gunung Sahari, dan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa ini.

Genangan air setinggi 30 sentimeter terjadi di Jalan Stasiun Senen hingga Bungur Raya.

Seorang warga Senen bernama Nana mengatakan, banjir kali ini merupakan yang terparah jika dibandingkan banjir pada awal tahun 2020.

"Ini lebih parah bang dari banjir yang kemarin (pada) awal tahun. Kemarin gak sampai jalan gede ini, cuma di dalam kampung doang," kata Nana kepada Kompas.com, Selasa.

Baca juga: Banjir di Medan Merdeka Timur Surut, Arus Lalu Lintas Lancar

Banjir itu menyebabkan akses jalan ke Kemayoran, Pademangan, dan sekitarnya dari arah Senen tak bisa dilalui.

Banjir juga terpantau di underpass Senen, Jalan Gunung Sahari, dan Jalan Pasar Baru.

Akses jalan di daerah tersebut tak bisa dilintasi. Kemacetan arus lalu lintas pun terjadi.

Para pengendara sepeda motor dan mobil memutar balik kendaraan mereka demi menghindari banjir.

Salah satunya adalah Joko. Dia awalnya hendak ke Kemayoran. Namun banjir membuat ia mengurungkan niatnya.

Baca juga: Underpass Tol JORR Kalimalang Banjir, Akses Terputus

"Balik aja, Bang. Takutnya motor mati. Ini aja tadi sudah nerabas dari Gunung Sahari, sampai sini malah tinggi juga," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

UPDATE 29 November: Tambah 49 Kasus Baru, Covid-19 di Kabupaten Bekasi Jadi 6.807

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi: Sudah Sakit 4 Hari Sebelumnya

Megapolitan
Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Balita Meninggal saat Dibawa Mengemis, Polisi Sebut Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan

Megapolitan
Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Bantah Rizieq Shihab Kabur dari RS, FPI: Bodoh Akut yang Bicara!

Megapolitan
Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Polemik Pasca Rizieq Shihab di Tanah Air: 7 Pejabat Dicopot, Klaster Covid-19, hingga Tindak Pidana

Megapolitan
FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

FPI Benarkan Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi Bogor dan Tak Lagi Dirawat

Megapolitan
Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Janji Anies dan Kritik soal Syarat NIK dan KK pada Smart E-budgeting

Megapolitan
MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

MER-C Sebut Rizieq Shihab Dapat Perlakuan Tak Beretika dari Bima Arya

Megapolitan
Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

Kasus Meningkat, Pusat Karantina Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Hampir Penuh

Megapolitan
RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

RS Ummi Dapat Teguran Keras, MER-C: Seharusnya Bima Arya Percaya Penuh pada RS

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X