Sudah Malam, Banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah Masih 2 Meter

Kompas.com - 25/02/2020, 20:27 WIB
Banjir di Bumi Nasio Indah, Jatimekar, Jatiasih, Bekasi, Selasa (25/2/2020). KOMPAS.comBanjir di Bumi Nasio Indah, Jatimekar, Jatiasih, Bekasi, Selasa (25/2/2020).
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Banjir masih menggenangi Perumahan Bumi Nasio Indah, Jalan Jatimekar, Jatiasih, Bekasi pada Selasa (25/2/2020). Ketinggian banjir di kawasan ini masih 2 meter pada pukul 19.40 WIB.

Salah satu warga di Perumahan Bumi Nasio Indah, Irwan mengatakan bahwa kawasan rumahnya sudah terendam banjir sejak pukul 03.00 WIB.

"Sudah dari pagi ini banjir tadi sekitar pukul 03.00 WIB sampai sekarang tidak surut-surut udah 16 jam," ujar Irwan di lokasi, Selasa.

Baca juga: Perumahan Bumi Nasio Indah Bekasi Terendam Banjir 2 Meter

Irwan mengatakan, banjir yang belum surut itu membuatnya harus mengevakuasikan dirinya dan keluarga.

Sebab keadaan listrik di rumahnya sudah mulai padam.

"Ya mau tidak mau menginap di rumah keluarga atau hotel karen listrik gelap gini giman mau aktivitas. Apalagi ada anak kecil di rumah, kata dia.

Baca juga: Jatimekar Bekasi Banjir, Pengendara Terjebak Macet dan Putar Balik

Irwan mengatakan, dirinya juga telah mengemas dan memindahkan barang-barangnya ke tempat yang lebih tinggi.

"Sudah saya pindahin barang-barang, kursi, meja semua saya pindah ke lantai dua," ucap dia.

Namun, menurut dia, masih ada beberapa warga yang masih bertahan di rumah.

Kini sudah terhitung hampir 16 jam banjir di wilayah Bumi Nasio Indah belum juga surut.

"Iya hampir 16 jam ini masih tinggi juga banjirnya. Saya mah sama keluarga mau kerumah saudara yang deket sini,"tutur dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selisih hingga 659, Data Kasus Aktif Covid-19 Pemkot Bekasi Tak Sinkron dengan Pemprov Jabar

Selisih hingga 659, Data Kasus Aktif Covid-19 Pemkot Bekasi Tak Sinkron dengan Pemprov Jabar

Megapolitan
Walhi Jakarta Sebut Larangan Kantong Plastik Belum Berjalan Maksimal

Walhi Jakarta Sebut Larangan Kantong Plastik Belum Berjalan Maksimal

Megapolitan
Pro Kontra Ganjil Genap di Tengah Pandemi Covid-19, Driver Ojol Untung tapi Pengguna Mobil Bingung

Pro Kontra Ganjil Genap di Tengah Pandemi Covid-19, Driver Ojol Untung tapi Pengguna Mobil Bingung

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Bos PS Store Putra Siregar Jadi Korban Pembunuhan Karakter

Kuasa Hukum Sebut Bos PS Store Putra Siregar Jadi Korban Pembunuhan Karakter

Megapolitan
Polisi Dalami Motif Penembakan di Tangsel, Tersangka Klaim untuk Bubarkan Balap Liar

Polisi Dalami Motif Penembakan di Tangsel, Tersangka Klaim untuk Bubarkan Balap Liar

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Jimmy Paling Tahu Kepabeanan Ponsel Putra Siregar, Siapa Dia?

Kuasa Hukum Sebut Jimmy Paling Tahu Kepabeanan Ponsel Putra Siregar, Siapa Dia?

Megapolitan
Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Megapolitan
Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Megapolitan
Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Megapolitan
Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Megapolitan
3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

Megapolitan
Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Megapolitan
3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X