Terkait Ancaman Sweeping, Dubes India Yakin Otoritas Keamanan Akan Bertindak

Kompas.com - 07/03/2020, 09:35 WIB
Duta Besar India, Pradeep Kumar Rawat di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2020) KOMPAS.COM/WALDA MARISONDuta Besar India, Pradeep Kumar Rawat di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat, menanggapi ancaman sweeping oleh massa demonstran terkait konflik antarkelompok yang terjadi di India.

Pradeep meyakini otoritas keamanan di Indonesia akan bertindak jika terjadi sweeping warga negara India di Indonesia.

"Golongan ekstremis ini idenya menyebarkan ketakutan sehingga orang-orang takut, sehingga orang orang panik. Jadi kita tidak akan merespon hal-hal seperti itu," kata Pradeep saat ditemui di kantornya, Jumat (6/3/2020).

"Saya sudah memercayai otoritas keamanan di Indonesia. Apabila ancaman itu tidak sesuai dengan otoritas keamanan di Indonesia, saya yakin akan ada yang bertindak," terang dia.

Baca juga: Dubes India Sebut Ada Pihak yang Gunakan Isu Diskriminasi untuk Ciptakan Perpecahan

Sebelumnya, massa demonstran yang terdiri dari Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni 212 membakar bendera India saat demonstrasi hari ini, Jumat (3/6/2020).

Mereka membakar bendera lantaran kecewa tidak bisa bertemu dengan pihak kedutaan besar.

Tidak sampai disitu, massa meminta pihak duta besar mengundang para ulama untuk membahas kasus kekerasan umat muslim di India. Jika tidak, massa akan melakukan sweeping warga negara India.

Dalam aksinya, massa menuntut Kedutaan Besar India untuk hengkang dari Indonesia. Mereka juga meminta pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan India.

"Pergi dari ibu Pertiwi (Indonesia). Putuskan hubungan diplomatik dengan India. Hengkanglah kedutaan besar India di Indonesia," teriak orator.

Baca juga: Tolak Temui Demonstran, Duta Besar India Keberatan Bendera Negaranya Dibakar

Massa juga menekan pemerintah India untuk menghentikan tindak kekerasan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lengkap, Tim DVI Telah Terima Sampel DNA 62 Keluarga Korban Sriwijaya Air

Lengkap, Tim DVI Telah Terima Sampel DNA 62 Keluarga Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
Remaja yang Mutilasi Pemuda di Bekasi Divonis 7 Tahun Penjara

Remaja yang Mutilasi Pemuda di Bekasi Divonis 7 Tahun Penjara

Megapolitan
Polisi Musnahkan 1,2 Kg Sabu Hasil Penangkapan Bandar Narkoba Serpong Utara

Polisi Musnahkan 1,2 Kg Sabu Hasil Penangkapan Bandar Narkoba Serpong Utara

Megapolitan
Penerima BST di Kota Tangerang Menurun Sebanyak 32.417 Orang

Penerima BST di Kota Tangerang Menurun Sebanyak 32.417 Orang

Megapolitan
Mural di Genteng Rumah Sekitar Flyover Lenteng Agung Selesai, Ada Gambar Ondel-ondel

Mural di Genteng Rumah Sekitar Flyover Lenteng Agung Selesai, Ada Gambar Ondel-ondel

Megapolitan
BNN Soroti Tingginya Peredaran Sabu dan Ganja di Ciputat

BNN Soroti Tingginya Peredaran Sabu dan Ganja di Ciputat

Megapolitan
Tim SAR Masih Cari Memori CVR Sriwijaya Air SJ 182

Tim SAR Masih Cari Memori CVR Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Relief Era Soekarno yang Ditemukan di Sarinah Akan Dipamerkan ke Publik

Relief Era Soekarno yang Ditemukan di Sarinah Akan Dipamerkan ke Publik

Megapolitan
5 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Jumat Ini, Total 17 Jenazah

5 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Jumat Ini, Total 17 Jenazah

Megapolitan
UPDATE 15 Januari: Tambah 26 Kasus Covid-19 di Tangsel, Dua Pasien Meninggal

UPDATE 15 Januari: Tambah 26 Kasus Covid-19 di Tangsel, Dua Pasien Meninggal

Megapolitan
Pihak Keluarga Minta Masyarakat Tak Datang ke Rumah Duka Habib Ali Assegaf

Pihak Keluarga Minta Masyarakat Tak Datang ke Rumah Duka Habib Ali Assegaf

Megapolitan
UPDATE: 4.063 Pasien Covid-19 di Depok, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE: 4.063 Pasien Covid-19 di Depok, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Tim Penyelam Kopaska Temukan Sejumlah Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Tim Penyelam Kopaska Temukan Sejumlah Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf Meninggal Dunia

Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf Meninggal Dunia

Megapolitan
Sebanyak 931 Tenaga Kesehata di Jakbar Telah Disuntik Vaksin Covid-19

Sebanyak 931 Tenaga Kesehata di Jakbar Telah Disuntik Vaksin Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X