Kompas.com - 06/03/2020, 19:35 WIB
Petugas memindahkan mobil ambulans di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (5/3/2020). Kementerian Kesehatan menyatakan hingga Kamis 5 Maret ini ada 156 pasien dalam pengawasan virus corona yang tersebar di 35 rumah sakit di 23 provinsi, 2 diantaranya merupakan pasien positif corona yang masih dirawat di RSPI Prof Dr Sulianti Saroso. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPetugas memindahkan mobil ambulans di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (5/3/2020). Kementerian Kesehatan menyatakan hingga Kamis 5 Maret ini ada 156 pasien dalam pengawasan virus corona yang tersebar di 35 rumah sakit di 23 provinsi, 2 diantaranya merupakan pasien positif corona yang masih dirawat di RSPI Prof Dr Sulianti Saroso. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga saat ini, Jumat (6/3/2020), ada sembilan orang yang diisolasi di RSPI Sulianti Saroso, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dari sembilan orang tersebut, empat di antaranya dinyatakan positif Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus corona.

Awalnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan dua kasus pertama positif virus asal kota Wuhan, China ini pada tanggal (2/3/2020).

Menurut Jokowi, dua warga negara Indonesia (WNI) tersebut sempat kontak dengan warga negara Jepang yang dinyatakan positif Covid-19 di Malaysia.

"Orang Jepang ke Indonesia bertemu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin (2/3/2020).

Baca juga: Begini Kondisi Puluhan Warga Depok yang Dipantau Terkait Corona

Adapun kedua pasien tersebut baru dirujuk dari RS Mitra Keluarga Depok ke RSPI Sulianti Saroso sehari sebelum pengumuman presiden.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasca pengumuman tersebut, sejumlah orang diisolasi di RSPI Sulianti Saroso. Termasuk asisten rumah tangga (ART) dan tukang kebun Kasus-1 dan Kasus-2 yang memang ibu dan anak.

Ada juga pasien dalam pengawasan (PDP) atau suspect lain yang sempat diisolasi di RSPI karena memiliki riwayat perjalan ke negara terjangkit Covid-9.

Bahkan sejak Rabu (4/3/2020) jumlah pasien diisolasi di RSPI Sulianti Saroso mencapai sembilan orang dari total 11 ruangan yang mereka miliki sehingga PDP mulai dialihkan ke rumah sakit lain yang juga ditunjuk sebagai rujukan.

Sejumlah pasien ada yang dipulangkan karena dinyatakan negatif namun tetap masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP). Termasuk ART dan tukang kebun Kasus-1 dan Kasus-2.

Baca juga: Kondisi Pasien Corona Kasus 1 dan Kasus 2 Sehat, Hanya Batuk Kecil

Tetapi jumlah pasien isolasi di RSPI Sulianti Saroso mulai dari Rabu hingga hari ini, tetap sembilan karena banyak juga PDP yang datang ke sini.

Ada yang rujukan dari rumah sakit lain, ada pula yang berinisiatif datang sendiri karena merasa pernah kontak dengan Kasus-1 dan Kasus-2.

Kemarin, Kamis (5/3/2020) seorang pasien suspect rujukan dari salah satu rumah sakit swasta meninggal dunia.

Diretur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril mengatakan dari awal dirujuk ke rumah sakit mereka, kondisi kesehatan pasien tersebut terbilang buruk sampai harus dibantu dengan alat bantu pernapasan atau ventilator.

Selain masuk dalam kriteria PDP, pasien berusia 65 tahun tersebut memiliki riwayat penyakit lain.

"Sudah tua, hipertensi, tapi kalau kita tahu masuk ventilator itu sudah berat ya," ucap Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Jumat.

Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Orang Lagi Dinyatakan Positif Corona, Total 4 Pasien

Setelah disterilkan, pasien tersebut dibawa dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

Di hari yang sama, satu pasien lagi diisolasi di RSPI Sulianti Saroso. Pasien tersebut juga diketahui pernah kontak dengan Kasus-1 atau Kasus-2.

Dengan masuknya pasien terakhir itu, tujuh PDP di RSPI Sulianti Saroso punya riwayat kontak dengan pasien.

"Ketujuh pasien ini kontak dengan pasien (positif) sebelumnya, ada keluarganya, temennya, ada saudaranya," ujar Syahril.

Selain itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, mereka mengisolasi empat orang yang diduga melakukan kontak langsung (close contact) dengan pasien 1 saat berada di Klub Amigos, Jakarta Selatan.

"Kita sudah menangani enam orang artinya hitungan enam termasuk kasus nomor 1 dan 2, kita sudah mengumpulkan empat," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu.

