Pemkot Bekasi Butuh 500 Pompa untuk Tangani Banjir

Kompas.com - 29/02/2020, 14:50 WIB
Banjir di Harapan Baru, Bekasi, Rabu (26/2/2020).Jakarta KOMPAS.com/Cynthia LovaBanjir di Harapan Baru, Bekasi, Rabu (26/2/2020).Jakarta
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi membutuhkan 500 unit pompa untuk mengantisipasi banjir di 12 kecamatan di Bekasi
 
Kepala Dinas BMSDA Bekasi, Arief Maulana mengatakan, saat ini Bekasi baru memiliki 80 pompa untuk 12 kecamatan sehingga masih membutuhkan tambahan pompa.

“Kita masih sangat membutuhkan jika curah hujan yang tinggi tidak sebanding dengan kapasitas sedotan pompa dari itu sendiri,” ujar Arief saat dihubungi, Sabtu (29/2/2020).

Arief mengatakan, jumlah 500 pompa yang dibutuhkan disesuaikan dengan kebutuhan titik banjir di Bekasi yang belakangan ini mencapai kurang lebih 200 titik.

Baca juga: Wali Kota Bekasi Sebut Saluran Air Tol Japek yang Tertutup Proyek KCIC Jadi Penyebab Banjir

Dia mencontohkan, satu pompa sudah dipasang di kawasan Caman tetapi tetap banjir. Oleh karena itu, kawasan tersebut membutuhkan pompa lebih banyak lagi agar bisa menyedot air.

“Yang ada pompa di Caman itu kan ada dua biji itu 100 per m3/liter. Kemarin kan dipasang satu tidak kuat, kemudian dipasang dua kuat. Sudah dipasang dua, nambah lagi curah hujannya. Nah jadi pompa yang ada tidak kuat lagi, jadi musti ada penambahan lagi,” kata dia.

Adit mengatakan, kebutuhan pompa itu juga lantaran kapasitas pompa yang dimiliki Bekasi saat ini sudah tidak mampu menyedot air dengan jumlah banyak secara cepat.

Adapun, pompa yang dibutuhkan Pemkot Bekasi adalah yang jenis pompanya dari genset.

Baca juga: Cegah Banjir Lagi, Mesin Pompa di Underpass Tol JORR Kalimalang Akan Ditambah

"Kita sudah punya dua alternatif yaitu genset dan juga PLN. Tapi kalau pakai PLN lebih tinggi biayanya bisa sampai Rp 25 juta sebulan kan lumayan dipakai atau tidak harus bayar. Apalagi instalansi cukup besar yang di bebankan ke kita. Mending beli genset lebih efektif, murah dan efisien,” ucap dia.

Sementara Kabid Sumber Daya Air Kota Bekasi, Zainal mengatakan nantinya permintaan kebutuhan pompa itu akan diajukan kepada Kementerian PUPR atau Pemkot Bekasi.

Namun, untuk sementara saat ini pihaknya masih memaksimalkan pompa-pompa yang ada di Bekasi.

“Belum tahun ini (permintaannya), tahun depan atau kita ajukan tahun ini biar tahun depan kita gunakan. Semoga diperbolehkan,” tutur dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

Megapolitan
Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Megapolitan
Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Megapolitan
Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Megapolitan
Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

Megapolitan
Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Megapolitan
Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Megapolitan
Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Megapolitan
Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Megapolitan
Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

Megapolitan
Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X