Kala Nasi Sarden Menjadi Menu Andalan Posko Banjir Cipinang Melayu

Kompas.com - 25/02/2020, 20:50 WIB
Setiap banjir, beberapa rukun warga (RW) di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar kerap mengadakan posko makanan. Menu makanan yang dihidangkan pun terbilang cukup beragam. Mulai dari nasi, sarden, teh, hingga kopi tersaji di sana pada Selasa (25/2/2020). KOMPAS.com/NABILLA RAMADHIANSetiap banjir, beberapa rukun warga (RW) di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar kerap mengadakan posko makanan. Menu makanan yang dihidangkan pun terbilang cukup beragam. Mulai dari nasi, sarden, teh, hingga kopi tersaji di sana pada Selasa (25/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap kali banjir terjadi, beberapa rukun warga (RW) di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur kerap membuka dapur umum.

Menu makanan yang dihidangkan pun terbilang cukup beragam. Mulai dari nasi, sarden, teh, hingga kopi disediakan.

"(Bahkan) sebelumnya dulu Kampung Siaga Bencana (KSB) ada ayam, tempe orek, tahu, telur, dan sayur-sayuran oseng," kata Kader Posyandu Dawi saat ditemui Kompas.com, di posko banjir Cipinang Melayu, Selasa (25/2/2020).

Baca juga: Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

KSB di Cipinang Melayu rutin membuka posko makanan setiap terjadi banjir besar.

Meski kerap menyediakan aneka ragam hidangan, Dawi memaparkan bahwa warga setempat ada kalanya merasa bosan dengan menu tetsebut.

Sebab, menu yang dihidangkan dirasa hanya itu saja dan tidak jauh berbeda dari hidangan setiap banjir tiba.

"Komplain kok menunya gini-gini lagi. Tapi ya mereka tetap makan karena sudah tahu setiap banjir masakannya seperti ini," kata Dawi.

Baca juga: Antisipasi Banjir, Bekasi Siapkan 7 Tenda Pengungsian dan Pompa Mobile

Berdasarkan pantauan Kompas.com, saat ini dapur umum yang tersedia hanya dari RW 04 saja yang terletak di kantor RW mereka.

Posko tersebut biasanya dikelola oleh setidaknya 15 orang dikala banjir besar tiba.

"Saat ini dari pagi jam 8 tadi hanya diurus oleh lima orang. Sisanya tidak bisa membantu karena terkena banjir," kata Dawi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

Megapolitan
UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

Megapolitan
Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Megapolitan
UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

Megapolitan
Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Megapolitan
Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Megapolitan
Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Megapolitan
Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Megapolitan
Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Megapolitan
Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Megapolitan
5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

Megapolitan
Anies Terbitkan Aturan Soal Masker Kain di DKI Jakarta, Ini Ketentuan dan Sanksi buat Pelanggar

Anies Terbitkan Aturan Soal Masker Kain di DKI Jakarta, Ini Ketentuan dan Sanksi buat Pelanggar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X