Baca juga: Suspect yang Meninggal di RSPI Sulianti Saroso Disebut Negatif Corona

"Sekarang empat-empatnya kami isolasi di RSPI Saroso dan pemeriksaan kita ulang lagi dua kali pemeriksaan lagi," ucap dia. 

Kemenkes juga akan memeriksa 10 orang lagi yang ada di Klub Amigos.

Namun, ia mengatakan, sampai saat ini 10 orang tersebut tidak memiliki keluhan apa pun.

Mereka, kata Yuri, hanya takut terjangkit virus corona.

Tambahan 2 pasien positif baru

Sore ini, Pemerintah memastikan bahwa jumlah pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia menjadi empat orang.

"Ini kami dapatkan dua orang positif, yang kita sebut sebagai kasus nomor 3 dan 4," ucap Yuri 

Yuri menambahkan, dua pasien yang baru diidentifikasi terjangkit virus corona itu memiliki gejala batuk dan pilek. Namun, tidak ada gejala sesak napas.

"Kami harap kondisi intervensi agar bisa baik," ujar Yuri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Isi Lengkap Surat Massa Buruh ke Anies, Tagih Revisi UMP DKI Jakarta 2022

Ini Isi Lengkap Surat Massa Buruh ke Anies, Tagih Revisi UMP DKI Jakarta 2022

Megapolitan
Gunakan Jasa Transfer Pakai Uang Palsu, Ibu di Bekasi Ditangkap Polisi

Gunakan Jasa Transfer Pakai Uang Palsu, Ibu di Bekasi Ditangkap Polisi

Megapolitan
Cynthiara Alona Hanya Divonis 10 Bulan Penjara, PN Tangerang: Sesuai Rasa Keadilan

Cynthiara Alona Hanya Divonis 10 Bulan Penjara, PN Tangerang: Sesuai Rasa Keadilan

Megapolitan
Virus Corona Varian Omicron Jadi Perhatian, Bagaimana Bahaya dan Gejalanya?

Virus Corona Varian Omicron Jadi Perhatian, Bagaimana Bahaya dan Gejalanya?

Megapolitan
Tagih Anies Revisi UMP DKI 2022, Perwakilan Massa Buruh Diterima Audiensi di Balai Kota

Tagih Anies Revisi UMP DKI 2022, Perwakilan Massa Buruh Diterima Audiensi di Balai Kota

Megapolitan
Cynthiara Alona Hanya Divonis 10 Bulan Penjara, PN Tangerang Ungkap Alasannya

Cynthiara Alona Hanya Divonis 10 Bulan Penjara, PN Tangerang Ungkap Alasannya

Megapolitan
Jaksa Banding atas Vonis 10 Bulan Penjara terhadap Cynthiara Alona

Jaksa Banding atas Vonis 10 Bulan Penjara terhadap Cynthiara Alona

Megapolitan
Setengah Ton Ganja Kering Siap Edar Diamankan dari Pengedar Jaringan Lintas Sumatera

Setengah Ton Ganja Kering Siap Edar Diamankan dari Pengedar Jaringan Lintas Sumatera

Megapolitan
Pastikan Ajukan Eksepsi Usai Didakwa Gerakkan Terorisme, Munarman: Saya Makin Tidak Mengerti...

Pastikan Ajukan Eksepsi Usai Didakwa Gerakkan Terorisme, Munarman: Saya Makin Tidak Mengerti...

Megapolitan
Buruh Padati Balai Kota DKI, Tagih Janji Anies Tinjau Ulang UMP 2022

Buruh Padati Balai Kota DKI, Tagih Janji Anies Tinjau Ulang UMP 2022

Megapolitan
Update: Berita Ini Dicabut

Update: Berita Ini Dicabut

Megapolitan
Duduk Perkara Munarman Didakwa Pasal Terorisme, Menciptakan Suasana Teror Berkait Kemunculan ISIS 2014

Duduk Perkara Munarman Didakwa Pasal Terorisme, Menciptakan Suasana Teror Berkait Kemunculan ISIS 2014

Megapolitan
Pukul 15.10 WIB, Massa Buruh di Patung Kuda Bergeser ke Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup

Pukul 15.10 WIB, Massa Buruh di Patung Kuda Bergeser ke Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup

Megapolitan
Cynthiara Alona Divonis 10 Bulan Penjara atas Kasus Prostitusi Anak di Hotelnya

Cynthiara Alona Divonis 10 Bulan Penjara atas Kasus Prostitusi Anak di Hotelnya

Megapolitan
Selesai Audiensi dengan MK, Massa Buruh Lanjutkan Demo di Kantor Anies

Selesai Audiensi dengan MK, Massa Buruh Lanjutkan Demo di Kantor Anies

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.