Kompas.com - 25/02/2020, 18:18 WIB
Banjir masih merendam kawasan Kampung Bulak, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan sejak Selasa (25/2/2020) dini hari. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiBanjir masih merendam kawasan Kampung Bulak, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan sejak Selasa (25/2/2020) dini hari.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Banjir masih merendam kawasan Kampung Bulak, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan sejak Selasa (25/2/2020) dini hari.

Salah satu warga setempat, Dadang, mengatakan bahwa banjir yang merendam kawasan rumahnya terjadi sejak pukul 01.00 WIB.

"Air di kali itu sudah naik dari jam 11 malam. Tapi sampai masuk ke rumah itu jam 1 malam. Itu cepat banget air naiknya. Dini hari itu aja sudah 2 meter," kata Dadang saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Perumahan Maharta Tangsel Terendam Banjir, Warga Sebut Sistem Drainase Buruk

Tingginya air membuat Dadang dan keluarga harus mengevakuasi barang berharga ke dataran lebih tinggi.

Bahkan, kata Dadang, saat itu seluruh warga juga mulai mengungsi ke Masjid Ar Rahman yang berada di Kampung Bulak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami dari malam pas lihat air di kali naik dan hujan enggak berenti sudah antisipasi, pada ngungsi ke masjid," ucapnya.

Kini sudah terhitung hampir 17 jam banjir di wilayah Kampung Bulak belum juga surut.

Saat ini ketinggian air masih mencapai sekitar 30 sentimeter diikuti sampah yang berserakan.

"Iya hampir 17 jam ini sudah mau magrib. Alhamdulillah rumah paling depan dari siang sih sudah surut. Udah saya bersihkan juga rumah," ucapnya.

Baca juga: Hujan Deras Sejak Semalam, Perumahan Maharta Tangsel Kembali Terendam Banjir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantah Catatan LBH Jakarta soal Penggusuran di Jakarta, Pemprov DKI: Itu Penertiban

Bantah Catatan LBH Jakarta soal Penggusuran di Jakarta, Pemprov DKI: Itu Penertiban

Megapolitan
UPDATE: Tambah 7 Kasus di Depok, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 7 Kasus di Depok, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Mulai Minggu Ini, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Mulai Minggu Ini, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Megapolitan
Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Megapolitan
Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Megapolitan
SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

Megapolitan
Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Megapolitan
Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Megapolitan
UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Megapolitan
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Megapolitan
Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Megapolitan
Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.