Kompas.com - 06/03/2020, 08:05 WIB
Susu Jahe yang kecipratan rezeki di Jalan Haji Agus Salim, Bekasi, Jumat (6/3/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVASusu Jahe yang kecipratan rezeki di Jalan Haji Agus Salim, Bekasi, Jumat (6/3/2020).
Penulis Cynthia Lova
|

Dilema kenaikan harga jahe

Diakui Azzam, saat ini jahe merah tengah langka di pasaran. Kalau pun ada di pasaran, harga itu pun melonjak tinggi.

Biasa di pasar di jual Rp 45.000 per kilogram, kini dijual dengan harga Rp 75.000. Hal itu pun dikeluhkan olehnya.

“Persediaan jahe merah di pasar mulai sulit dicari karena banyak yang beli. Mau tidak mau saya harus pesan terlebih dahulu sama pedagang langganan supaya langsung dipisahin. Katanya jahe bagus buat daya tahan tubuh untuk menangkal virus corona,” kata dia.

Meski jahe merah naik di pasar, harga susu jahe yang dijual oleh Azzam tetap Rp 7.000 per gelas.

Baca juga: Geger Corona, Penjual Wedang Jahe Susu Diserbu Pembeli

Dia bahkan mengaku bingung mau menaikkan dengan kisaran harga berapa. Ia khawatir, jika harga dinaikkan, masyarakat akan kesulitan untuk minum susu jahe. Apalagi kebanyakan pembeli susu jahe itu dari kalangan menengah.

Keder saya naikkin harga, malah saya yang takut. Malah saat begini saya merasa bermanfaat mengantisipasi virus corona,” ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Azzam mengatakan, dia menyiasati dengan menuangkan lebih banyak jahe merah dibanding susu.

Satu susu kaleng kental manis, kata dia, cukup untuk delapan gelas susu jahe. Biasanya satu kaleng susu kental manis hanya buat lima porsi.

“Saya juga bersyukur kebanyakan yang beli malah sukanya tidak dikasih susu. Jadi saya punya persediaan susu meski jahe merah setiap harinya saya masak,” kata dia.

Ia berharap naiknya harga jahe merah segera berlalu. Sebab dirinya khawatir jika Jahe di pasaran akan membuat kisaran harganya semakin mahal.

Azzam menyarankan pemerintah untuk menekan kenaikan harga jahe merah sehingga dipasarkan seperti harga semula.

“Kalau sudah langka terus mahal terus terang saja saya tidak mampu, paling harga dinaikin nanti. Berharapnya pemerintah tekan harga lah,” tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolres Jakpus: LSM Tamperak Paksa Keluarga Tersangka Bikin Testimoni Polisi Terima Suap

Kapolres Jakpus: LSM Tamperak Paksa Keluarga Tersangka Bikin Testimoni Polisi Terima Suap

Megapolitan
Baru Dibangun, Tutup Sumur Resapan di Jalan Intan Cilandak Sudah Jebol

Baru Dibangun, Tutup Sumur Resapan di Jalan Intan Cilandak Sudah Jebol

Megapolitan
LSM Tamperak yang Peras Polisi Juga Pernah Datangi Kemenkeu dan BNN

LSM Tamperak yang Peras Polisi Juga Pernah Datangi Kemenkeu dan BNN

Megapolitan
Saat Anies Tunjuk Elite Politik Jadi Panitia Formula E...

Saat Anies Tunjuk Elite Politik Jadi Panitia Formula E...

Megapolitan
UPDATE 26 November: 70 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

UPDATE 26 November: 70 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Wagub DKI: Kami Menghormati Reuni 212

Wagub DKI: Kami Menghormati Reuni 212

Megapolitan
Minta Buruh Tak Lagi Demonstrasi, Wagub DKI: Kewenangan UMP Bukan di Pemprov

Minta Buruh Tak Lagi Demonstrasi, Wagub DKI: Kewenangan UMP Bukan di Pemprov

Megapolitan
Kios di Joglo Dibangun dari Limbah, Akan Dipakai untuk Jual Produk UMKM Warga Setempat

Kios di Joglo Dibangun dari Limbah, Akan Dipakai untuk Jual Produk UMKM Warga Setempat

Megapolitan
Tawuran Pelajar Terjadi di Pinang Tangerang, Polisi: Langsung Dibubarkan Warga

Tawuran Pelajar Terjadi di Pinang Tangerang, Polisi: Langsung Dibubarkan Warga

Megapolitan
Pemkot Jakbar Andalkan Sumur Resapan untuk Atasi Banjir di Jalan Haji Briti Kembangan

Pemkot Jakbar Andalkan Sumur Resapan untuk Atasi Banjir di Jalan Haji Briti Kembangan

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Rel Dekat Stasiun UI, Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

Mayat Pria Ditemukan di Rel Dekat Stasiun UI, Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

Megapolitan
Cari Anggota yang Keroyok Polisi, Pemuda Pancasila: Kalau Ketemu, Kami Serahkan Langsung

Cari Anggota yang Keroyok Polisi, Pemuda Pancasila: Kalau Ketemu, Kami Serahkan Langsung

Megapolitan
Kepala UPK Badan Air DKI: Saat Musim Hujan, Sampah Mengalir Tiada Henti di Kali...

Kepala UPK Badan Air DKI: Saat Musim Hujan, Sampah Mengalir Tiada Henti di Kali...

Megapolitan
UPDATE 26 November: Tambah 2 Kasus Covid-19 di Tangsel, 35 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 26 November: Tambah 2 Kasus Covid-19 di Tangsel, 35 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 26 November: Tambah 9 Kasus di Kota Tangerang, 16 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 26 November: Tambah 9 Kasus di Kota Tangerang, 16 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.