Bintara Bekasi Kembali Banjir, Warga Keluhkan Belum Ada Petugas yang Datang untuk Sedot Air

Kompas.com - 25/02/2020, 17:42 WIB
Suasana banjir di wilayah Bintara, Bekasi Barat tepatnya di depan Kantor Camat Bekasi Barat, sepanjang 600 meter, Selasa (25/2/2020). KOMPAS.com/Tia AstutiSuasana banjir di wilayah Bintara, Bekasi Barat tepatnya di depan Kantor Camat Bekasi Barat, sepanjang 600 meter, Selasa (25/2/2020).

BEKASI, KOMPAS.com – Banjir kembali merendam wilayah Bintara, Bekasi Barat, Selasa (25/2/2020).

Ketinggian air sekitar 60 sentimeter dan menggenang sepanjang lebih kurang 600 meter.

Jalanan pun terputus. Para pengendara dari arah Pondok Kopi ke Kranji dan sebaliknya akhirnya putar balik.

Baca juga: Warga Perumahan Pondok Maharta Jebol Tanggul agar Banjir Surut

Banjir di wilayah Bintara merendam beberapa perumahan, seperti Perumahan Duta Kranji dan Perumahan Bintara Residence.

Banjir di kawasan Bintara ini baru terjadi lagi setelah sempat mengalami yang terparah di awal tahun 2020 dan pada tahun 2007.

Asep (42) salah satu warga asli Bintara, mengatakan belum pernah ada petugas yang membantu mempercepat surutnya banjir di kawasan Bintara.

"Dari yang banjir nasional di 2007, awal tahun 2020 kemarin, sama hari ini, belum pernah ada yang bantu. Kita warga nunggu sesurutnya banjir aja, dan itu lama," ujar Asep.

Warga lainnya, Muhamadidin (63) menambahkan, lamanya banjir yang surut menghambat aktivitas warga.

"Kalau bisa dibantu biar cepat surut kan siapa tahu listrik bisa cepat nyala. Hari ini listrik sudah mati dari jam 5 pagi," ujar Muhamadidin.

Menurut Muhamadidin dan Asep, selain banjir disebabkan dari luapan Kali Cakung, diperparah juga dengan got-got yang kecil.

"Di sini kan memang ada beberapa pemukiman warga kelas bawah, jadi gang sempit, got juga kecil. Kita cuma bisa berharap pemerintah bantu sedot air banjirnya saja," ujar Muhamadidin.

Baca juga: Kerap Dilanda Banjir, Warga Petogogan Minta Normalisasi Kali Krukut Dilakukan

Terpisah, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Arif Maulana menjelaskan mengapa timnya tidak melakukan penyedotan di Bintara.

Menurut dia, hal ini sulit dilakukan karena permukaan air di permukiman yang sejajar dengan sungai.

"Kondisi permukaan air di sungai sejajar dengan limpasan di lokasi perumahan, sehingga tidak bisa dilakukan penyedotan di Bintara," ujar Arif.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Wahidin: Jangan Cari Kerja ke Banten, Banten Sedang Sulit Lowongan Kerja

Gubernur Wahidin: Jangan Cari Kerja ke Banten, Banten Sedang Sulit Lowongan Kerja

Megapolitan
Dampak Covid-19, Sebanyak 17.298 Karyawan Kena PHK di Banten

Dampak Covid-19, Sebanyak 17.298 Karyawan Kena PHK di Banten

Megapolitan
337 Kendaraan Menuju Jakarta Disuruh Putar Arah di Tol Tangerang-Merak

337 Kendaraan Menuju Jakarta Disuruh Putar Arah di Tol Tangerang-Merak

Megapolitan
Polda Metro Jaya Siapkan 3.987 Personel pada Awal Penerapan 'New Normal'

Polda Metro Jaya Siapkan 3.987 Personel pada Awal Penerapan "New Normal"

Megapolitan
Ini Protokol Pencegahan Covid-19 di Tempat Ibadah yang Dibuka Lagi di Bekasi

Ini Protokol Pencegahan Covid-19 di Tempat Ibadah yang Dibuka Lagi di Bekasi

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Tak Risau jika Kasus Covid-19 Melonjak Saat New Normal Diterapkan

Wali Kota Bekasi Tak Risau jika Kasus Covid-19 Melonjak Saat New Normal Diterapkan

Megapolitan
Begini Skenario Beroperasi Kembali Mal di Bekasi, Dimulai 4-8 Juni

Begini Skenario Beroperasi Kembali Mal di Bekasi, Dimulai 4-8 Juni

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 di Depok: Bertambah 9 Kasus Positif dan 51 Pasien Sembuh

[UPDATE] Covid-19 di Depok: Bertambah 9 Kasus Positif dan 51 Pasien Sembuh

Megapolitan
Operasi Pemeriksaan SIKM Berlangsung Sampai 7 Juni

Operasi Pemeriksaan SIKM Berlangsung Sampai 7 Juni

Megapolitan
Disparekraf: Tempat Wisata Jakarta Akan Dibuka Bertahap

Disparekraf: Tempat Wisata Jakarta Akan Dibuka Bertahap

Megapolitan
Sambut New Normal, Tempat Ibadah di Kota Bekasi Mulai Dibuka Pekan Ini

Sambut New Normal, Tempat Ibadah di Kota Bekasi Mulai Dibuka Pekan Ini

Megapolitan
Depok Ajukan Perpanjangan PSBB hingga 4 Juni 2020, Sama dengan Jakarta

Depok Ajukan Perpanjangan PSBB hingga 4 Juni 2020, Sama dengan Jakarta

Megapolitan
5 Polisi Gadungan Ditangkap, Korban Lain Diimbau Melapor ke Polres Tangsel

5 Polisi Gadungan Ditangkap, Korban Lain Diimbau Melapor ke Polres Tangsel

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Akan Bahas Regulasi Berwisata Era New Normal

Taman Margasatwa Ragunan Akan Bahas Regulasi Berwisata Era New Normal

Megapolitan
5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda Modifikasi Mobil Pribadi Menyerupai Kendaraan Polri

5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda Modifikasi Mobil Pribadi Menyerupai Kendaraan Polri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X