Pembelaan Wali Kota Depok soal Kritik Terhadapnya yang Sebut Nama Kompleks Pasien Corona

Kompas.com - 04/03/2020, 15:22 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANWali Kota Depok Mohammad Idris di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020).


DEPOK, KOMPAS.com - Wali Kota Depok Mohammad Idris membela diri terkait kritik yang dilontarkan kepadanya gara-gara menyebut nama perumahan pasien positif corona di Depok, Jawa Barat pada Senin (2/3/2020) lalu.

Idris menegaskan, ia tidak menyebutkan data pribadi pasien positif virus corona seperti nama, alamat lengkap, dan pekerjaan pasien.

"Saya tidak menyebut nama. Saya tidak menyebut alamat lengkap. Sampai sekarang, nama korban saya enggak tahu, tidak ada yang beri tahu saya. Saya cuma tahu inisial," jelas Idris kepada wartawan di Alun-alun Kota Depok, Rabu (3/3/2020).

Baca juga: Wali Kota Depok: Warga di Kompleks Rumah Pasien Corona Bisa Beraktivitas Normal

Idris berkilah, ia hanya membacakan informasi mengenai lokasi perumahan pasien positif virus corona yang ia peroleh dari media sosial.

Ia mengaku, kala itu ia menyebutkan nama lokasi perumahan itu sebagai perbincangan dengan awak media dalam konferensi pers, bukan pernyataan resmi.

"Tanyakan medsos. Saya hanya bertanya waktu itu apa alamatnya benar di sini, wartawan jawab benar alamatnya di situ, disebut. Saya bertanya, awalnya saya ragu, yang saya tahu bukan itu perumahannya, ternyata kata wartawan betul," tutur Idris.

Baca juga: 73 Petugas Medis RS Mitra Keluarga Depok Dipantau di Rumah Selama 14 Hari

"Memang salahnya saya, saya sebut itu. Tapi itu dari medsos, bukan pernyataan saya," ia menambahkan.

Meski demikian, Direktur Eksekutif SAFEnet, Damar Juniarto mengkritik Idris atas hal tersebut.

"Menyebarkan data pribadi seperti alamat rumah malah menjadikan pasien kembali menjadi korban untuk kedua kalinya," kata Damar kepada wartawan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X