Kompas.com - 04/03/2020, 20:35 WIB
Samsudin (60), pemulung di Juanda, Bekasi yang tidak khawatir virus corona, Rabu (4/3/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVASamsudin (60), pemulung di Juanda, Bekasi yang tidak khawatir virus corona, Rabu (4/3/2020).
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Beberapa saat setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua kasus positif corona pertama di Indonesia pada Senin (2/3/2020), sejumlah warga cepat bereaksi.

Sayangnya, reaksi yang ditimbulkan terlihat seperti aksi kepanikan. Mereka berbondong-bondong memborong masker, hand sanitizer, bahkan kebutuhan makanan dalam jumlah besar. 

Kebanyakan dari mereka yang melakukan aksi panic buying adalah mereka yang memang bermodal.

Lalu, bagaimana dengan masyarakat kelas bawah? Apa strategi mereka menghadapi virus corona ini? Bagaimana reaksi mereka melihat aksi borong sembako itu?

Baca juga: Penjelasan Psikologi di Balik Panic Buying Akibat Virus Corona

Kompas.com bertemu dengan dua orang pemulung, Memet (52) dan Samsudin (60). Keduanya biasa memulung sampah di kawasan Juanda, Kota Bekasi. 

Ketika disinggung corona, Memet tampak sudah mengetahui informasi itu. Namun, dia mengaku tak terlalu khawatir. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia percaya segala penyakit dan kematian hanya Tuhan yang tahu. 

“Ngapain harus khawatir, yang penting pasrah saja ke Tuhan. Semuanya Dia yang ngatur, kita mah sudah serahin saja,” kata dia tersenyum.

Baca juga: Dua WNI Terinfeksi Virus Corona, Pusat Perbelanjaan Grand Lucky Diserbu Warga

Sebagai "wong cilik", Memet menyadari dirinya tak bisa banyak berbuat di tengah ancaman virus corona.

Memet mengaku dirinya lebih sibuk memikirkan bagaimana kebutuhan keluarganya terpenuhi untuk hari esok. 

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Sedih Lihat Banyak Anak Kecil di Wisma Atlet, Ada yang Dipasang Selang

Pasien Sedih Lihat Banyak Anak Kecil di Wisma Atlet, Ada yang Dipasang Selang

Megapolitan
Air Kali Ciliwung Meluap, Permukiman Warga di Kebon Pala Banjir

Air Kali Ciliwung Meluap, Permukiman Warga di Kebon Pala Banjir

Megapolitan
Kabur Selama 5 Jam, 8 Tersangka Penembakan Remaja di Taman Sari Ditangkap

Kabur Selama 5 Jam, 8 Tersangka Penembakan Remaja di Taman Sari Ditangkap

Megapolitan
9 Tempat Parkir di Jakarta Akan Kenakan Tarif Tertinggi Kendaraan Tak Lolos Uji Emisi

9 Tempat Parkir di Jakarta Akan Kenakan Tarif Tertinggi Kendaraan Tak Lolos Uji Emisi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Digelar 29 Juni, Warga Tangsel Berusia 18 Tahun ke Atas Diminta Daftar ke RT/RW

Vaksinasi Covid-19 Digelar 29 Juni, Warga Tangsel Berusia 18 Tahun ke Atas Diminta Daftar ke RT/RW

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RSUD Kota Bekasi Sudah Melebihi Kapasitas

Pasien Covid-19 di RSUD Kota Bekasi Sudah Melebihi Kapasitas

Megapolitan
Lockdown di RT 006 Petogogan: Jalan Ditutup, Dapur Umum Dibangun

Lockdown di RT 006 Petogogan: Jalan Ditutup, Dapur Umum Dibangun

Megapolitan
Situs PPDB SMA Gangguan, SMAN 2 Tangerang Dipadati Orangtua Calon Siswa

Situs PPDB SMA Gangguan, SMAN 2 Tangerang Dipadati Orangtua Calon Siswa

Megapolitan
IGD RSUD Bekasi Penuh, Pasien yang Hasil PCR Belum Keluar Menunggu di Tenda Darurat

IGD RSUD Bekasi Penuh, Pasien yang Hasil PCR Belum Keluar Menunggu di Tenda Darurat

Megapolitan
Komandan RS Wisma Atlet: Warning, Tersisa 723 Tempat Tidur

Komandan RS Wisma Atlet: Warning, Tersisa 723 Tempat Tidur

Megapolitan
PPKM di Jakarta Diperketat: Barbershop, Kolam Renang, hingga Bioskop Kembali Ditutup

PPKM di Jakarta Diperketat: Barbershop, Kolam Renang, hingga Bioskop Kembali Ditutup

Megapolitan
Vaksinasi Massal, 5.000 Orang Disuntik di Puspemkot Tangerang Hari Ini

Vaksinasi Massal, 5.000 Orang Disuntik di Puspemkot Tangerang Hari Ini

Megapolitan
Dilantik 2021, Masa Jabatan Idris-Imam di Depok Hanya sampai 2024 karena Pilkada Serentak

Dilantik 2021, Masa Jabatan Idris-Imam di Depok Hanya sampai 2024 karena Pilkada Serentak

Megapolitan
RSUD Kota Bekasi Penuh akibat Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkot Bangun Tenda Darurat

RSUD Kota Bekasi Penuh akibat Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkot Bangun Tenda Darurat

Megapolitan
PPKM Mikro Diperpanjang, Taman Impian Jaya Ancol Tutup Sementara Mulai 24 Juni

PPKM Mikro Diperpanjang, Taman Impian Jaya Ancol Tutup Sementara Mulai 24 Juni

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X