Kompas.com - 06/03/2020, 11:13 WIB
Sejumlah pemadam Jakarta saat memadamkan toko pakaian di Pasar Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, yang terbakar, Jumat (6/3/2020). Dokumentasi Sudin PKP Jakarta TimurSejumlah pemadam Jakarta saat memadamkan toko pakaian di Pasar Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, yang terbakar, Jumat (6/3/2020).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran terjadi pada Toko Pakaian di Pasar Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/3/2020) pagi.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin PKP) Jakarta Timur kebakaran terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

Objek yang terbakar, yakni tempat penyimpanan pakaian bekas di lantai dua toko tersebut.

"Kebakaran toko pakaian di Pasar Pisangan Baru. Penyebabnya korsleting listrik," kata Gatot dalam keterangannya, Jumat.

Baca juga: Tambora Jadi Langganan Amukan Si Jago Merah, Apa Sebabnya?

Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk padamkan api.

Kebakaran yang terjadi di lantai dua itu awalnya tidak diketahui karyawan serta pemilik toko yang sedang berada di lantai 1.

Kemudian, asap mulai mengepul ke lantai 1 dan orang-orang langsung berusaha memadamkan api.

"Kronologinya asap dalam kamar tiba-tiba mengepul, kaget terus keluar ambil selang air, berusaha untuk memadamkan," ujar Gatot.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.25 WIB.

Dalam insiden tersebut, pemilik toko bernama Andri mengalami luka-luka pasca jatuh dari tangga.

"Pemadaman selesai, korban pemilik toko jatuh dari tangga dilarikan ke Klinik Pratama Karya Bakti Dhipa," ujar Gatot.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemudik Berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Bus-bus AKAP Disemprot Disinfektan

Pemudik Berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Bus-bus AKAP Disemprot Disinfektan

Megapolitan
Sehari Usai Larangan Mudik Berakhir, Terminal Poris Plawad Dipenuhi Penumpang

Sehari Usai Larangan Mudik Berakhir, Terminal Poris Plawad Dipenuhi Penumpang

Megapolitan
Polisi Sebut Guru yang Cabuli Murid di Sebuah Masjid di Bekasi seperti Maniak

Polisi Sebut Guru yang Cabuli Murid di Sebuah Masjid di Bekasi seperti Maniak

Megapolitan
Mengaku Kurang Pengetahuan, JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal Minta Maaf

Mengaku Kurang Pengetahuan, JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal Minta Maaf

Megapolitan
Kelurahan Cipete Selatan Data Penghuni Kos dan Kontrakan yang Kembali dari Mudik

Kelurahan Cipete Selatan Data Penghuni Kos dan Kontrakan yang Kembali dari Mudik

Megapolitan
John Kei Nilai Jaksa Tak Hiraukan Fakta Persidangan

John Kei Nilai Jaksa Tak Hiraukan Fakta Persidangan

Megapolitan
Korban Pemerkosaan Maling di Bekasi Alami Trauma Berat sampai Takut Tidur Sendiri

Korban Pemerkosaan Maling di Bekasi Alami Trauma Berat sampai Takut Tidur Sendiri

Megapolitan
Video ART Aniaya Majikan di Cengkareng Viral di Medsos

Video ART Aniaya Majikan di Cengkareng Viral di Medsos

Megapolitan
Bacakan Nota Pembelaan, John Kei: Saya Sudah Bertobat, Saya Bukan John Kei yang Dulu

Bacakan Nota Pembelaan, John Kei: Saya Sudah Bertobat, Saya Bukan John Kei yang Dulu

Megapolitan
KA Lokal Walahar dan Jatiluhur Kembali Beroperasi Mulai 18 Mei 2021

KA Lokal Walahar dan Jatiluhur Kembali Beroperasi Mulai 18 Mei 2021

Megapolitan
Dituntut 18 Tahun Penjara, John Kei: Saya Dizalimi, Saya Tidak Bersalah...

Dituntut 18 Tahun Penjara, John Kei: Saya Dizalimi, Saya Tidak Bersalah...

Megapolitan
TMII Dibuka Kembali, Pengunjung Dibatasi 50 Persen dari Kapasitas Maksimal

TMII Dibuka Kembali, Pengunjung Dibatasi 50 Persen dari Kapasitas Maksimal

Megapolitan
Pemprov DKI Tempel Stiker di Rumah Pemudik, Ini Penjelasan Wagub

Pemprov DKI Tempel Stiker di Rumah Pemudik, Ini Penjelasan Wagub

Megapolitan
Kedatangan Pemudik di Bojong Nangka Tangerang Dipantau secara Daring

Kedatangan Pemudik di Bojong Nangka Tangerang Dipantau secara Daring

Megapolitan
Wagub DKI Minta Maaf soal Video Paduan Suara di Ruang Utama Masjid Istiqlal

Wagub DKI Minta Maaf soal Video Paduan Suara di Ruang Utama Masjid Istiqlal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X