Polisi Ungkap Detik-detik Massa Rusak AEON Mall Jakarta Garden City

Kompas.com - 26/02/2020, 17:26 WIB
Jajaran Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur saat konferensi pers kasus perusakan AEON Mall Jakarta Garden City di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu (26/2/2020). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIJajaran Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur saat konferensi pers kasus perusakan AEON Mall Jakarta Garden City di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu (26/2/2020).
Penulis Dean Pahrevi
|

 JAKARTA, KOMPAS.com - Perusakan fasilitas umum AEON Mall Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur, terjadi pada Selasa (25/2/2020).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Suyudi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa pukul 09.30 WIB.

Saat itu, sekitar 300-400 orang yang merupakan warga Kelurahan Cakung Timur mendatangi mall tersebut untuk berdemonstrasi.

"Terjadi demonstrasi yang akhirnya dilanjutkan dengan tindakan melawan hukum dengan cara kekerasan bersama-sama. Diawali dengan mendorong dan merusak pagar, kemudian melempari mal dengan batu, kayu dan sebagainya," kata Suyudi di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: AEON Mall Jakarta Garden City Didemo Massa, Warga Cakung: Dulu Enggak Banjir

Massa berdemonstrasi di area mall dan melakukan perusakan sehingga membuat sejumlah fasilitas rusak.

"Ada yang memecahkan dinding-dinding, kaca-kaca. Kemudian dari peristiwa tersebut dilakukan upaya penanganan oleh jajaran Polres Jaktim bersama stakeholder terkait, bapak walikota, dandim dan dibackup Polda Metro Jaya," ujar Suyudi.

Polisi pun melakukan investigasi dan mengamankan 23 orang dalam aksi perusakan itu. Dari 23 orang tersebut, delapan orang ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Polisi Tetapkan 8 Tersangka Perusakan AEON Mall Jakarta Garden City

Adapun alasan warga melakukan perusakan diduga karena geram dengan pengelolaan Waduk JGC yang tidak baik sehingga menimbulkan banjir di wilayah permukiman warga sekitar JGC.

"Ada beberapa kampung di sekitar JGC. Pertama Kampung Rorotan, Kampung Kayu Tinggi dan Kampung Tambun Rengas diduga 3 kampung itu. Nah emang ada latarbelakang yang tadi saya sampaikan. Tapi apapun alasanya tidak bisa melakukan kekerasan," ujar Suyudi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Megapolitan
Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

Megapolitan
Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Megapolitan
Satpol PP Bubarkan Remaja Berseragam SMA yang Berkerumun di Stadion Patriot Bekasi

Satpol PP Bubarkan Remaja Berseragam SMA yang Berkerumun di Stadion Patriot Bekasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Terbakar di Depan Pasar Patra, Api Dipicu Korsleting AC

Sebuah Mobil Terbakar di Depan Pasar Patra, Api Dipicu Korsleting AC

Megapolitan
Alat Tes PCR Rusak, Pemkot Tangsel Masih Tunggu Bantuan Pusat

Alat Tes PCR Rusak, Pemkot Tangsel Masih Tunggu Bantuan Pusat

Megapolitan
4 Upaya Tangsel Atasi Ruang ICU Pasien Covid-19 yang Terisi Penuh

4 Upaya Tangsel Atasi Ruang ICU Pasien Covid-19 yang Terisi Penuh

Megapolitan
Airin: PPKM Masih Diperlukan untuk Tekan Covid-19

Airin: PPKM Masih Diperlukan untuk Tekan Covid-19

Megapolitan
50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

Megapolitan
Pria Ini Malah Curi Sepeda Motor Orang yang Tawari Dia Pekerjaan

Pria Ini Malah Curi Sepeda Motor Orang yang Tawari Dia Pekerjaan

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kembali Berjualan, Harga Dipatok Rp 125.000 Per Kg

Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kembali Berjualan, Harga Dipatok Rp 125.000 Per Kg

Megapolitan
Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Megapolitan
Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Banyak Pasien Covid-19 Melapor Sulit Dapatkan RS

Banyak Pasien Covid-19 Melapor Sulit Dapatkan RS

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X