Saat Hendak Antar Anak ke Sekolah, Warga Ini Baru Sadar Motornya Digondol Maling

Kompas.com - 27/02/2020, 12:07 WIB
Ilustrasi pencurian sepeda motor. KOMPAS.com / ABDUL HAQIlustrasi pencurian sepeda motor.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Aksi pencurian sepeda motor terjadi di Jalan Arjuna RT 001 RW 08 No.12, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (26/2/2020) dini hari.

Sepeda motor metik bernomor polisi B 4464 TPG milik Eki Doni beserta helm dan sepasang sepatunya hilang dicuri orang. Sepeda motor itu tadinya diparkir di rumahnya yang berpagar.

Eki menceritakan, ia baru sadar sepeda motornya dicuri orang saat ingin mengantarkan anaknya ke sekolah.

"Tahunya pas mau antar anak sekolah sekitar jam 6 pagi. Itu motor sudah tidak ada," kata Eki, Kamis.

Baca juga: Maling Minimarket di Pamulang juga Sempat Berusaha Bobol Berangkas

Menurut Eki, si pencuri motor itu menutup gerbang pagar rumahnya yang telah dirusak dengan cara diikat pakai tali sepatu.

"Posisi pintu rumah diikat tali sepatu dan diganjal sepeda. Sepasang sepatu dan helm hilang," kata dia.

Begitu tahu motornya hilang, Eki lalu mendatangi rumah tetangga yang memasang kamera CCTV. Rekaman CCTV memperlihatkan, pencurian terjadi sekitar pukul 03.11 WIB.

Menurut Eki, lokasi rumahnya rawan pencurian dalam beberapa waktu terkahir. Sebelumnya ada kasus pencurian sepeda motor dan hewan yang menimpa tetanganya.

"Sekitar rumah saya ada yang kehilangan motor dan ayam. Sudah ada beberapa kejadian. Jadi sudah sangat meresahkan," katanya.

Eki telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Pamulang.

"Saya berharap kepolisian bisa menangkap pelaku secepatnya," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X