Wali Kota Tangerang Hentikan Pembangunan Perumahan Garden City Residence hingga Masalah Banjir Beres

Kompas.com - 03/03/2020, 18:01 WIB
Banjir di Garden City Residence Kota Tangerang, Senin (24/2/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOBanjir di Garden City Residence Kota Tangerang, Senin (24/2/2020)

TANGERANG, KOMPAS.com - Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah tidak akan mengizinkan pembangunan perumahan Garden City Residence berlanjut sebelum persoalan banjir di tempat itu diatasi pengembang.

Arief ingin pengembang Garden City Residence menyelesaikan masalah banjir di kawasan perumahan tersebut.

"Masih ada yang belum dibangun sisanya. Sisanya kami tak izinkan lagi (membangun)," kata dia saat ditemui Kompas.com di Kantor Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Selasa (3/3/2020).

Baca juga: Dipanggil Wali Kota Terkait Banjir, Pengembang Garden City Residence Minta Ditunda

Arief mengatakan, pembangunan di perumahan Garden City Residence akan kembali diizinkan Pemkot Tangerang jika pengembang sudah menuntaskan kewajibannya membuat tanggul di area banjir Garden City Residence.

"Diizinkan apabila dia bikin bendungan di danaunya," kata dia.

Saat ini, tanggul yang dibuat Garden City Residence sangat kecil sehingga setiap hujan turun, potensi kebanjiran selalu ada, terutama di RW 25 Kelurahan Gebang Raya Kecamatan Periuk Kota Tangerang, di mana perumahan Garden City Residence didirikan.

"Danaunya yang dibendung sebagian kecil aja, sisanya dia masuk air dari mana-mana. Kami minta dia buat penanganan," kata Arief.

Dengan membangun tanggul, kata Arief, bukan hanya warga yang membeli rumah yang bebas dari banjir, hal itu juga akan memberi keleluasaan kepada pengembang unguk kembali melanjutkan pengembangan kawasan.

Baca juga: Belum Surut, Ketinggian Banjir di Garden City Residence Periuk Tangerang Kembali Naik

"Ia (pengembang) juga bisa mengamankan konsumennya karena kalau enggak, jadi masalah untuk kami," kata Arief.

Banjir di Garden City Residence Periuk Kota Tangerang sudah terjadi 3 kali dalam kurun waktu 2 bulan di awal tahun 2020.

Kompas.com mencatat, selain sering banjir, surutnya banjir di tempat itu membutuhkan waktu lama, bahkan bisa seminggu atau lebih.

Banjir tercatat terjadi pada 1 Januari 2020. Banjur terbesar terjadi pada 1 Februari lalu yang merendam perumahan warga hingga setinggi 3 meter. Kawasan itu dilanda banjir lagi pada 23 Februari dengan ketinggian air mencapai 120 sentimeter.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Megapolitan
Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Megapolitan
Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Megapolitan
Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Megapolitan
Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Megapolitan
Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Megapolitan
Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Megapolitan
Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Megapolitan
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Megapolitan
Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Megapolitan
Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X