Anies Tak Batasi Pembelian Bahan Pokok hingga Masker meski Indonesia Terdampak Corona

Kompas.com - 03/03/2020, 07:05 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2020). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2020).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sepakat untuk tidak membatasi masyarakat membeli berbagai kebutuhan pokok hingga masker, meskipun kasus virus corona atau Covid-19 telah masuk ke Indonesia.

Alasannya, stok berbagai kebutuhan di Jakarta masih aman. Namun, Anies belum mendapatkan rincian dari Aprindo soal sampai kapan stok kebutuhan itu masih aman.

"Dalam diskusi, diputuskan Aprindo tidak melakukan pembatasan, karena kalau lakukan pembatasan dianggap stoknya terbatas, padahal stoknya ada," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/3/2020).

Baca juga: Dampak Corona, Anies: Stok Kebutuhan di Jakarta Cukup, Tak Perlu Belanja Berlebihan

Anies berujar, pembatasan pembelian berbagai kebutuhan justru dikhawatirkan menimbulkan efek negatif yang lebih besar terhadap psikologis masyarakat.

Anies belum memberlakukan kebijakan khusus terkait aksi panic buying (memborong barang kebutuhan) pascapengumuman adanya kasus corona di Indonesia.

"(Kebijakan khusus) itu dibicarakan dengan Aprindo memang. Dan sejauh ini belum ada pembatasan, karena mereka memperhitungkan punya efek justru negatif nantinya. Nanti kita lihat saja hari-hari ke depan, ini kan baru beberapa jam," kata dia.

Saat ini, Anies mengimbau masyarakat untuk tidak belanja secara berlebihan. Dia menyatakan stok kebutuhan di Jakarta masih aman.

Aksi panic buying, kata Anies, justru dikhawatirkan mengganggu stabilitas harga dan stok barang.

Baca juga: Khawatir Tempat Publik Ditutup akibat Corona, Warga Borong Sembako di Mal Kelapa Gading

Pascapengumuman kasus corona di Indonesia, pusat perlengkapan alat medis, Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, dipenuhi pengunjung yang memburu masker dan perlengkapan medis lainnya, kemarin.

Para penjual atau pemilik toko terlihat kewalahan melayani para pengunjung yang sebagian besar memburu masker dan hand sanitizer.

Selain itu, salah satu pasar swalayan di dalam Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, juga dipadati pengunjung yang hendak membeli kebutuhan pokok.

Mereka tampak sibuk memilih kebutuhan pokok yang hendak dibeli, seperti mie instan, susu, beras, makanan ringan, sayuran, dan lainnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Sampah Kayu dan Bambu Jadi Pemandangan Baru di Kali Bekasi

Gunung Sampah Kayu dan Bambu Jadi Pemandangan Baru di Kali Bekasi

Megapolitan
BNNK Jakarta Utara Rekomendasikan Millen Cyrus Direhabilitasi

BNNK Jakarta Utara Rekomendasikan Millen Cyrus Direhabilitasi

Megapolitan
Jumat, Polda Metro Kembali Gelar Tes Rapid dan Swab di Petamburan

Jumat, Polda Metro Kembali Gelar Tes Rapid dan Swab di Petamburan

Megapolitan
Kasus Meningkat, Ruang ICU Khusus Pasien Covid-19 di Tangsel Penuh

Kasus Meningkat, Ruang ICU Khusus Pasien Covid-19 di Tangsel Penuh

Megapolitan
Keluarga Ajukan Millen Cyrus Direhabilitasi

Keluarga Ajukan Millen Cyrus Direhabilitasi

Megapolitan
Bocah yang Hanyut di Kanal Banjir Barat Ditemukan Meninggal Dunia

Bocah yang Hanyut di Kanal Banjir Barat Ditemukan Meninggal Dunia

Megapolitan
Idris Positif Covid-19, Debat Pilkada Depok Tetap Akan Digelar 2 Lawan 1

Idris Positif Covid-19, Debat Pilkada Depok Tetap Akan Digelar 2 Lawan 1

Megapolitan
Agustinus Woro, Sang Pemanjat Menara SUTET hingga Tiang Baliho di Jakarta

Agustinus Woro, Sang Pemanjat Menara SUTET hingga Tiang Baliho di Jakarta

Megapolitan
Rumah Sakit Hampir Penuh, Dinkes Tangsel Rujuk Pasien Covid-19 ke Wilayah Tetangga

Rumah Sakit Hampir Penuh, Dinkes Tangsel Rujuk Pasien Covid-19 ke Wilayah Tetangga

Megapolitan
Ada Unsur Tindak Pidana, Kasus Kerumunan Rizieq Shihab di Petamburan Naik ke Penyidikan

Ada Unsur Tindak Pidana, Kasus Kerumunan Rizieq Shihab di Petamburan Naik ke Penyidikan

Megapolitan
Kuasa Hukum Nilai Vonis Hakim Lindungi 11 Oknum TNI Penganiaya Warga hingga Tewas

Kuasa Hukum Nilai Vonis Hakim Lindungi 11 Oknum TNI Penganiaya Warga hingga Tewas

Megapolitan
171.998 Siswa di Jakarta Tak Punya Gawai untuk Belajar Jarak Jauh

171.998 Siswa di Jakarta Tak Punya Gawai untuk Belajar Jarak Jauh

Megapolitan
Polisi Sebut Kerumunan Rizieq Shihab Sudah Memenuhi Unsur Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Polisi Sebut Kerumunan Rizieq Shihab Sudah Memenuhi Unsur Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Megapolitan
Komplotan Pencuri di Cengkareng Ini Pernah Pura-pura Jadi Petugas Covid-19

Komplotan Pencuri di Cengkareng Ini Pernah Pura-pura Jadi Petugas Covid-19

Megapolitan
Polisi: 2 Artis yang Diduga Terlibat Prostitusi Online Masih Berstatus Saksi

Polisi: 2 Artis yang Diduga Terlibat Prostitusi Online Masih Berstatus Saksi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X