782 Keluarga Terdampak Banjir di Periuk, Kota Tangerang

Kompas.com - 25/02/2020, 15:04 WIB
Banjir di Periuk Kota Tangerang, Senin (24/2/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOBanjir di Periuk Kota Tangerang, Senin (24/2/2020)

TANGERANG, KOMPAS.com - Banjir di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, sudah memasuki hari ketiga pada Selasa (25/2/2020) ini dan tidak kunjung surut.

Hujan yang mengguyur Kota Tangerang pada Selasa dini hari menambah ketinggian muka air yang sudah surut tinggal 40 sentimeter jadi naik lagi menjadi 120 sentimeter.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, ratusan kepala keluarga terdampak bencana banjir di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang tersebut.

"Bisa disampaikan bahwa ada 782 KK (kepala keluarga) di wilayah ini dan jumlah 1.882 orang (terdampak)," ujar dia saat ditemui di Garden City Residence, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Selasa.

Baca juga: Kapolda Minta Warga Terdampak Banjir di Periuk Kota Tangerang Segera Mengungsi

Nana mengatakan, pasukan gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP sudah melakukan evakuasi terhadap warga yang masih terjebak di rumah mereka.

"Tadi sudah kami lakukan evakuasi, sekitar 170 orang. Saat ini ada di posko pengungsian," kata dia.

Ketinggian air saat ini, ujar Nana, mencapai 120 sentimeter.

Dia mengatakan Pemerintah Kota Tangerang sudah mengupayakan penyedotan air dengan menggunakan 14 pompa agar kawasan banjir bisa kembali normal.

Kecamatan Periuk itu juga dilanda banjir besar pada awal Februari ini.

Baca juga: Belum Surut, Ketinggian Banjir di Garden City Residence Periuk Tangerang Kembali Naik

Kini daerah itu dilanda banjir lagi. Hujan deras pada hari Minggu dini hari lalu ditenggarai menjadi sebab meluapnya Kali Ledug dan mengakibatkan banjir di dua kelurahan di Kecamatan Periuk.

Ningsih, seorang warga di RW 15 RT 3 Kelurahan Periuk, mengatakan, air mulai masuk ke rumahnya pada Minggu pagi dan sempat mencapai 1,5 meter.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Megapolitan
Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Megapolitan
Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X