Pengunjung Pos Pemantauan Corona RSPI Sulianti Saroso Naik Setelah Jokowi Umumkan Pasien Positif Virus Corona

Kompas.com - 03/03/2020, 21:41 WIB
Posko pemantauan Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso. KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIPosko pemantauan Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pos Pemantauan Covid-19, penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 atau dikenal juga dengan sebutan virus corona Wuhan, di RSPI Sulianti Saroso di Jakarta Utara ramai dikunjungi warga sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kasus pertama virus itu di Indonesia.

"Meningkatnya kunjungan ketika mulai Bapak Presiden Jokowi menyampaikan bahwa ada pasien yang sudah positif corona virus. Diikuti dengan kunjungan Pak Menkes," kata Tiursani Idawati Sinurat, Kepala Instalasi dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit di RSPI Sulianti Saroso, Selasa (3/3/2020).

Baca juga: Mengenal RSPI Sulianti Saroso Tempat Isolasi Pasien Virus Corona, Stasiun Karantina Sejak 1917

Tiur menyebutkan, mereka sudah membuka posko tersebut sejak minggu ke tiga Januari 2020.

Sejak dibuka itu, kunjungan ke pos patau tersebut relatif rendah. Bahkan dalam sehari sempat tidak ada kunjungan ke pos itu.

Namun, sejak pengumuman adanya kasus virus corona di Indonesia, ratusan orang sudah berkunjung ke pos itu.

Tak hanya warga Indonesia, sejumlah warga negara asing (WNA) juga berkunjung ke pos pemantauan tersebut.

"WNA dan WNI persentase (kunjungannya) sama," ucap Tiur.

Baca juga: RSUD Depok Rujuk Satu Pasien ke RSPI Sulianti Saroso, Status Suspect Corona

Sebelumnya diberitakan, dua warga di Depok, Jawa Barat, positif terjangkit virus corona Wuhan.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengemukakan, satu dari dua orang itu sempat bertemu dengan warga Jepang di sebuah tempat di Jakarta. Warga Jepang kemudian diketahui positif virus corona setelah meninggalkan Indonesia.

"Awalnya ada WN Jepang yang tinggal di Malaysia melakukan perjalanan ke Indonesia. Lalu, dia kembali ke Malaysia setelah beberapa hari sakit," ujar Terawan, 

WN Jepang tersebut kemudian diperiksa oleh tenaga medis di Malaysia. Setelah diperiksa beberapa hari, WN Jepang tersebut dipastikan positif terjangkit virus corona.

Terawan melanjutkan, tenaga medis di Malaysia memastikan bahwa warga Jepang itu terjangkit virus corona tepatnya pada pekan lalu.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan lantas melakukan pelacakan di wilayah mana saja di Indonesia WN Jepang tersebut beraktivitas.

"Kami lakukan tracking melakukan close contact dengan pasien ini. Kami tindak lanjuti, sistem di sini berjalan," ungkap Terawan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Hilang Kendali, Pengemudi Mobil BMW Tabrak Pemotor di Sudirman

Diduga Hilang Kendali, Pengemudi Mobil BMW Tabrak Pemotor di Sudirman

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Usul SPBU Ditutup untuk Cegah Pemudik Nekat

Ketua DPRD DKI Usul SPBU Ditutup untuk Cegah Pemudik Nekat

Megapolitan
Polisi Tetapkan 7 Muncikari Prostisusi Online Anak di Tebet sebagai Tersangka

Polisi Tetapkan 7 Muncikari Prostisusi Online Anak di Tebet sebagai Tersangka

Megapolitan
KTT ASEAN di Jakarta, Kapolda Metro: 4.382 Personel Polri Amankan 51 Titik

KTT ASEAN di Jakarta, Kapolda Metro: 4.382 Personel Polri Amankan 51 Titik

Megapolitan
Aki Truk Sampah Digondol Maling, Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Lapor Polisi

Aki Truk Sampah Digondol Maling, Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Lapor Polisi

Megapolitan
Cerita Novrina Nikmati Manisnya Bisnis Kurma di Masa Pandemi Covid-19

Cerita Novrina Nikmati Manisnya Bisnis Kurma di Masa Pandemi Covid-19

Megapolitan
600 Anggota TNI Disiagakan untuk Amankan Kunjungan PM Vietnam ke Istana Bogor

600 Anggota TNI Disiagakan untuk Amankan Kunjungan PM Vietnam ke Istana Bogor

Megapolitan
Polisi Tak Pakai UU Darurat untuk Jerat Perampok di Ciputat

Polisi Tak Pakai UU Darurat untuk Jerat Perampok di Ciputat

Megapolitan
Ditangkap dalam Penggerebekan Prostitusi Online di Tebet, Empat Anak Dikembalikan ke Orangtua

Ditangkap dalam Penggerebekan Prostitusi Online di Tebet, Empat Anak Dikembalikan ke Orangtua

Megapolitan
Komplotan Perampok di Ciputat Beli Airsoft Gun di Toko Online

Komplotan Perampok di Ciputat Beli Airsoft Gun di Toko Online

Megapolitan
Sambut Libur Lebaran, Ancol Siap Buka Wahana Atlantis

Sambut Libur Lebaran, Ancol Siap Buka Wahana Atlantis

Megapolitan
KPK Duga Ada Kecurangan Kontrak PAM Jaya-Aetra, Ini Respons Pemprov DKI Jakarta

KPK Duga Ada Kecurangan Kontrak PAM Jaya-Aetra, Ini Respons Pemprov DKI Jakarta

Megapolitan
Imigrasi Jelaskan Alasan Kedatangan 117 WN India ke Indonesia

Imigrasi Jelaskan Alasan Kedatangan 117 WN India ke Indonesia

Megapolitan
Jumlah Wisatawan Dibatasi 50 Persen, Pengunjung Ancol Diminta Pesan Tiket Online

Jumlah Wisatawan Dibatasi 50 Persen, Pengunjung Ancol Diminta Pesan Tiket Online

Megapolitan
Prokes di Dufan, Pengunjung Wajib Pakai Masker dan Duduk Sendiri di Wahana

Prokes di Dufan, Pengunjung Wajib Pakai Masker dan Duduk Sendiri di Wahana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X