Kompas.com - 26/02/2020, 13:54 WIB
Tangkapan layar Instagram @warung_jurnalis terkait pos polisi lalu lintas di daerah Tugu Tani, Jakarta Pusat yang dirusak oleh orang tak dikenal pada Rabu (26/2/2020) pagi. KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELATangkapan layar Instagram @warung_jurnalis terkait pos polisi lalu lintas di daerah Tugu Tani, Jakarta Pusat yang dirusak oleh orang tak dikenal pada Rabu (26/2/2020) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolsek Menteng, Kompol Guntur Muhammad Thariq mengatakan, polisi memeriksa rekaman CCTV untuk mengetahui pelaku penyerangan pos polisi lalu lintas di daerah Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Polisi juga telah memeriksa saksi yakni anggota polisi lalu lintas yang berjaga di sekitar lokasi itu.

"Banyak kemungkinan terkait pelaku, saat ini masih dicek (rekaman) CCTV, mungkin dari (rekaman) CCTV itu kami bisa membenarkan kalau pelaku ini siapa dan apa yang sedang diperbuat," kata Guntur, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Pos Polisi Tugu Tani Dirusak Orang Tak Dikenal

Pelaku merusak kaca pos polisi dengan batu. Guntur menduga pelaku mendapatkan batu itu dari taman di sekitar kawasan Tugu Tani.

Saat ini, polisi telah mengamankan sebuah batu yang diduga digunakan korban untuk merusak pos polisi tersebut.

Namun, Guntur tak berani berspekulasi tentang jumlah tersangka. Dia hanya memperkirakan tersangka tak mengendarai motor saat melempar pos polisi itu dengan batu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau dilihat dari batu yang dilempar, batunya ada di sekitar tersebut. Pelaku diduga berjalan kaki," ungkap Guntur.

Pos polisi lalu lintas di daerah Tugu Tani, Jakarta Pusat, dirusak oleh orang tak dikenal pada Rabu pagi, sekitar pukul 06.00 WIB saat tak ada anggota polisi yang berjaga di sekitar lokasi. Hingga kini, polisi masih mencari tersangka penyerangan tersebut.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 4 Tersangka Kasus Narkotika, 3 Kg Sabu dan 9.984 Ekstasi Diamankan

Polisi Tangkap 4 Tersangka Kasus Narkotika, 3 Kg Sabu dan 9.984 Ekstasi Diamankan

Megapolitan
Sudin LH Jaksel Tangkap Tangan Pembuang Limbah Septic Tank ke Saluran Air

Sudin LH Jaksel Tangkap Tangan Pembuang Limbah Septic Tank ke Saluran Air

Megapolitan
Besok Vaksinasi Anak di Kota Bekasi Dimulai, Catat Lokasinya

Besok Vaksinasi Anak di Kota Bekasi Dimulai, Catat Lokasinya

Megapolitan
Anak Akidi Tio Dilaporkan atas Dugaan Penipuan ke Polda Metro Sebelum Heboh Sumbangan Rp 2 Triliun

Anak Akidi Tio Dilaporkan atas Dugaan Penipuan ke Polda Metro Sebelum Heboh Sumbangan Rp 2 Triliun

Megapolitan
Kasus Dugaan Ambulans Dihalangi di Pamulang, Polisi Pastikan Pengendara Sedan Tak Bersalah

Kasus Dugaan Ambulans Dihalangi di Pamulang, Polisi Pastikan Pengendara Sedan Tak Bersalah

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Kota Bekasi Dibagi Menjadi 6 Waktu

Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Kota Bekasi Dibagi Menjadi 6 Waktu

Megapolitan
Saat Tetangga Bantu Daftarkan Pasien Covid-19 agar Dapat Suplai Makanan Saat Isolasi Mandiri

Saat Tetangga Bantu Daftarkan Pasien Covid-19 agar Dapat Suplai Makanan Saat Isolasi Mandiri

Megapolitan
Mayat Bayi Ditemukan di Kali Cipinang Lontar, Petugas Awalnya Mengira Bangkai Kucing

Mayat Bayi Ditemukan di Kali Cipinang Lontar, Petugas Awalnya Mengira Bangkai Kucing

Megapolitan
Anies: Meski Sudah Divaksin Dua Kali, Harus Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Anies: Meski Sudah Divaksin Dua Kali, Harus Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Megapolitan
Pengawasan Perseorangan Wajib Sudah Divaksin di Jakarta Akan Jadi Beban Pengelola Usaha

Pengawasan Perseorangan Wajib Sudah Divaksin di Jakarta Akan Jadi Beban Pengelola Usaha

Megapolitan
Mahasiswa Kuliah Online, Mes UBM di Pademangan Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Mahasiswa Kuliah Online, Mes UBM di Pademangan Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Polisi Panggil Satpam GBK yang Diduga Keroyok Mahasiswa

Polisi Panggil Satpam GBK yang Diduga Keroyok Mahasiswa

Megapolitan
Anies: Perpanjangan PPKM Level 4, Tidak Ada Aturan yang Baru

Anies: Perpanjangan PPKM Level 4, Tidak Ada Aturan yang Baru

Megapolitan
Tanah Longsor di Pasir Putih Sawangan Depok, Nihil Korban Jiwa

Tanah Longsor di Pasir Putih Sawangan Depok, Nihil Korban Jiwa

Megapolitan
Mantan Ajudan Pribadi Kenang Soerjadi Soedirja sebagai Sosok Mengayomi

Mantan Ajudan Pribadi Kenang Soerjadi Soedirja sebagai Sosok Mengayomi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X